[PUISI] Resonansi Emosi

Ada cemas yang merayap sambil mengetuk dada
Mengirim getar halus yang sulit kuberi nama
Malam ikut mendekap, menangkap gelombang resahku begitu saja
Namun hatiku tetap bergaung, mencari arah yang entah ke mana
Sedih datang perlahan, seolah mengenal denyut jiwaku sejak lama
Ia duduk tanpa izin, membuat warna napasku berubah seketika
Lalu emosiku memantul, bergema pada mereka yang tak sengaja dekat dengan jiwa yang meronta
Dan aku merasa bersalah, sebab resonansinya melukai tanpa mereka tahu apa sebabnya
Kadang riuhku membesar, menggulung seperti ombak yang lahir tanpa aba-aba
Mengirim vibrasi liar, menyambar apa pun yang berada terlalu dekat begitu saja
Getarnya terpancar ke wajah-wajah yang mencoba menjaga
Dan aku semakin takut menjadi sumber bising yang tak layak mereka terima
Namun, ada seseorang yang hadir dengan tenang seperti doa
Ia meredam gemanya, menepuk punggungku, hingga riuhku menemukan jedanya
Mengajarkanku bahwa emosi pun bisa mereda, bila diberi sedikit cahaya
Dan untuk pertama kali, resonansi emosiku menemukan rumahnya kembali tanpa harus kupaksa



















