Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Rapuh

illustrasi wanita sedih (pexels.com/Pixabay)
illustrasi wanita sedih (pexels.com/Pixabay)

Aku berdiri dengan kedua kaki yang lapuk,
Sangat lapuk hingga aku takut melangkah,
Sebab setiap jejak bisa saja menghancurkannya.
Namun diam pun tak menjamin,
Bahwa kehancuran takkan datang.

Entah esok, lusa, atau selamanya.

Aku terjebak dalam kekhawatiran,
Jika ada yang berkata dunia ini tempat penyiksaan,
Aku takkan membantah,
Sebab kebenaran itu terasa nyata.

Kini, aku masih bertahan,
Dengan doa yang sama,
Berharap ada cahaya di ujung nestapa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Senandung Rindu

06 Jan 2026, 14:47 WIBFiction
ilustrasi seorang pria

[PUISI] Tetap Berdiri

06 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi seorang wanita yang membuka pintu

[PUISI] Pintu Tahun Baru

05 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
Ilustrasi kapal mau tenggelam dengan latar langit senja.

[PUISI] Nakhoda Salah Arah

04 Jan 2026, 19:22 WIBFiction
Ilustrasi tumbuh

[PUISI] Tumbuh

04 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi rintik hujan di jendela

[PUISI] Air Mata Semesta

04 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi puisi episode yang mati

[PUISI] Episode yang Mati

03 Jan 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi puisi selangkah mundur

[PUISI] Selangkah Mundur

03 Jan 2026, 19:22 WIBFiction
ilustrasi buku kumpulan sajak

[PUISI] Sajak Cinta

03 Jan 2026, 16:47 WIBFiction
ilustrasi menikmati senja

[PUISI] Mengulang Senja

03 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
Ilustrasi ibu dan anak

[Puisi] Seribu wajah ibu

02 Jan 2026, 20:07 WIBFiction