Di sudut bumi retak oleh dentuman,
Makhluk kecil tak pernah disebut dalam pidato kemenangan
Berdiri seperti bayang lupa pulang
Di tengah bumi kering kerontang

tubuhnya kurus bagai ranting musim kemarau
Perang datang menembus badai mabuk kuasa
Menyapu ladang, rumah, dan doa-doa
Langit mengunyah asap mesiu,

Tanah meneguk air mata tak sempat diseka
Makhluk lemah itu berjalan di antara reruntuhan,
Langkahnya lirih seperti bisikan daun gugur
Ia bukan pahlawan dalam buku sejarah
Hanya titik kecil di peta yang robek