Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Pahit

[PUISI] Pahit
Freepic/Creativeart
Share Article

Sunyi mengiris ketenangan
Rasanya bak tiada lagi kekuatan
Batin meronta penuh pinta
Untaian doa tak terkabulkan

Air mata menggenang
Tak juga jatuh ke pipi
Wajah terasa memanas kemudian
Luka mendesak-desak di bawah kulit

Hidup teramat pahit
Ujian datang silih berganti
Menempatkanku pada sengsara
Namun, ada asa tak pernah sirna

Meski tertatih kaki melangkah
Tidak akan pernah jiwa pasrah
Biarlah ujian menempa
Agar aku menjadi manusia penuh makna.

 

Keza Felice
Lampung, 03 Juli 2020

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
erwanto
Editorerwanto

Related Articles

See More

[PUISI] Ketika Langit Menutup Matanya

18 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Parade Rasa

[PUISI] Parade Rasa

17 Jun 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Tak Tersentuh

[PUISI] Tak Tersentuh

16 Jun 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Segenggam Getar

[PUISI] Segenggam Getar

16 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pergi ke Matahari

[PUISI] Pergi ke Matahari

16 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Rindu Tak Bertuan

[PUISI] Rindu Tak Bertuan

15 Jun 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Tuntutan Zaman

[PUISI] Tuntutan Zaman

14 Jun 2026, 23:48 WIBFiction
[PUISI] DIa yang menghatui

[PUISI] DIa yang menghatui

14 Jun 2026, 21:07 WIBFiction