Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Rindu yang Tak Pernah Selesai

ilustrasi pria membawa tas ransel
ilustrasi pria membawa tas ransel (pexels.com/Maksim Goncharenok)

Ada jarak yang tak diukur waktu,
hanya ditakar oleh seberapa sering
aku menyebut namamu dalam diam.

Rindu ini tumbuh tanpa izin,
menyelinap di antara pagi dan senja,
mengikat hatiku pada bayangmu
yang tak lagi bisa kusentuh.

Cinta, rupanya tak selalu hadir bersama,
kadang ia tinggal sebagai gema
suara lembut yang tak pernah padam,
meski dunia memaksaku melupakanmu.

Dan di setiap hembus angin yang singgah,
aku tahu hatiku masih pulang padamu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Embusan

22 Jan 2026, 21:17 WIBFiction
ilustrasi wanita yang berdiri di dekat kereta

[PUISI] Sapa Tanpa Gaung

21 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
Potret kursi roda

[CERPEN] Kursi Roda Ali

20 Jan 2026, 21:56 WIBFiction
ilustrasi seorang pria di tengah keramaian

[PUISI] Berlalu-Lalang

20 Jan 2026, 21:48 WIBFiction
Ilustrasi gambar

[PUISI] Pena dan Kertas

18 Jan 2026, 05:15 WIBFiction