5 Makanan Khas Peranakan yang Menggugah Selera, Perpaduan Rasa Tionghoa dan Melayu

Jika kamu berkunjung ke Malaysia atau Singapura, kamu memiliki kesempatan untuk mempelajari budaya Peranakan. Peranakan sendiri merupakan perpaduan antara budaya Melayu dan budaya Tionghoa. Budaya ini muncul ketika banyak orang Tionghoa yang melakukan migrasi ke beberapa negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, dan Indonesia pada abad ke 15.
Menariknya, kamu gak hanya punya kesempatan jalan-jalan dari satu wisata Peranakan ke wisata lainnya, tetapi juga menikmati masakan Peranakan. Masakan Peranakan tercipta dari cita rasa kuliner Melayu dengan pengaruh Tionghoa yang kuat. Menghasilkan masakan dengan rempah-rempah yang kuat dan cita rasa beragam, lewat proses memasak yang rumit. Berikut beberapa makanan khas Peranakan yang paling populer, kamu wajib coba, ya!
1. Ayam buah keluak

Di Indonesia, keluak jadi bahan utama untuk membuat rawon. Namun di Malaysia dan Singapura, mereka memanfaatkannya untuk membuat ayam buah keluak. Keluak sendiri adalah sejenis biji-bijian berwarna hitam yang bisa ditemukan di hutan-hutan Indonesia maupun Malaysia. Biji-bijian ini berukuran besar dan mengandung hidrogen sianida yang sangat beracun jika tidak diolah dengan benar.
Untuk membuat ayam buah keluak, biji keluak terlebih dahulu di kubur dalam abu, daun pisang, dan tanah selama satu bulan. Proses ini tujuannya untuk mengurangi kandungan racunnya. Setelah satu bulan, daging ayam kemudian direbus dengan buah keluak, pasta asam Jawa, dan aneka rempah selama berjam-jam. Hasilnya, hidangan ayam yang super empuk dengan kuah bercita rasa asam, pedas, dan sedikit pahit.
2. Babi pongteh

Babi pongteh merupakan olahan babi rebus khas Peranakan. Biasanya hidangan ini menggunakan bagian kaki dan perut babi, atau bagian apapun yang memiliki kandungan lemak tinggi. Daging babi kemudian direbus dengan menggunakan pasta kedelai atau tauco, gula Melaka, kecap fermentasi, bawang putih, dan aneka rempah lainnya.
Proses perebusannya yang lama menghasilkan hidangan daging babi yang empuk dan lumer di mulut. Kuahnya berwarna gelap dengan rasa manis gurih yang nikmat. Biasanya babi pongteh disajikan dengan seporsi nasi putih dan acar sayuran.
3. Laksa lemak

Nah kalau makanan khas Peranakan yang satu ini, kamu pasti udah gak asing lagi, kan? Laksa adalah hidangan mie dengan kuah kari kental. Meski merupakan makanan khas Peranakan, paksa lemak lebih populer di Singapura ketimbang Malaysia.
Laksa lemak terbuat dari mie beras yang disajikan dengan kuah kari kental yang berasal dari perpaduan santan dan aneka rempah seperti serai, lengkuas, dan kunyit. Gak ketinggalan, pasta udang, kaldu udang, dan udang kering juga ditambahkan pada proses pembuatan kuahnya sehingga memberikan rasa umami yang nikmat. Seporsi laksa lemak biasanya disajikan dengan aneka topping, termasuk udang rebus, tahu, dan telur.
4. Udang masak nanas

Nanas dan udang mungkin terdengar seperti perpaduan yang aneh. Namun percaya atau gak, kedua bahan ini bisa lho menciptakan hidangan yang nikmat. Udang masak nanas sebetulnya adalah udang segar yang dimasak dengan kuah santan, asam Jawa, belacan atau pasta udang.
Potongan nanas ditambahkan untuk memberikan sensasi segar pada hidangan, sekaligus menyeimbangkan rasa pedas serta asam dari belacan, cabai, dan air asam Jawa. Di banyak restoran Peranakan, udang masak nanas ini biasanya disajikan dengan sepiring nasi hangat. Perpaduan antara nasi hangat ditambah udang dan kuah pedas, asam, manis. Gimana, udah kebayang belum enaknya?
5. Nyonya chap chye

Chap chye atau yang di Indonesia lebih dikenal dengan nama capcay merupakan tumis sayuran sederhana yang berasal dari Tiongkok. Dalam bahasa Hokkien, chap chye artinya sayuran campur. Hidangan ini terbuat dari potongan sayur seperti kol, jamur, kulit tahu, dan bihun. Bedanya dengan capcay Indonesia, chap chye menggunakan tauco dan kaldu udang sebagai bumbunya.
Memberikan rasa gurih dan pedas pada tumisan, membuat masakan sederhana ini jadi terasa nikmat. Chap chye selalu bisa ditemukan di restoran Peranakan. Namun kamu juga bisa membuatnya sendiri di rumah dengan pilihan sayur yang ada.
Aneka makanan Peranakan sebetulnya gak asing-asing banget di Indonesia. Mengingat komunitas Tionghoa di Indonesia juga besar, membuat kita mengenal berbagai hidangan mereka. Namun tetap aja, gak ada salahnya kalau sesekali mampir ke restoran Peranakan untuk bisa menikmati cita rasa aslinya.


















