Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Surat dari Masa Depan

Ilustrasi surat
Ilustrasi surat (freepik.com/kotkoa)

Kami menerima suratmu, dari masa lalu
Ditulis di atas daun yang rapuh
Berisi permintaan maaf yang telanjang
Dan penyesalan yang sudah membatu

Sayangnya, kami tak bisa membalas
Sebab tak ada lagi pohon untuk kertas
Tak ada lagi tinta, selain debu
Yang menari-nari di gurun pasir

Kau ceritakan burung, kami tak paham
Kau sebutkan hujan, itu kata asing
Dunia kami tenang, sunyi, dan stabil
Penuh dengan kepastian yang tandus

Terima kasih untuk “kemajuan”-mu
Kini kami mewarisi warisan yang sempurna
Sebuah planet yang rapi, steril, dan mati
Persis seperti yang kau inginkan, bukan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Pilihan yang Kuterima

14 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi seseorang sedang merenung

[PUISI] Setelah Luka

13 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi senja

[PUISI] Lirih Jingga

13 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi berdoa

[PUISI] Menyeduh Sabar

12 Feb 2026, 19:47 WIBFiction
ilustrasi bayangan di bawah senja

[PUISI] Benang Temaram

12 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi perempuan berdoa

[PUISI] Kepada Ramadan

11 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
Ilustrasi wanita

[PUISI] Telanjur Salah

10 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi berdiri

[PUISI] Sepenuhnya Pulih

10 Feb 2026, 14:07 WIBFiction