Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Seketika Aku Terdiam

[PUISI] Seketika Aku Terdiam
ilustrasi pria yang sedang sendiri (unsplash.com/Cristofer Maximilian)

Seketika aku terdiam
Melihat laut tanpa permukaan
Tidak ada ombak yang pecah
Hanya desiran halus di pasir

Seketika aku terdiam
Dalam ruang yang tak dibatasi arah
Langkahku melayang tanpa beban
Seperti jiwa yang lupa pada tubuhnya

Seketika aku terdiam
Saat suara tak berasal dari mulut
Namun menggema dalam pikiranku
Menjawab tanya yang belum sempat kutuliskan

Seketika aku terdiam
Melihat semesta dan keindahannya
Sesuatu yang tak bisa dijelaskan
Namun bisa dirasakan sepenuhnya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Theodore Siagian
EditorTheodore Siagian
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Pagi yang Menunggu

11 Mei 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Sesal

[PUISI] Sesal

11 Mei 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Menyembuhkan Diri

[PUISI] Menyembuhkan Diri

10 Mei 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Pelan

[PUISI] Pelan

09 Mei 2026, 17:57 WIBFiction
[PUISI] Tabungan Rasa

[PUISI] Tabungan Rasa

09 Mei 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Perangai Mematikan

[PUISI] Perangai Mematikan

09 Mei 2026, 08:48 WIBFiction
[PUISI] Niskala

[PUISI] Niskala

08 Mei 2026, 20:27 WIBFiction