Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Sepucuk Surat Tua

[PUISI] Sepucuk Surat Tua
Pexels.com/Ylanite Koppens

 


Angin bertiup kencang sore ini
Membuat banyak daun berguguran
Ranting pohon pun banyak berpatahan
Ternyata hujan sudah turun deras


Sudah siap mengamati keluar
Aku melanjutkan membaca buku ini
Buku kesukaan ibu waktu muda dulu
Hingga sekarang kata ibu


Apa spesialnya buku ini 
Padahal ini hanya buku biasa bagiku
Rasa penasaran ku semakin menjadi
Mungkin ini alasannya


Sepucuk surat tua
Aku perlahan membukanya
Dan terjawab sudah semuanya
Pasti karena surat tua ini


Sepucuk surat tua 
Yang ditulis oleh seorang pria
Siapakah pria romantis ini?
Sungguh pasti dia sang pujangga


Hingga akhir kalimat itu kubaca
Senyum ku melebar
Ternyata sang pujangga itu adalah
Ayahku sendiri

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Risma Surbakti
EditorRisma Surbakti
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Suara yang Dianggap Berlebihan

15 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Memakan Senyap

[PUISI] Memakan Senyap

14 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bumi Tanpa Gemuruh

[PUISI] Bumi Tanpa Gemuruh

13 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Menunggu Lebaran

[PUISI] Menunggu Lebaran

12 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Makhluk Tersisih

[PUISI] Makhluk Tersisih

12 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Langit Gemuruh

[PUISI] Langit Gemuruh

11 Mar 2026, 05:04 WIBFiction