[PUISI] Syafaat

Aku tak membawa persembahan agung
Hanya sebaris doa yang tercekat di kerongkongan
Bercampur air mata yang sudah tak terhitung jatuhnya
Tuhan, dalam lindunganmu aku bernaung
Aku tidak datang membawa kebaikan
Karena aku tahu, tanpa anugerah-Mu
Aku hanyalah sebatas tanah liat
Yang mudah pecah dan retak
Ini bukanlah doa pertama
Mungkin bukan yang paling indah
Tapi setiap kata yang kupanjatkan
Lahir dari lubuk hati terdalam
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.