Do’s and Don’ts Memasak MPASI, Orangtua Wajib Tahu!

Memasuki usia enam bulan, bayi mulai membutuhkan makanan pendamping ASI (MPASI) untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang semakin meningkat. Pada fase ini, orang tua tidak hanya perlu memperhatikan jenis bahan makanan yang digunakan, tetapi juga cara mengolah dan menyajikannya. Sebab, sistem pencernaan bayi masih dalam tahap perkembangan sehingga membutuhkan makanan yang aman, higienis, dan sesuai dengan usianya.
Meski terlihat sederhana, masih banyak kesalahan yang sering terjadi saat menyiapkan MPASI, mulai dari penggunaan bumbu yang kurang tepat hingga penyimpanan makanan yang tidak sesuai. Padahal, cara memasak yang benar dapat membantu menjaga kandungan gizi sekaligus mengurangi risiko gangguan pencernaan pada bayi.
Agar kebutuhan nutrisi si kecil tetap terpenuhi dan proses makan menjadi lebih aman, berikut beberapa do’s and don’ts yang perlu diperhatikan saat memasak MPASI.
Do’s (yang sebaiknya dilakukan) saat memasak MPASI

1. Gunakan bahan makanan yang segar.
Pilih bahan makanan yang masih segar dan berkualitas baik, termasuk sayuran, buah-buahan, daging, ikan, maupun telur. Bahan yang segar umumnya memiliki kandungan nutrisi yang lebih optimal dibanding bahan yang sudah terlalu lama disimpan.
Selain itu, pastikan bahan makanan dicuci bersih sebelum diolah untuk mengurangi risiko kontaminasi bakteri atau kotoran yang dapat membahayakan kesehatan bayi.
2. Masak hingga matang sempurna.
Daging, ayam, ikan, dan telur sebaiknya dimasak hingga benar-benar matang untuk menghindari risiko infeksi bakteri yang dapat mengganggu kesehatan bayi. Meski demikian, hindari memasak terlalu lama karena dapat mengurangi kandungan vitamin tertentu, terutama pada sayuran.
3. Perhatikan tekstur sesuai usia bayi.
Tekstur MPASI perlu disesuaikan dengan tahapan usia dan kemampuan makan bayi. Pada awal MPASI, makanan biasanya diberikan dalam bentuk halus atau puree.
Seiring bertambahnya usia, tekstur dapat ditingkatkan menjadi lumat, cincang halus, hingga makanan keluarga. Pemberian tekstur yang tepat membantu melatih kemampuan mengunyah dan perkembangan motorik oral bayi.
4. Gunakan peralatan yang bersih.
Kebersihan peralatan memasak dan makan bayi sangat penting untuk diperhatikan. Pastikan talenan, pisau, blender, panci, mangkuk, hingga sendok dalam keadaan bersih sebelum digunakan. Kebiasaan ini dapat membantu mengurangi risiko kontaminasi bakteri yang berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan.
5. Variasikan bahan makanan.
Kenalkan berbagai jenis bahan makanan sejak dini, agar bayi mendapatkan asupan nutrisi yang lebih beragam. Kombinasikan sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran, dan buah dalam menu sehari-hari. Selain memenuhi kebutuhan gizi, variasi makanan juga membantu bayi mengenal lebih banyak rasa dan tekstur.
Don'ts (yang sebaiknya dihindari) saat memasak MPASI

1. Jangan menambahkan garam dan gula berlebihan.
Ginjal bayi belum berkembang sempurna, sehingga belum mampu memproses natrium dalam jumlah tinggi seperti orang dewasa. Jadi, batasi penggunaan garam dan gula, terutama pada awal pemberian MPASI. Biarkan bayi mengenal rasa alami dari bahan makanan yang dikonsumsi.
2. Jangan menggunakan bahan yang sudah tidak segar.
Hindari mengolah bahan makanan yang sudah berubah warna, berbau tidak sedap, atau mendekati masa kedaluwarsa. Bahan yang kualitasnya menurun berisiko mengandung bakteri yang dapat memicu masalah kesehatan pada bayi. Selalu periksa kondisi bahan sebelum mulai memasak.
3. Jangan menyimpan MPASI terlalu lama di suhu ruang.
MPASI yang sudah matang sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Jika tidak langsung dikonsumsi, simpan makanan dalam wadah tertutup dan masukkan ke dalam kulkas atau freezer sesuai kebutuhan. Penyimpanan yang tepat membantu menjaga kualitas makanan sekaligus mencegah pertumbuhan bakteri.
4. Jangan memanaskan makanan berulang kali.
Memanaskan MPASI berkali-kali dapat menurunkan kualitas nutrisi dan meningkatkan risiko kontaminasi. Sebaiknya ambil porsi secukupnya untuk sekali makan, lalu panaskan hanya bagian yang akan diberikan kepada bayi. Cara ini juga membantu mengurangi pemborosan makanan.
5. Jangan memaksakan bayi menghabiskan makanan.
Setiap bayi memiliki nafsu makan yang berbeda-beda. Jika bayi menunjukkan tanda kenyang, sebaiknya jangan memaksanya untuk menghabiskan seluruh makanan. Memberi kesempatan bayi mengenali rasa lapar dan kenyang dapat membantu membangun hubungan yang sehat dengan makanan sejak dini.
Itu dia beberapa do's and don'ts memasak MPASI yang perlu diperhatikan. Memasak MPASI bukan hanya soal membuat makanan yang lezat, tetapi juga memastikan setiap menu aman, bergizi, dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang bayi. Dengan begitu, orangtua dapat memberikan pengalaman makan yang lebih nyaman, sekaligus mendukung pemenuhan nutrisi si kecil secara optimal.



















