Malam tadi datang kembali malapetaka
Rupanya tak cukup tragedi tahun 22
Kesempatan lagi buat perkara
Belum puaskah dahaga
Hilangkan nyawa?
Perampas tanah Palestina pasti gembira
Terima kabar di sini ia punya saudara
Masih kurang kalau bermodal gas air mata
Kali ini dibalas suara-suara perlawanan
Dengan pukulan maut tukang pukul
Bodo amat!
Demonstran, paramedis, pemulung, jurnalis
Di mata mereka sama-sama samsak
Yang wajib diacak-acak!
Pada hari baik bulan baik
Setan memang dikerangkeng
Keparat berseragam masih mejeng!
Dan siapa pun tahu manusia
Lebih mengerikan daripada hantu
Malam tadi semua dihabisi seperti musuh
Bahkan kriminal paling binal pun biasa dielu
Sedang warga usai babak belur masih diborgol
Perempuan diburu diserang dipanggil lonte
Posko medis dan makanan dihancurkan
Korban rumah sakit masih coba diamankan
Perampas tanah Palestina jelas kegirangan!
Bertambah lagi sekutu baru
Esok pagi, lihatlah jalanan aspal bersih tak bernoda
Hilang semua bukti-bukti brutalitas keparat
Dan dosa-dosa sepatu lars dan pentungan
Lenyap seluruhnya bersama harap
Hanya bau sisa perjuangan
Dan motor-motor menunggu nominal tebusan.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Perlawanan Belum Sirna
![[PUISI] Perlawanan Belum Sirna](https://image.idntimes.com/post/20250323/street-4784424-1920-1b4e556639de0077eebcd37f0da87365-d441035d551567890e7192b1e5083f83.jpg)
ilustrasi jalanan yang menjadi saksi (pixabay.com/K L)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [PUISI] Tabu Berdiri22 Mar 2025, 04:05 WIB
Editorial Team
EditorYudha
Related Article
[PUISI] Untuk Sekadar Diberi Ruang09 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Liturgi sang Pengembara Maut09 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Secangkir Teh dan Hening08 Agu 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Membilas Debu di Pelataran Takdir08 Agu 2026, 18:07 WIB
[PUISI] Belajar Meluruh Seperti Daun Gugur08 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Mencari Warna di Antara Abstraksi08 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Merawat Kata Setelah Luka07 Agu 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Melodi dalam Potret Lembayung07 Agu 2026, 20:27 WIB
[PUISI] Kau Pantas Tepuk Tangan07 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Menjaga Diri dari Rasa Kecewa07 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Jendela yang Tak Pernah Menutup Langit06 Agu 2026, 21:47 WIB
[PUISI] Pertemuan di Persimpangan06 Agu 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Suara Lama06 Agu 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Seuntai Doa di Samping Ranjangmu06 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Petir di Langit Surga06 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Yang Lebih Megah dari Harta05 Agu 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Sayup-sayup Doa05 Agu 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Pengawal Sang Saka05 Agu 2026, 12:57 WIB
[PUISI] Bertopeng Kepalsuan05 Agu 2026, 12:48 WIB
[PUISI] Saat Harapan Kehilangan Warna05 Agu 2026, 05:25 WIB