Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Senyap Suara Semesta

[PUISI] Senyap Suara Semesta
ilustrasi botol plastik (dok. pribadi/Mutia Zahra)

Menjauh dari alunan hiruk pikuk
Biarkan angin bernyanyi dengan merdu
Menyuguhkan kembali kenangan usai
Atau cita-cita dalam masa depan

Biarkan suara semesta beriring hening
Pada riak-riak laut bergelombang
Langit yang hendak merayu
Seorang manusia sedang tersipu

Senyap semesta adalah candu
Yang akan selalu dirindu
Pada hiruk pikuk tak bertuan
Untuk sesekali lekas terpinggirkan

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Mutiatuz Zahro
EditorMutiatuz Zahro
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Lahan Basah

02 Apr 2026, 22:22 WIBFiction
[PUISI] Rahasia Pagi

[PUISI] Rahasia Pagi

02 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Bahasa Air Mata

[PUISI] Bahasa Air Mata

01 Apr 2026, 21:22 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction