Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Tiada Lagi Jalan Setapak

ilustrasi padang rumput dan jalan setapak (pixabay.com/GuangWu Yang)
ilustrasi padang rumput dan jalan setapak (pixabay.com/GuangWu Yang)

Kita pernah bersisian
pada jalan setapak yang 
tak pernah muat meski
aku sendiri berjalan di atasnya. 

Musim lalu 
Kunang-kunang kembali 
menjumpai aku 
dan bertanya: di mana kau? 

Rerumputan 
makin kering
dan membiru.

Selagi aku 
masih berisik dan 
bisu. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Matthew Suharsono
EditorMatthew Suharsono
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Ingin dan Semilir Angin

09 Feb 2026, 06:15 WIBFiction
Ilustrasi pasangan dinner (pexels.com/Photo by Nguyễn Mẫn)

[CERPEN] 737 Hari

08 Feb 2026, 08:10 WIBFiction
ilustrasi hujan

[PUISI] Memohon Hujan

08 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi berjalan di hutan

[PUISI] Jeritan Rimba

08 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi surat cinta

[PUISI] Kutub Kutub Magnet

07 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi hutan bambu

[PUISI] Rumah tak Bersisa

07 Feb 2026, 07:07 WIBFiction
ilustrasi perempuan bersedih karena ditinggal kekasih

[PUISI] Belenggu Rindu

06 Feb 2026, 05:04 WIBFiction