Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kopi dan Cara Tuhan Memilihmu

tumblr.com
tumblr.com

Malam kembali menyudutkan aku dibawah sini, setelah kau lihat senja dan jingga yang begitu nyala hari ini. Mega mendung, kabut tipis dan kelembutan angin untuk memilikimu seutuhnya.

Americano melebur hangat diantara dingin yang tak kulihat. Tentu saja rindu sudah semena-mena mencabik seluruh harap atas kepemilikannya. Dan kau tau, waktu sudah setengah tiga dini hari.

Tetapkan aku sebagai apa saja, seperti kopi yang tak sudi mencintai gula, seperti hilang yang kau hadirkan hari ini.

Kutenggak lagi, lagi dan lagi.

Sebelum kau sudah, sudah dan sudah.

Detik memburu menit dengan teliti. Pertanda takdir mulai berhenti bekeja sama, dan kita tau bahwa tidak ada yang pernah sama dari pengembalian. Kau bisa saja kembali dengan setengah hati, tapi aku terlalu siap untuk mencintaimu ratusan kali lagi. 

Tidak ada narasi yang berakhir seperti ini, butuh kesimpulan dan hasil pasti dari setiap hal. Sibuklah mencari, karena aku akan senantiasa mencoba ratusan kali lagi. 

Tuhan telah salah memilihku untuk mencintaimu, karena aku adalah kurang dari segala kurang dan kau...selalu lebih diantara lebih. 

Kafein, Tar dan Nikotin;

Rencana bunuh diri paling dramatis

Share
Topics
Editorial Team
Bimo
EditorBimo
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Pilihan yang Kuterima

14 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi seseorang sedang merenung

[PUISI] Setelah Luka

13 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi senja

[PUISI] Lirih Jingga

13 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi berdoa

[PUISI] Menyeduh Sabar

12 Feb 2026, 19:47 WIBFiction
ilustrasi bayangan di bawah senja

[PUISI] Benang Temaram

12 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi perempuan berdoa

[PUISI] Kepada Ramadan

11 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
Ilustrasi wanita

[PUISI] Telanjur Salah

10 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi berdiri

[PUISI] Sepenuhnya Pulih

10 Feb 2026, 14:07 WIBFiction