10 Sarapan Indonesia Terbaik Versi TasteAtlas, Ada Favoritmu?

- TasteAtlas memperbarui daftar sarapan Indonesia pada 15 Agustus 2026 berdasarkan 552 penilaian valid dari total 782 ulasan pengguna.
- Bubur ayam memimpin dengan rating 4,3, disusul nasi goreng 4,2 dan gado-gado 3,9 sebagai tiga sajian teratas.
- Daftar 10 besar turut menampilkan gudeg, bubur ketan hitam, soto ceker, chai tow kway, arem-arem, kupat tahu, dan papeda, mencerminkan ragam kuliner daerah.
TasteAtlas kembali menyoroti kekayaan kuliner Indonesia melalui daftar sarapan terbaik yang diperbaharui pada 15 Agustus 2026. Situs kuliner tersebut memasukkan sejumlah hidangan khas Nusantara yang biasa disantap pada pagi hari, mulai dari makanan berkuah hingga sajian berbahan nasi dan sagu. Penilaiannya berasal dari pengguna TasteAtlas, dengan total 782 penilaian yang tercatat dan 552 di antaranya dinyatakan valid oleh sistem.
Masuknya berbagai hidangan Indonesia dalam daftar ini menunjukkan pilihan sarapan di Tanah Air begitu beragam. Setiap daerah memiliki sajian dengan karakter rasa dan bahan yang berbeda-beda, seperti bubur ayam yang gurih, gudeg yang manis, hingga papeda yang menjadi makanan khas Indonesia timur.
Menariknya, beberapa hidangan yang selama ini lebih sering dianggap sebagai makanan sehari-hari ternyata turut mendapat perhatian dalam platform kuliner internasional tersebut. Lantas, apa saja sarapan khas Indonesia yang masuk daftar terbaik versi TasteAtlas? Berikut daftar lengkapnya untukmu!
Table of Content
1. Bubur ayam
Bubur ayam menjadi sarapan Indonesia dengan peringkat tertinggi versi TasteAtlas dengan rating 4,3. Hidangan ini terdiri dari bubur nasi bertekstur lembut yang biasanya diberi suwiran ayam dan berbagai pelengkap.
Taburan daun bawang, bawang goreng, kacang kedelai, cakwe, telur, serta kerupuk membuat teksturnya semakin beragam. Kecap manis dan sambal juga kerap ditambahkan untuk memberikan rasa manis, gurih, sekaligus pedas. Karena banyak dijajakan sejak pagi, bubur ayam menjadi salah satu menu sarapan yang mudah ditemukan di berbagai daerah.
2. Nasi goreng

Potret membuat nasi goreng (pexels.com/RDNE Stock project) Di posisi kedua, terdapat nasi goreng dengan rating 4,2. Menu yang satu ini begitu lekat dengan keseharian masyarakat Indonesia dan sering menjadi pilihan sarapan karena mudah dibuat sekaligus cukup mengenyangkan.
Nasi yang sudah dimasak sebelumnya ditumis bersama bawang merah, bawang putih, cabai, dan aneka bumbu. Kecap manis menjadi salah satu bahan yang memberikan karakter rasa khas pada nasi goreng Indonesia. Telur, ayam, atau bahan pelengkap lainnya juga dapat ditambahkan sesuai selera.
3. Gado-gado
Gado-gado berada di peringkat ketiga dengan rating 3,9. Hidangan yang identik dengan kuliner Jakarta ini terdiri dari berbagai sayuran, tahu, tempe, dan telur yang kemudian disiram dengan saus kacang.
Perpaduan sayuran dan bumbu kacang membuat gado-gado terasa gurih sekaligus segar. Hidangan ini juga dapat disantap bersama nasi dan kerupuk. Meski tidak khusus dikonsumsi pada pagi hari, gado-gado cukup fleksibel untuk dijadikan pilihan sarapan.
4. Gudeg

