Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Rintik Rasa yang Terucap

[PUISI] Rintik Rasa yang Terucap
ilustrasi rintik hujan di tengah jalan (pexel.com/veeterzy)

Bagai embun pagi yang jatuh perlahan,

Rasa ini membasahi jiwa yang terpendam

Mengisi setiap celah kekosongan

Menyentuh hati dengan kelembutan

Tiap rintik rasa, sebuah cerita terbentang

Mengalir dalam irama yang terpendam

Mengungkapkan segala emosi manusia

Dalam setiap detik yang bergerak maju

Rintik demi rintik, menjadi puisi yang terucap

Mengisahkan perjalanan hati yang melaju

Dalam setiap irama dan kata yang tercipta

Menggambarkan kehidupan yang tak terduga

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
WinterMuse7
EditorWinterMuse7
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Asa Tersisa

22 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Buat Apa Bersuara?

[PUISI] Buat Apa Bersuara?

22 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Cangkir Biru

[PUISI] Cangkir Biru

20 Feb 2026, 13:48 WIBFiction
[PUISI] Koma di Ujung Doa

[PUISI] Koma di Ujung Doa

20 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Merawat Percaya

[PUISI] Merawat Percaya

19 Feb 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Makhluk Perasaan

[PUISI] Makhluk Perasaan

19 Feb 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Entah Kemana

[PUISI] Entah Kemana

18 Feb 2026, 20:17 WIBFiction
[PUISI] Menyiram Muram

[PUISI] Menyiram Muram

18 Feb 2026, 16:47 WIBFiction