Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Tiada Lagi Jalan Setapak

[PUISI] Tiada Lagi Jalan Setapak
ilustrasi padang rumput dan jalan setapak (pixabay.com/GuangWu Yang)

Kita pernah bersisian
pada jalan setapak yang 
tak pernah muat meski
aku sendiri berjalan di atasnya. 

Musim lalu 
Kunang-kunang kembali 
menjumpai aku 
dan bertanya: di mana kau? 

Rerumputan 
makin kering
dan membiru.

Selagi aku 
masih berisik dan 
bisu. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Matthew Suharsono
EditorMatthew Suharsono
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Orang-orang Berkata

27 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Suara Bertingkah

[PUISI] Suara Bertingkah

25 Mar 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Menang

[PUISI] Menang

25 Mar 2026, 06:28 WIBFiction
[PUISI] Layu, Tapi Hidup

[PUISI] Layu, Tapi Hidup

25 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merajut Laut Fajar

[PUISI] Merajut Laut Fajar

25 Mar 2026, 05:04 WIBFiction