Potret gudeg (commons.wikimedia.org/Midori) Kuliner khas Yogyakarta, yakni gudeg, menempati peringkat keempat dengan rating 3,7. Hidangan ini menggunakan nangka muda yang dimasak perlahan bersama santan dan berbagai rempah hingga menghasilkan cita rasa gurih dan manis.
Gudeg biasanya disajikan bersama nasi, ayam, telur, tahu, atau tempe. Berdasarkan teksturnya, terdapat gudeg basah dan gudeg kering. Gudeg kering dimasak lebih lama, sehingga kuahnya lebih sedikit dan cita rasanya cenderung lebih pekat.
5. Bubur ketan hitam
Selanjutnya, ada bubur ketan hitam yang memperoleh rating 3,6. Hidangan manis ini dibuat dari beras ketan hitam yang dimasak hingga lembut dan memiliki tekstur kental.
Rasa manis dari gula berpadu dengan santan yang gurih, sehingga menghasilkan cita rasa yang legitnya khas. Meski lebih sering dianggap sebagai camilan atau hidangan penutup, bubur ketan hitam ternyata masuk dalam daftar sarapan Indonesia versi TasteAtlas.
6. Soto ceker

Potret soto (vecteezy.com/Irkham kurniawan) Soto ceker berada di peringkat keenam dengan rating 3,2. Sesuai namanya, hidangan ini menggunakan ceker ayam yang dimasak hingga empuk dan disajikan dalam kuah kaldu berbumbu.
Kuahnya umumnya terbuat dari perpaduan bawang merah, bawang putih, kunyit, ketumbar, jahe, lengkuas, dan serai. Soto ceker biasanya disantap bersama nasi atau lontong, kemudian dilengkapi taoge, daun bawang, bawang goreng, jeruk nipis, dan sambal.
7. Chai tow kway
Di posisi ketujuh, ada chai tow kway dengan rating 3,2. Hidangan ini mendapat pengaruh dari kuliner komunitas Tionghoa dan dikenal di sejumlah wilayah Asia, termasuk Indonesia. Biasanya sajian ini bisa ditemukan di Batam atau Medan.
Bahan utamanya berupa kue dari tepung beras, serta lobak putih yang digoreng bersama lobak asin, telur, bawang putih, serta bumbu. Hasilnya menciptakan perpaduan tekstur lembut dan sedikit renyah dengan cita rasa gurih.
8. Arem-arem

Potret arem-arem (vecteezy.com/Tyas Indayanti) Arem-arem memperoleh rating 3,1 dan berada di peringkat kedelapan. Makanan khas Jawa Timur ini berupa nasi yang diberi isian, dibungkus daun pisang, lalu dikukus hingga matang.
Isinya bisa berupa sayuran berbumbu, tempe, ayam suwir, hingga daging cincang. Bentuknya yang praktis dan mudah dibawa membuat arem-arem tidak hanya cocok sebagai sarapan, tetapi juga sering dijadikan bekal perjalanan.
9. Kupat tahu
Selanjutnya, ada kupat tahu dengan rating 3,0. Hidangan ini umumnya terdiri dari ketupat atau lontong, tahu goreng, taoge, dan siraman bumbu kacang. Rasa gurih, manis, dan pedas menjadi karakter utama hidangan tersebut.
Menariknya, kupat tahu memiliki beberapa versi daerah, seperti kupat tahu Magelang, Singaparna, dan Bandung. Masing-masing memiliki ciri khas dalam penyajian maupun bumbunya.
10. Papeda

Potret papeda (commons.m.wikimedia/Tumanisme) Melengkapi daftar 10 besar, ada papeda dengan rating 3,0. Hidangan khas Maluku dan Papua ini dibuat dari tepung sagu yang dimasak bersama air hingga menghasilkan tekstur kenyal, lengket, dan agak bening.
Papeda memiliki rasa yang cenderung netral, sehingga biasanya disantap bersama lauk berbumbu kuat, salah satunya ikan kuah kuning. Hidangan ini juga memperlihatkan bagaimana sagu menjadi sumber pangan penting bagi masyarakat di Indonesia timur.
Itu dia daftar sarapan Indonesia terbaik versi TasteAtlas yang bisa menjadi referensi untuk memulai hari-harimu. Setiap hidangan memiliki bahan, cita rasa, dan latar budaya yang berbeda-beda. Makanan mana saja yang menjadi menu sarapan favoritmu? Tulis di kolom komentar, ya!




















