Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Merengkuh Dirimu

[PUISI] Merengkuh Dirimu
ilustrasi sedang termenung (unsplash.com/Kinga Cichewicz)

Ingin kurentangkan tangan sejauh yang aku bisa
Sejauh dirimu yang dapat kurengkuh dengan leluasa
Meski waktu tertawa atas jarak yang tercipta
Memori kita masih bergaung di kepala
Meraung sendiri menuntut kata

Benih bunga bersemayam dalam diri
Menerka waktu akan bermekaran kepadaku
Semua ini hanya logikaku, mengagungkanmu
Meninggalkan diri dalam cermin
Seakan dunia kita hanya ada di bawah kaki dan di atas kepalamu

Apa daya tanganku terlalu dingin untuk kau genggam
Banyak cinta tersimpan, namun sumpah serapah juga tak kalah
Antah-berantah kaki ini mengarah
Semakin jauh dari realitas yang membuat jenuh
Bersama angan yang tumbuh membisu tanpa ragu

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irma Desi
EditorIrma Desi
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Logika Tak Kuperlukan saat Ini

02 Apr 2026, 18:04 WIBFiction
[PUISI] Bahasa Air Mata

[PUISI] Bahasa Air Mata

01 Apr 2026, 21:22 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bunga Surga

[PUISI] Bunga Surga

29 Mar 2026, 21:07 WIBFiction