[CERPEN] Sendiri di Kota yang Tak Pernah Tidur
![[CERPEN] Sendiri di Kota yang Tak Pernah Tidur](https://image.idntimes.com/post/20250406/filip-mroz-vh7nuubj104-unsplash-49e101df751a8e63b3eb2631b72aae6e.jpg)
Lampu neon berkedip-kedip di sepanjang jalan, menciptakan refleksi warna-warni di aspal yang basah oleh gerimis sisa hujan. Malam di kota ini tak pernah benar-benar sepi selalu ada suara musik berdentum dari bar, tawa lepas dari orang-orang yang mabuk kebahagiaan sementara, dan deru kendaraan yang melintas tanpa henti. Tapi di antara semua itu, aku berjalan sendiri.
Hidup seorang diri di kota yang gemerlap seperti ini terasa seperti menjadi penonton dalam sebuah pertunjukan yang tak pernah usai. Aku melihat orang-orang larut dalam euforia, merayakan sesuatu yang entah apa, sementara aku hanya melangkah melewati mereka, seolah berada di dunia yang berbeda. Ada kebebasan dalam kesendirian ini, aku bisa pergi ke mana pun tanpa ada yang menunggu, bisa duduk di kafe sampai larut tanpa perlu berbagi cerita dengan siapa pun. Namun, ada juga kehampaan yang perlahan merayap di sudut-sudut hati, terutama saat malam semakin larut dan jalanan mulai kehilangan riuhnya.
Di apartemen kecilku di lantai sembilan, aku menatap keluar jendela. Gedung-gedung menjulang dengan lampu-lampunya yang berpendar seperti bintang-bintang buatan. Dari sini, aku melihat kehidupan kota yang terus berdenyut tanpa peduli pada siapa pun yang merasa kesepian. Aku menyalakan radio, membiarkan suara penyiar dan alunan musik menggantikan keheningan yang terlalu pekat.
Terkadang aku bertanya, apakah aku bagian dari kota ini, atau hanya seseorang yang kebetulan melewatinya?
Mungkin besok aku akan mencoba masuk ke dalam keramaian itu, membaur dan berpura-pura menjadi bagian dari hingar bingar dunia malam. Atau mungkin aku akan tetap seperti ini. Berjalan sendiri di antara lampu-lampu kota, menikmati kesunyian yang hanya bisa ditemukan di tengah kebisingan.
![[PUISI] Mengingat Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260418/pexels-cottonbro-4570774_dc933f46-2063-42d7-918b-bac1d36ef932.jpg)
![[PUISI] Mengapa Kami Dituntut Pasrah?](https://image.idntimes.com/post/20221209/pexels-pixabay-247195-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-69b993f34343756be63b9640f870ac0f.jpg)
![[PUISI] Di Antara Detik yang Tak Punya Nama](https://image.idntimes.com/post/20260316/pexels-catlises-23547_8d9f8358-47ae-4330-b331-a2a542957123.jpg)
![[PUISI] Sedang Bersama Sore](https://image.idntimes.com/post/20260418/pexels-rsantos1232-2225274_0e6caa2b-dba4-4977-9c64-98dea3c910ac.jpg)
![[PUISI] Persis Kaca Rapuh](https://image.idntimes.com/post/20230821/pexels-hebert-santos-3806583-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-7d1e6c2f53471fbd7d3433c0692b7942.jpg)
![[PUISI] Terdiam dalam Hangat](https://image.idntimes.com/post/20260414/1000008766_d8f14ba2-4c52-433f-ba7b-b358e7c8685d.jpg)
![[PUISI] Seutas Doa-doa Kecil](https://image.idntimes.com/post/20241118/pexels-photo-7272596-c05da5ed068e33d4cd830d385e226024-7d120280951996379b2a5d8e74ec8fdd.jpeg)
![[PUISI] Pelajaran dari Kulit Keriput Kakek](https://image.idntimes.com/post/20260130/pexels-rdne-5637503_632a8bf0-470e-4b66-b313-ddf11e3b209c.jpg)
![[PUISI] Pendar Noktah Jiwa Renik](https://image.idntimes.com/post/20260401/aron-visuals-bxoxnq26b7o-unsplash_49aa05c0-b88e-47e5-bbb0-fd5d166c68f0.jpg)
![[PUISI] Sisi Terdalam dari Hati](https://image.idntimes.com/post/20251109/pexels-m-venter-792254-1659437_b54f4955-a061-4f8b-a25e-5662d5f0c398.jpg)
![[PUISI] Cahaya yang Bertahan](https://image.idntimes.com/post/20260415/pexels-goldcircuits-2425029_ca35172f-4cda-4cc4-a737-51d6367ef464.jpg)
![[CERPEN] Sampai Mati](https://image.idntimes.com/post/20250413/pexels-rdne-5617779-dbe06ff4c910c39295673ca828a87fac-942f8e4fe50b5f0a33e2217327d94826.jpg)
![[PUISI] Sang Pemilih](https://image.idntimes.com/post/20260414/1000269502_df22a87a-c5d9-415f-9426-02c511e22565.jpg)
![[PUISI] Ratapan Pilu si Anak Tengah](https://image.idntimes.com/post/20250828/pexels-jeswin-1280162_912de89a-add3-4ac2-8f48-dca1dd970122.jpg)
![[PUISI] Lagu yang Menyimpan Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260414/pexels-omar-ramadan-1739260-6068998_502c3d73-c54b-430f-9abb-c0dd9851f940.jpg)
![[PUISI] Untaian Kata tentang Rindu yang Menggema](https://image.idntimes.com/post/20260414/pexels-ian-panelo-8050003_c0924a42-0948-40c9-a85c-35050778da3a.jpg)
![[PUISI] Perlombaan Tanpa Garis Finis](https://image.idntimes.com/post/20260410/pexels-karola-g-7283496_312ede5a-6fcd-44e8-ab2b-d528bae8ffc5.jpg)
![[PUISI] Ruang yang Dirampas](https://image.idntimes.com/post/20260415/pexels-cottonbro-4729686_64953b29-67e2-4c9e-8ad4-5aa8facc99f0.jpg)
![[PUISI] Bisikan dari Dinding Rumah](https://image.idntimes.com/post/20251210/pexels-yaroslav-shuraev-8889730_0bae2d2e-d79d-4c04-8938-0ca894a2d6d3.jpg)
![[PUISI] Yang Harus Dilupakan](https://image.idntimes.com/post/20250308/sad-contemplative-person-near-lake-23-2150420651-159d3fc451d391961a73204b1b20b3cd-f16cd6aa50efc4705a8d1570d44df7b1.jpg)