Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Buttermilk Vs Susu Biasa: Mana yang Lebih Cocok untuk Resep Favoritmu?

Buttermilk Vs Susu Biasa: Mana yang Lebih Cocok untuk Resep Favoritmu?
ilustrasi produk susu (freepik.com/chandlervid85)

Saat memasak atau membuat kue, kamu pasti sering melihat resep yang mencantumkan buttermilk atau susu biasa sebagai salah satu bahan utama. Tapi, tahukah kamu bahwa kedua jenis susu ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan?

Memahami perbedaan ini bisa membantumu memilih bahan yang paling sesuai untuk resep favoritmu. Baik dari segi rasa, tekstur, maupun manfaatnya dalam masakan, buttermilk dan susu biasa punya keunggulan masing-masing.

Selain itu, ada beberapa trik yang bisa kamu gunakan untuk mengganti buttermilk dengan susu biasa kalau kamu gak punya stok di rumah. Jadi, mana yang lebih cocok untuk resep favoritmu? Yuk, simak perbandingan selengkapnya di bawah ini!

1. Perbedaan utama antara buttermilk dan susu biasa

Potret susu (pixabay.com/congerdesign)
Potret susu (pixabay.com/congerdesign)

Buttermilk dan susu biasa memang berasal dari sumber yang sama yaitu susu sapi, tetapi proses pembuatannya berbeda. Susu biasa adalah produk segar yang memiliki tekstur lebih cair dan rasa yang cenderung netral.

Di sisi lain, buttermilk adalah susu yang telah melalui proses fermentasi sehingga mengandung bakteri probiotik aktif seperti yogurt. Ini membuat buttermilk memiliki tekstur lebih kental dan rasa yang sedikit asam.

Selain itu, buttermilk biasanya memiliki kandungan lemak yang lebih rendah dibandingkan susu biasa. Proses fermentasi pada buttermilk juga membuatnya lebih tahan lama dibandingkan susu segar. Jadi, jika kamu mencari bahan yang awet dan rendah lemak, buttermilk bisa jadi pilihan.

2. Kapan menggunakan susu biasa dalam masakan?

ilustrasi baking (pexels.com/Son Tung Tran)
ilustrasi baking (pexels.com/Son Tung Tran)

Susu biasa adalah bahan serbaguna yang bisa digunakan dalam berbagai resep. Rasanya yang netral membuat susu biasa cocok untuk hidangan yang gak membutuhkan rasa dominan. Misalnya saat membuat kue, saus, atau minuman seperti latte; susu biasa bisa memberikan tekstur yang ringan dan lembut.

Jika kamu menggunakan susu biasa, pastikan untuk memilih jenis susu yang sesuai dengan kebutuhan resep. Susu skim (bebas lemak) cocok untuk hidangan rendah kalori, sementara susu full cream (whole milk) memberikan kekayaan rasa dan tekstur yang lebih creamy. Menurut para ahli, susu full cream sering digunakan dalam pembuatan kue karena lemaknya membantu menghasilkan tekstur yang lembut.

3. Kapan menggunakan buttermilk dalam masakan?

ilustrasi sarapan biscuit dan buttermilk (pixabay.com/mccartyv)
ilustrasi sarapan biscuit dan buttermilk (pixabay.com/mccartyv)

Buttermilk adalah pilihan yang tepat jika kamu ingin menambahkan rasa asam dan tekstur kental ke dalam masakan. Rasa asamnya cocok untuk menyeimbangkan rasa manis dalam kue atau pancake. Selain itu, buttermilk sering digunakan dalam resep seperti fried chicken atau biscuit karena keasamannya membantu melunakkan daging dan membuat adonan lebih mengembang.

Kalau kamu gak punya buttermilk, jangan khawatir! Kamu bisa membuat penggantinya dengan mudah di rumah. Cukup campurkan 1 cangkir susu biasa dengan 1 sendok makan cuka atau air lemon, diamkan selama 5-10 menit, dan voila! Kamu sudah memiliki buttermilk siap pakai.

4. Manfaat kesehatan buttermilk Vs susu biasa

ilustrasi sarapan sereal susu (pixabay.com/Katya_Ershova)
ilustrasi sarapan sereal susu (pixabay.com/Katya_Ershova)

Dari segi kesehatan, buttermilk memiliki keunggulan karena mengandung probiotik yang baik untuk pencernaan. Probiotik membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus, yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, kandungan lemaknya yang lebih rendah membuat buttermilk menjadi pilihan yang lebih sehat bagi mereka yang sedang diet.

Di sisi lain, susu biasa kaya akan kalsium dan vitamin D, yang penting untuk kesehatan tulang dan gigi. Jika kamu memilih susu full cream, kamu juga akan mendapatkan asupan lemak yang dibutuhkan tubuh untuk energi. Namun, bagi mereka yang intoleran laktosa, susu biasa mungkin gak cocok, sementara buttermilk bisa lebih mudah dicerna karena proses fermentasinya.

5. Tips memilih antara buttermilk dan susu biasa

ilustrasi pancake (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi pancake (pexels.com/Pixabay)

  • Pilih susu biasa jika kamu menginginkan rasa netral dan tekstur ringan dalam masakanmu. Susu biasa cocok untuk kue, saus, atau minuman.
  • Pilih buttermilk jika kamu ingin menambahkan rasa asam dan tekstur kental. Buttermilk ideal untuk kue, pancake, atau hidangan gurih seperti fried chicken.
  • Perhatikan kandungan lemak jika kamu sedang diet. Buttermilk umumnya lebih rendah lemak dibandingkan susu biasa.
  • Cek ketersediaan di rumah. Kalau gak ada buttermilk, kamu bisa membuatnya sendiri dengan susu biasa dan cuka.

Jadi, mana yang lebih cocok untuk resep favoritmu, buttermilk atau susu biasa? Jawabannya tergantung pada jenis masakan dan hasil yang kamu inginkan.

Susu biasa cocok untuk hidangan yang membutuhkan rasa netral dan tekstur ringan, sementara buttermilk ideal untuk menambahkan keasaman dan kekentalan. Keduanya memiliki tempatnya masing-masing di dapur. Dengan memahami perbedaannya, kamu bisa lebih kreatif memanfaatkannya dalam masakan. Selamat mencoba!

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
L A L A .
EditorL A L A .
Follow Us

Latest in Food

See More

Resep Otak-otak Ayam Bakar Bumbu Bali, Pedas Gurihnya Bikin Nagih!

07 Apr 2026, 21:15 WIBFood