Barang sehari kelakuan tak pernah layak
Boro-boro berakhlak dan berlaku bijak
Lagaknya si paling peduli anak-anak
Realitasnya hanya ingin enak-enak
Semua dirombak demi itu Bapak
Di istana santai betul terbahak-bahak
Begitu karib dengan yang hobi malak
Warga sendiri diinjak-injak
Masa bodoh anggaran bengkak
Masa bodoh jutaan yang terdampak
Abu dan kabut asap kadung menyesak
Napas pula serak suara lelah teriak
Jangankan didengar khalayak
Sedikit saja mencoba galak
Langsung dilacak dilabrak ditabrak
Entah bangsa besar entah bangsa lawak
Yang diprioritaskan perut-perut tamak
Demi bangun lumbung emas perak
Masa bodoh teracun anak-anak
Masa bodoh orang tua terisak
Sukses besar kata si Bapak
Tak pernah peduli yang menolak
Hanya ingin dengarkan sorak-sorak
Sedang negaranya bertambah koyak
Kroninya begitu asik jingkrak-jingkrak
Sampai kapan generasi baru dirusak?
Adanya calon-calon suara sedang diternak
Seberapa besar pun tragedi tak bikin tergerak
Angka korban puluhan ribu masih saja congkak
Padahal satu nyawa pun sudah terlalu banyak, Pak
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Terlalu Banyak
![[PUISI] Terlalu Banyak](https://image.idntimes.com/post/20260328/deeznutz1-lunch-8742076_dcd74029-c9fc-4d4a-9eb8-196c79b87c13.jpg)
ilustrasi baki makan siang (pixabay.com/Dee)
Take a Deeper Read
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
- [PUISI] Sedari Awal Monolog12 Oct 2026, 05:04 WIB
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
- [PUISI] Ayah Menyimpan Lelah di Saku11 Oct 2026, 05:04 WIB
- [PUISI] Perang yang Tak Terlihat10 Oct 2026, 05:04 WIB
Editorial Team
EditorYudha
Related Article
[PUISI] Barangkali Menyerah Juga Bentuk Keberanian16 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Terlalu Banyak16 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Tentang Hari Esok yang Belum Tiba15 Oct 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Mimpi dengan Alur yang Padat15 Oct 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Aku Hanyalah Rapuh yang Terpendam15 Oct 2026, 09:07 WIB
[PUISI] Napas Kecil di Tengah Asap15 Oct 2026, 07:25 WIB
[PUISI] Telanjur Berharap pada Hal yang Samar15 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Bahagia Sebesar Remah Roti14 Oct 2026, 22:22 WIB
[PUISI] Ketika Takdir Menghunuskan Lara14 Oct 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Jika Awan Sudi14 Oct 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Setelah Lelah, Apa yang Tersisa?14 Oct 2026, 17:57 WIB
[PUISI] Rumah Bernama Ibu 14 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Mengira Singgah sebagai Rumah14 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Sebelum Senja Benar-benar Pergi13 Oct 2026, 21:27 WIB
[PUISI] Debu Diatas Kelopak13 Oct 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Pesona Bentala Memahat Pemikat Nirwana13 Oct 2026, 10:07 WIB
[PUISI] Suara dari Sudut Kota yang Lupa 13 Oct 2026, 09:25 WIB
[PUISI] Jadilah Lampu Jalan13 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Tarian Indah dalam Bayangan Diri12 Oct 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Ada Lelah yang Tak Pandai Bersuara12 Oct 2026, 16:47 WIB