Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Titik Ujung Pelarian

[PUISI] Titik Ujung Pelarian
ilustrasi orang sedang berlari (pexels.com/Michael Foster)

Pada senyap yang jatuh di bahu malam
Terdiam seorang anak duduk memeluk lututnya sendiri
Meringis sambil mengobati luka dan lebam
Ingin berteriak tapi terhalang oleh kerasnya sunyi

Ia pernah bersembunyi di balik tawa yang terburu-buru
Sambil menggenggam mimpi yang retak
Tanpa manusia lain tau bahwa dia memeluk pilu
Bersamaan dengan sang darah yang bergejolak

Kegagalan datang tidak pernah memberi aba-aba
Selalu cepat mengetuk pintu hidupnya
Seperti bisa ular ketika mengalir di nadi manusia
Yang selalu sigap untuk merampas raga manusia

Namun di titik ujung pelarian
Ketika mencoba damai dengan yang pernah patah
Dia bergumam sendirian
Dan lantang mengatakan "Aku Tidak Menyerah"

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Cahaya Tipis di Balik Awan

11 Mar 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Langit Gemuruh

[PUISI] Langit Gemuruh

11 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Retak

[PUISI] Di Antara Retak

10 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Memilih Keheningan

[PUISI] Memilih Keheningan

09 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Meminta Cahaya

[PUISI] Meminta Cahaya

08 Mar 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

08 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Cacat Perspektif

[PUISI] Cacat Perspektif

08 Mar 2026, 05:04 WIBFiction