Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Terlalu Banyak
ilustrasi baki makan siang (pixabay.com/Dee)

Barang sehari kelakuan tak pernah layak
Boro-boro berakhlak dan berlaku bijak
Lagaknya si paling peduli anak-anak
Realitasnya hanya ingin enak-enak
Semua dirombak demi itu Bapak

Di istana santai betul terbahak-bahak 
Begitu karib dengan yang hobi malak 
Warga sendiri diinjak-injak 
Masa bodoh anggaran bengkak
Masa bodoh jutaan yang terdampak

Abu dan kabut asap kadung menyesak
Napas pula serak suara lelah teriak
Jangankan didengar khalayak
Sedikit saja mencoba galak 
Langsung dilacak dilabrak ditabrak

Entah bangsa besar entah bangsa lawak
Yang diprioritaskan perut-perut tamak 
Demi bangun lumbung emas perak
Masa bodoh teracun anak-anak 
Masa bodoh orang tua terisak

Sukses besar kata si Bapak
Tak pernah peduli yang menolak
Hanya ingin dengarkan sorak-sorak
Sedang negaranya bertambah koyak
Kroninya begitu asik jingkrak-jingkrak

Sampai kapan generasi baru dirusak?
Adanya calon-calon suara sedang diternak
Seberapa besar pun tragedi tak bikin tergerak
Angka korban puluhan ribu masih saja congkak
Padahal satu nyawa pun sudah terlalu banyak, Pak

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