[CERPEN] Bapak Gak Suka Kopi
![[CERPEN] Bapak Gak Suka Kopi](https://image.idntimes.com/post/20250924/ochir-erdene-oyunmedeg-jv_denm0pci-unsplash_b205cbad-ea63-4460-b495-7a17a4940bec.jpg)
Bapak gak suka kopi karena membuatnya begah dan kembung setelah minum.
Bapak lebih memperhatikan keluarganya daripada dirinya sendiri, seperti berhenti merokok demi kesehatan anak-anaknya.
Ibu khawatir akan kadar gula bapak yang rendah, namun bapak mulai memperhatikan pola makannya dan berhasil meningkatkan glukosa.
Ada satu hal unik yang mungkin jadi pembeda antara bapakku dengan bapak bapak yang lain. Bapak gak suka kopi.
Awalnya aku pikir, oh, mungkin karena kopi itu pahit, aku aja gak suka kopi karena pahit, mending teh yang manis.
Tiap pagi bapak akan menikmati secangkir susu dengan beberapa potong roti. Hal ini sudah menjadi kebiasaannya.
Seiring aku berbagai dewasa, aku juga baru tahu kalau yang suka kopi itu ibuku. Kenapa ya? padahal biasanya yang suka kopi kan bapak bapak.
Dan aku yang maniak teh ini agak heran dengan hal ini, kayak dunia terbalik batinku.
Suatu hari aku baru menyadari kalau ternyata bapak memang gak bisa minum kopi, bahkan selalu menolak jika ditawari kopi saat berkunjung ke rumah temannya atau keluarga.
Bapak ternyata bukan gak suka kopi, tapi beliau memang gak bisa karena pasti setelah minum kopi beratnya begah, atau kembung. Ternyata inilah alasan bapak gak suka minum kopi.
Wah, aku langsung paham kenapa selama ini bapak gak pernah ngopi.
Selain itu aku sangat bersyukur karena bapak sudah berhenti dari kebiasaan merokok, karena aku sensitif terhadap asap rokok.
Beberapa waktu yang lalu, kadar gula bapak rendah dan berakibat pada kesehatannya, hal ini membuat ibuku khawatir, dan mulai sering mengingatkan bapak agar mulai memperhatikan pola makannya dan untuk meningkatkan glukosa, agar kadar gulanya stabil. Dan benar untungnya bapak benar mengikuti saran ibu.
Aku senang karena dari hal ini bapak belajar untuk lebih memperhatikan kondisi tubuhnya. Bapak memang kadang lebih mengutamakan keluarganya daripada dirinya sendiri, itulah yang membuatku salut pada bapak.
Sehat selalu bapak.
![[PUISI] Kupu-kupu Tua](https://image.idntimes.com/post/20230208/pexels-erik-karits-5270355-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-3b12a6e678350cc8299cecb377fcd767.jpg)
![[PUISI] Sayap Itu Rapuh](https://image.idntimes.com/post/20240111/pexels-pixabay-357159-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-b162656a14f323ace0e18beb8f9a44c4.jpg)
![[PUISI] Belajar Terbang](https://image.idntimes.com/post/20251010/img_1685_0af56e78-7eaf-41cb-ae8a-654cd823545c.jpeg)
![[PUISI] Menghabiskan Malam dengan Pertanyaan yang Sama](https://image.idntimes.com/post/20260608/hannah-popowski-iyy4w3e3hjq-unsplash_29ea889f-4c89-481c-86d8-1bb8792a2358.jpg)
![[PUISI] Coba Lagi](https://image.idntimes.com/post/20260606/1000429392_cf5b73db-59f0-49f2-a0ef-28d220fea541.jpg)
![[PUISI] Tentang Tenang](https://image.idntimes.com/post/20260603/pexels-behrouz-sasani-3568050-5598510_f332765c-d0f5-44a4-8c73-a83192ceba5e.jpg)
![[PUISI] Sajak Paru-paru yang Diamputasi](https://image.idntimes.com/post/20260602/davemeier-deforestation-405749_1920_834459d1-8ccd-4879-b072-470ec10d756f.jpg)
![[PUISI] Perempuan dan Tenggat Waktunya](https://image.idntimes.com/post/20260607/pexels-gustavo-fring-4173151_ae1b2e88-139b-4de8-997a-c200429ddd5a.jpg)
![[PUISI] Manusia Memang Begitu](https://image.idntimes.com/post/20260605/pexels-gustavo-fring-4972118_156835cb-3063-427c-8fc3-bcd36e2dbc43.jpg)
![[PUISI] Senja Lupa Beranjak](https://image.idntimes.com/post/20250522/1000318208-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-e7bdf624d28469edd3974089050733d9.jpg)
![[PUISI] DI Negeri Prasangka](https://image.idntimes.com/post/20260603/pexels-chuotanhls-37860397_66523727-eadf-48cb-b89f-51d5d25f85f9.jpg)
![[PUISI] Menyelamatkan Akar](https://image.idntimes.com/post/20260601/pexels-david-kanigan-239927285-29125088_2f48d6b3-a0a9-4204-968d-3ac7bc111014.jpg)
![[PUISI] Cemburu kepada Segala yang Memilikimu](https://image.idntimes.com/post/20260516/1000217079_634440ce-10ca-4ac6-990e-9591bdc25d5c.jpg)
![[PUISI] Dahaga di Tanah Surga](https://image.idntimes.com/post/20240717/1000188822-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-707b0119f2ad3ed5077cee7382d08c92.jpg)
![[PUISI] Menyulam yang Rapuh](https://image.idntimes.com/post/20260604/1000226701_711a2bc2-933a-4cb4-8f13-6aa27b60991a.jpg)
![[PUISI] Lumrah yang Susah](https://image.idntimes.com/post/20260602/pexels-tsaqif-ss-3406403-5192087_17a213fb-78c1-4d13-bfe8-6bd020f991ed.jpg)
![[PUISI] Kompas yang Patah](https://image.idntimes.com/post/20260429/pexels-fthdgrl-12624737_cc4141e2-f251-4e15-8aac-52328c2cde50.jpg)
![[PUISI] JIka Luka Tak Pernah Ada](https://image.idntimes.com/post/20260604/pexels-david-kanigan-239927285-29342388_a1173ad0-e35c-422d-9450-a371bab41395.jpg)
![[PUISI] Saat Mentari Menyapa](https://image.idntimes.com/post/20260315/alexandra-smielova-1riyo_ypmx4-unsplash_49bde2a7-2a4d-4686-9891-7556437d5be1.jpg)
![[PUISI] Tak Pernah Usang](https://image.idntimes.com/post/20260604/desain-tanpa-judul-2_3155af7d-8ddb-4a9a-9d65-aa7977d3e600.jpg)