[PUISI] Separuh Harapan di Ujung Kalender

Di ujung kalender, hari melambat,
angka-angka jatuh satu per satu tepat.
Separuh harapan masih kuikat,
pada waktu yang enggan bersahabat.
Malam menghitung sisa doa,
yang tertulis samar pada sela usia.
Separuh lagi belajar percaya,
bahwa gagal pun bagian dari cerita.
Angin tahun baru berbisik lirih,
tak semua rencana harus berakhir perih.
Separuh harapan tetap kupilih,
untuk esok yang belum terpilih.
Saat halaman terakhir ditutup perlahan,
aku berdamai dengan kehilangan.
Separuh harapan bukan kekalahan,
ia janji kecil untuk melanjutkan.
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















