Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Ide Bekal untuk Pendakian Tektok, Bikin Perut Kenyang Lama

ilustrasi singkong goreng
ilustrasi singkong goreng (commons.m.wikimedia.org/Rwebogora)
Intinya sih...
  • Nasi dan lauk kering adalah bekal praktis yang mengandung karbohidrat dan protein untuk energi stabil selama pendakian.
  • Telur pindang adalah pilihan bekal yang kaya protein, gurih, awet, dan dapat menjaga stamina serta memulihkan energi otot.
  • Keripik kentang homemade, roti gandum, ayam filet goreng, umbi-umbian goreng, dan cokelat hitam juga cocok sebagai bekal pendakian tektok.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ada yang belum tahu apa itu pendakian tektok? Namanya terdengar mirip dengan penyebutan salah satu aplikasi kekinian, tetapi pendakian tektok ternyata merupakan singkatan yang diambil dari kata seketika. Pendakian tektok adalah tipe pendakian yang dilakukan dalam waktu singkat. Bisa dibilang datang dan langsung kembali.

Meskipun durasinya singkat, persiapan logistik, termasuk bekal makanan, tetap menjadi kunci utama agar pendakian tetap berjalan lancar dan nyaman. Bekal untuk pendakian tektok sebaiknya tidak hanya lezat, tetapi juga praktis, ringan, dan tidak mudah basi. Bila bingung menentukan mau membawa bekal apa, berikut tujuh ide bekal yang cocok untuk pendakian tektok.

1. Nasi dan lauk kering

ilustrasi nasi dan lauk kering
ilustrasi nasi dan lauk kering (unsplash.com/Ferks Guare)

Nasi dengan lauk kering, seperti abon, kering tempe, dendeng, hingga serundeng, adalah pilihan bekal yang praktis. Dari segi ketahanannya bisa dipertimbangkan dan tidak memerlukan pemanasan.

Kombinasi karbohidrat dari nasi serta protein yang berasal dari lauk kering, cukup untuk memberikan energi yang stabil selama mendaki, lho. Karena praktis, kamu bisa membungkusnya dalam wadah yang ringan dan padat.

2. Telur pindang

ilustrasi telur pindang
ilustrasi telur pindang (commons.m.wikimedia.org/Dilu)

Telur adalah makanan yang kaya kandungan protein. Praktis sekali jika jadi pilihan untuk bekal pendakian tektok. Nah, salah satu olahan telur yang bisa jadi ide untuk bekal yaitu telur pindang.

Selain rasanya yang gurih berbumbu, telur pindang juga lebih awet dibandingkan telur rebus biasa karena dimasak dengan rempah-rempah. Siapa sangka sebutir telur pindang ternyata dapat menjaga stamina dan memulihkan energi otot yang terpakai selama pendakian, lho.

3. Keripik kentang homemade

ilustrasi keripik kentang
ilustrasi keripik kentang (unsplash.com/Gabriel Mihalcea)

Jika ingin bekal camilan yang lebih sehat, keripik kentang buatan sendiri bisa jadi pilihan. Kamu bisa membuatnya jauh hari sebelum keberangkatan untuk melakukan pendakian tektok, lho. Kentang adalah makanan dengan sumber karbohidrat kompleks yang baik untuk energi jangka panjang.

Dengan membuat keripik sendiri, kamu pun dapat mengontrol jumlah minyak dan garam, serta memastikan tingkat kebersihannya. Tidak cuma mengenyangkan, sensasi gurih dari keripik kentang homemade bisa membangkitkan semangat di saat lelah mendaki.

4. Roti gandum

ilustrasi roti gandum
ilustrasi roti gandum (unsplash.com/Sergio Arze)

Salah satu bekal pendakian tektok yang tak pernah ketinggalan adalah roti. Namun, tidak sembarang memilih roti hanya karena rasa atau selai manisnya saja, ya. Direkomendasikan sekali membawa roti gandum sebagai bekal untuk pendakian tektok.

Roti gandum termasuk pilihan makanan yang mengandung karbohidrat dan sehat. Tidak seperti  roti tawar biasa, roti gandum memiliki kandungan serat yang lebih tinggi sehingga bisa membuatmu merasa kenyang lebih lama. Kamu bisa menyajikannya roti gandum dengan olesan selai kacang atau keju, dua tipe selai yang juga memberikan tambahan protein dan lemak baik.

5. Ayam filet goreng

ilustrasi ayam filet goreng
ilustrasi ayam filet goreng (unsplash.com/Lucas Andrade)

Ada lagi makanan mengandung protein yang bisa dijadikan camilan maupun lauk yang bisa jadi ide bekal untuk pendakian tektok, yaitu ayam filet goreng. Kenapa harus ayam filet?

Pertama, karena praktis saat mengolah maupun memakannya. Kedua, karena ayam filet biasanya bersumber dari daging ayam bagian dada yang dikenal memiliki banyak kandungan baik untuk tubuh. Mengambil jalan praktis supaya bisa dimakan dalam jangka waktu panjang, kamu bisa menggoreng ayam filet dengan balutan tepung. Kandungan protein tinggi pada ayam sangat efektif untuk memulihkan energi serta menjaga kekuatan otot selama pendakian.

6. Umbi-umbian goreng

ilustrasi singkong goreng
ilustrasi singkong goreng (commons.m.wikimedia.org/Bdieu)

Camilan terbaik selama pendakian adalah umbi-umbian, seperti ubi atau singkong. Selain memanjakan lidah saat beristirahat setelah mendaki, umbi-umbian juga memberi rasa kenyang yang lama serta pasokan energi konsisten.

Ubi manis atau singkong goreng adalah olahan yang bisa dipertimbangkan untuk jadi ide bekal pendakian tektok, lho. Selain praktis juga tahan lama.

7. Cokelat

ilustrasi cokelat
ilustrasi cokelat (commons.m.wikimedia.org/Simon A. Eugster)

Selain umbi-umbian, cokelat juga bisa jadi pilihan camilan mendaki, lho. Cokelat, terutama cokelat hitam, adalah sumber energi instan yang sangat direkomendasikan. Kandungan gula dan lemaknya dapat dengan cepat meningkatkan energi saat kamu merasa lelah.

Selain itu, cokelat juga dapat meningkatkan mood dan memberikan motivasi tambahan saat terdapat tantangan di jalur pendakian terasa berat. Kamu bisa memilih cokelat batangan yang tidak mudah meleleh.

Memilih bekal yang tepat adalah bagian penting dari keberhasilan pendakian tektok. Bekal yang praktis, bergizi, dan lezat tidak hanya akan menjaga energi kamu supaya tetap prima, tetapi juga membuat pengalaman mendaki menjadi lebih menyenangkan. Pastikan tubuhmu fit juga ketika hendak melakukan pendakian tektok, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us