Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Daun Salam Kering Apakah Bisa Digunakan?
Potret daun salam (pexels.com/Victoria Bowers)
  • Daun salam yang mengering alami tetap aman dipakai selama tidak berjamur, berlendir, atau berbau tengik; pengeringan hanya mengurangi kadar air.
  • Aroma daun salam kering lebih lembut karena sebagian minyak atsiri menguap, tetapi tetap efektif untuk masakan berkuah atau dimasak lama seperti gulai dan semur.
  • Simpan daun salam dalam wadah kedap udara di tempat sejuk dan kering; buang bila muncul jamur, bau apek, tengik, atau terlalu rapuh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Daun salam menjadi salah satu bumbu dapur yang hampir selalu digunakan dalam masakan Indonesia. Aroma khasnya mampu memperkaya cita rasa berbagai hidangan, mulai dari semur, gulai, hingga aneka tumisan.

Namun, daun salam seringkali tidak selalu habis dalam sekali pakai, sehingga kerap disimpan cukup lama hingga warnanya berubah dan teksturnya menjadi kering. Perubahan tersebut tak jarang membuat banyak orang bertanya-tanya apakah daun salam yang sudah mengering masih bisa dimanfaatkan untuk memasak atau justru sebaiknya dibuang.

Benarkah daun salam kering masih layak digunakan? Simak penjelasannya berikut ini, yuk!

1. Daun salam kering tetap aman digunakan

Daun salam yang mengering secara alami masih bisa dipakai sebagai bumbu masakan. Proses pengeringan hanya mengurangi kadar air di dalam daun, bukan membuatnya langsung rusak atau berbahaya. Bahkan, di banyak negara, daun aromatik seperti bay leaf memang lebih sering dijual dalam bentuk kering, karena daya simpannya bisa lebih lama.

Selama daun salam tidak berjamur, tidak berlendir, dan tidak mengeluarkan bau tengik, daun tersebut masih aman digunakan. Meski demikian, aroma daun salam kering biasanya tidak sekuat daun yang masih segar, sehingga jumlah penggunaannya bisa sedikit ditambah sesuai kebutuhan.

2. Aroma dan rasanya memang sedikit berbeda

Potret daun salam (pexels.com/www.kaboompics.com)

Daun salam segar mengandung minyak atsiri yang lebih tinggi, sehingga aromanya terasa lebih harum saat dimasak. Seiring proses pengeringan, sebagian minyak atsiri tersebut akan menguap, sehingga aroma yang dihasilkan menjadi lebih lembut.

Meski begitu, daun salam kering tetap mampu memberikan cita rasa khas pada masakan, terutama jika direbus dalam waktu cukup lama. Jadi, daun salam kering lebih cocok digunakan untuk hidangan berkuah, semur, gulai, atau masakan yang dimasak perlahan, agar aromanya sempat keluar.

3. Hindari menggunakan daun yang sudah berjamur

Tidak semua daun salam kering masih layak digunakan. Jika muncul bercak putih, hitam, atau kehijauan yang menyerupai jamur, sebaiknya daun tersebut langsung dibuang.

Selain jamur, daun yang mengeluarkan aroma apek, tengik, atau berubah menjadi sangat rapuh hingga hancur saat disentuh juga menandakan kualitasnya sudah menurun. Menggunakan bumbu yang sudah rusak bukan hanya mengurangi kualitas rasa masakan, tetapi juga berpotensi memengaruhi keamanan pangan.

4. Simpan dengan cara yang benar, agar lebih awet

Potret daun salam (pexels.com/Marek Kupiec)

Selalu simpan dalam wadah kedap udara di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung, agar daun salam tidak cepat rusak. Hindari menyimpannya di area yang lembap, karena dapat memicu pertumbuhan jamur.

Jika membeli daun salam dalam jumlah banyak, kamu juga bisa mengeringkannya terlebih dahulu sebelum disimpan. Dengan cara ini, daun salam dapat bertahan hingga beberapa bulan tanpa kehilangan kualitas secara signifikan.

5. Gunakan sesuai jenis masakan

Daun salam segar biasanya lebih cocok untuk masakan yang membutuhkan aroma kuat dalam waktu singkat, seperti tumisan atau pepes. Sementara itu, daun salam kering lebih ideal untuk hidangan yang dimasak lama, seperti gulai atau tongseng, karena aromanya akan keluar secara perlahan selama proses memasak.

Jika kamu memiliki keduanya di rumah, kamu bisa menyesuaikan pilihan berdasarkan jenis masakan yang akan dibuat. Dengan begitu, cita rasa makanan tetap maksimal meski menggunakan daun salam yang sudah kering.

Daun salam yang sudah kering ternyata masih bisa dimanfaatkan sebagai bumbu masakan selama kondisinya masih baik dan bebas jamur. Meski aromanya sedikit berkurang dibandingkan daun segar, daun salam kering tetap mampu memberikan rasa khas pada berbagai hidangan. Kuncinya adalah memastikan penyimpanannya benar dan selalu memeriksa kualitas daun sebelum digunakan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article