Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Tanda Tanya Perjalanan di Peron-Peron

Orang-orang di peron kereta api (pixabay.com/victoraf)
Orang-orang di peron kereta api (pixabay.com/victoraf)

Kanvas muram yang digantung berkali-kali lipat
Dari tinggi kami yang sudah meninggalkan usia belasan angka awal,
Menyingkap abu-abu batu kali itu menjadi biru nyala gas
Yang terang-terangan mengakhiri perjumpaan kami
Dengan rupa-rupa rasa yang mampir
Dalam perjalanan delapan jam tanpa peron pemberhentian
Seakan enggan kami biarkan ada ucapan,
"Selamat perjalanan telah berakhir pada suatu waktu
yang barangkali tidak pernah diharapkan, gaun hijau melon
dengan motif awan itu menempatkan diri
sebagai pembatas buku."

Rabu sudah sembilan jam meninggalkan kami
Pada halaman tiga ratus enam puluh lima
Menuju halaman depan yang mengantarkan kami
Sampai perkiraan yang samar mengakui bahwa bagian akhir
Dari cerita Yang kami baca hanya berupa tanda tanya
Tanpa bisa kami kupas bagian lainnya
Sekalipun dengan pisau tajam yang biasa kami gunakan
Untuk mangga apel di halaman rumah nenek
yang kehilangan peminatnya

Kami diam-diam berhenti cukup lama
Di peron yang tak seharusnya
Mulai kebingungan mengeja nama tujuan
Yang tertera teratur
Pada papan informasi yang tidak memberitahukan
Alur perjalanan hidup menuju taman bermain
Yang tidak hanya menyediakan jungkat-jungkit,
Kami harap; terdapat tempat bermain yang selapang hati ibu,
Penuh bunga-bunga bermekaran
Saat musim semi menciumi kami yang kehilangan aroma tanah
Ketika hujan menjatuhkan bab demi bab
Dalam cerita milik kami; satu-persatu

Kemudian, suatu waktu
Ketika musim kemarau berumur lebih panjang
Dari tidur siang kami yang dicuri tenggat angka-angka,
Oranye kulit jeruk memulangkan kami sebagai manusia
Yang terkadang lupa cara menggunakan mata
Untuk sisi lebih baik bila dari kejauhan
Hanya ada sisa; di peron mana perjalanan
benar-benar menghentikan kami
sebagai perupa rasa?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Pemandu

26 Jan 2026, 21:48 WIBFiction
ilustrasi kutipan menepi sejenak

[PUISI] Menepilah Sejenak

26 Jan 2026, 20:27 WIBFiction
ilustrasi sosok otoriter

[PUISI] Sindiran Intelek

26 Jan 2026, 18:07 WIBFiction
ilustrasi perempuan

[PUISI] Barangkali

26 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi perempuan yang sedang di pinggir pantai

[PUISI] Kelana Rasa

25 Jan 2026, 20:07 WIBFiction
Ilustrasi sekelompok anak kecil berjalan

[PUISI] Pahit yang Menetap

25 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi langit

[PUISI] Ragu

25 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
Pemandangan sore yang tenang dan sendu

[PUISI] Sore Pilu

24 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi seseorang berdiri di tengah cahaya terang

[PUISI] Senyap Kemenangan

24 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi perkuburan

[PUISI] Menuju Ketiadaan

23 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
Ilustrasi angin

[PUISI] Embusan

22 Jan 2026, 21:17 WIBFiction
ilustrasi wanita yang berdiri di dekat kereta

[PUISI] Sapa Tanpa Gaung

21 Jan 2026, 05:15 WIBFiction