Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[CERPEN] Tahta Berdarah

[CERPEN] Tahta Berdarah
ilustrasi mahkota (unsplash.com/Simona Marinkova)
Share Article

Di jantung negeri Merpati, sebuah negara yang mengklaim diri sebagai benteng demokrasi, bercokol sebuah keluarga yang bayang-bayangnya menjulang tinggi: Keluarga Mahkota. Dengan kekayaan melimpah dan jaringan kekuasaan yang luas, mereka telah lama mengendalikan pemerintahan dari balik layar.

Raja Muda, putra mahkota yang ambisius, bertekad untuk meneruskan warisan keluarganya. Dengan wajah tampan dan lidah yang fasih, ia memikat hati rakyat dengan janji-janji manis. "Perubahan sejati akan datang," ujarnya dalam setiap pidato, "Negeri Merpati akan menjadi surga di dunia."

Namun, di balik senyum menawannya, tersimpan ambisi yang gelap. Ia berencana memperkuat cengkeraman keluarganya dengan cara yang lebih licik. Dengan bantuan para penasihat yang lihai, ia merancang berbagai skema untuk menguasai seluruh sektor penting negara, mulai dari ekonomi hingga pertahanan.

Di sudut yang lain, seorang jurnalis muda bernama Dara mulai mencurigai gelagat mencurigakan keluarga Mahkota. Insting jurnalistiknya yang tajam mendorongnya untuk menggali lebih dalam. Malam demi malam, ia menghabiskan waktu di perpustakaan, membaca dokumen-dokumen lama, dan mewawancarai orang-orang yang mengetahui rahasia keluarga Mahkota.

"Ada sesuatu yang tidak beres," gumam Dara pada dirinya sendiri. "Keluarga Mahkota ini terlalu kuat."

Semakin dalam Dara menggali, semakin banyak bukti yang ia temukan. Ternyata, keluarga Mahkota telah melakukan berbagai tindakan korupsi dan manipulasi selama bertahun-tahun. Mereka mengendalikan media massa, menyuap pejabat tinggi, dan bahkan terlibat dalam berbagai tindakan kekerasan untuk mempertahankan kekuasaannya.

Dara tidak gentar. Ia tahu bahwa informasi yang ia miliki sangat penting bagi masa depan negeri Merpati. Dengan keberanian yang luar biasa, ia mempublikasikan hasil penyelidikannya. Berita ini mengguncang seluruh negeri. Rakyat yang selama ini hidup dalam kebohongan mulai sadar akan kenyataan pahit yang mereka hadapi.

"Kita telah diperdaya!" teriak para demonstran di jalanan. "Kami menuntut keadilan!"

Raja Muda merasa terpojok. Ia berusaha membungkam Dara dan para demonstran dengan segala cara. Ia menyebarkan berita bohong, memfitnah lawan-lawan politiknya, dan bahkan menggunakan kekerasan untuk membubarkan demonstrasi. Namun, upaya Raja Muda sia-sia. Rakyat semakin bersatu dan semakin kuat.

Akhirnya, sebuah gerakan perlawanan besar-besaran pun terjadi. Rakyat dari berbagai kalangan bersatu untuk menggulingkan kekuasaan keluarga Mahkota. Mereka membangun barikade di jalanan, melakukan pemogokan umum, dan bahkan menyerbu istana.

Setelah perjuangan yang panjang dan melelahkan, mereka berhasil mencapai tujuannya. Raja Muda dan keluarganya melarikan diri dari negeri Merpati. Sebuah era baru pun dimulai. Era di mana rakyat benar-benar memegang kendali atas nasib negaranya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ahmad Baihaqi Salam
EditorAhmad Baihaqi Salam

Related Articles

See More

[PUISI] Cemburu kepada Segala yang Memilikimu

06 Jun 2026, 22:07 WIBFiction
[PUISI] Lumrah yang Susah

[PUISI] Lumrah yang Susah

06 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Kompas yang Patah

[PUISI] Kompas yang Patah

05 Jun 2026, 09:07 WIBFiction
[PUISI] Tak Pernah Usang

[PUISI] Tak Pernah Usang

04 Jun 2026, 16:57 WIBFiction
[PUISI] Sisi Gelap Senja

[PUISI] Sisi Gelap Senja

04 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Balikpapan Baru

[PUISI] Balikpapan Baru

03 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Komuni Jiwa

[PUISI] Komuni Jiwa

03 Jun 2026, 09:08 WIBFiction
[PUISI] Negara Hadir

[PUISI] Negara Hadir

03 Jun 2026, 05:04 WIBFiction