Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Riang Tanpa Suara

[PUISI] Riang Tanpa Suara
Ilustrasi Merindukan Keluarga (Pexels.com/Ron Lach)
Share Article

Ada tawa yang dulu pulang bersamaku,
Kini terseret gelombang
Dan hilang tanpa jejak di bibir pantai.

Rumah yang dulu menangkap cahaya,
Menyisakan dinding rapuh
Dan kenangan yang berenang dalam lumpur.

Aku mencari nama-nama yang pernah kupanggil “keluarga”,
Namun air menghapus huruf terakhirnya
Sebelum sempat kupeluk lagi.

Langit masih cerah, anehnya
Seolah lupa bahwa bumi sedang menangis.
Di balik awan,
Doa-doa melayang tanpa suara
Mencari siapa saja yang bisa mereka peluk.

Riang tanpa suara…
Seperti foto yang masih tersenyum
Meski tangan tak lagi mampu meraih masa lalu.

Perpisahan datang tiba-tiba,
Tanpa mengetuk pintu kenangan
Mengambil hangat dari genggaman,
Menyisakan dingin yang tak tahu arah pulang.

Namun di setiap sisa napas yang bertahan
Ada harapan yang tak mau tenggelam
Bertahan di permukaan hati
Berkata pelan,

Suatu hari kita bertemu lagi
Di tempat yang tidak mengenal
Banjir, tsunami, ataupun longsor
Di tempat di mana tawa
kembali bersuara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More

[PUISI] Lumbung Kosong

23 Jun 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Menebak Arah Dunia

[PUISI] Menebak Arah Dunia

23 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Batas Nalar

[PUISI] Batas Nalar

22 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Lembaran dan Balon

[PUISI] Lembaran dan Balon

22 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Andai Aku Cantik

[PUISI] Andai Aku Cantik

21 Jun 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Rahasia Surga

[PUISI] Rahasia Surga

20 Jun 2026, 20:38 WIBFiction
[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

19 Jun 2026, 11:07 WIBFiction