Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

⁠12 Bahan Makanan Termahal di Dunia 2026, Ada dari Indonesia

⁠12 Bahan Makanan Termahal di Dunia 2026, Ada dari Indonesia
Potret caviar (pexels.com/Razane Adra)
  • TasteAtlas merilis daftar 12 bahan makanan termahal 2026, dengan harga tinggi dipengaruhi kelangkaan, produksi rumit, pasokan terbatas, dan masa pematangan panjang.
  • Almas caviar dari Iran menjadi yang termahal, seharga sekitar Rp356,8–624,5 juta per kilogram; beluga caviar Kazakhstan menyusul hingga Rp214,1 juta per kilogram.
  • Indonesia masuk daftar melalui sarang burung walet, bernilai Rp35,6–178,4 juta per kilogram karena pengumpulan dan pembersihannya dilakukan secara manual.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bagi sebagian orang, harga makanan mungkin hanya menjadi pertimbangan sebelum membeli. Namun, ada sejumlah bahan makanan di dunia yang harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah per kilogram. Bukan tanpa alasan, harga fantastis tersebut biasanya dipengaruhi oleh kelangkaan bahan, proses produksi yang rumit, hingga waktu pematangan yang sangat panjang.

Maka dari itu, TasteAtlas kembali merilis daftar bahan makanan termahal di dunia pada 2026. Dalam unggahan Instagram resmi @tasteatlas pada Selasa (18/8/2026), TasteAtlas membagikan daftar bertajuk Most Expensive Food yang memperlihatkan sejumlah bahan pangan dengan harga fantastis.

Menariknya, daftar tersebut tidak hanya diisi bahan makanan dari Eropa atau Jepang. Salah satu bahan makanan termahal yang tercantum berasal dari Indonesia, lho. Lantas, apa saja bahan makanan termahal di dunia versi TasteAtlas? Berikut daftar lengkapnya.

  1. 1. Foie gras, Prancis

    Foie gras merupakan bahan makanan yang dibuat dari hati bebek atau angsa melalui proses penggemukan khusus. Harga foie gras berada di kisaran US$80–200 per kilogram, atau sekitar Rp1,4 juta-Rp3,5 juta per kilogram. Harganya dipengaruhi proses produksi yang membutuhkan penanganan khusus, biaya produksi tinggi, serta ketersediaan produk premium yang terbatas.

  2. 2. Jamón ibérico de bellota, Spanyol

    Jamón Ibérico de Bellota merupakan ham premium yang berasal dari babi ras Ibérico murni. Babi tersebut melalui proses penggemukan dengan pakan biji ek sebelum daging diawetkan dan dimatangkan dalam waktu panjang. Harganya mencapai US$150–500 per kilogram, setara dengan sekitar Rp2,6 juta-Rp8,9 juta per kilogram.

  3. 3. Bluefin tuna otoro, Jepang

    Potret tuna otoro
    Potret tuna otoro (vecteezy.com/Yulia Gapeenko)

    Bluefin tuna otoro adalah bagian perut tuna sirip biru dikenal kandungan lemaknya yang tinggi dan tekstur lembut. Potongan ini banyak digunakan dalam sajian sashimi premium di Jepang. Harganya berkisar US$200–500 per kilogram, atau sekitar Rp3,5 juta-Rp8,9 juta per kilogram. Jumlah otoro yang dapat diperoleh dari seekor ikan terbatas, sedangkan permintaannya cukup tinggi. Hal inilah yang membuat harganya melangit.

  4. 4. Tahitian vanilla, Prancis

    Tahitian vanilla berasal dari tanaman Vanilla × tahitensis yang banyak dibudidayakan di Polinesia Prancis. Vanila ini memiliki aroma khas dan proses produksi yang membutuhkan penyerbukan, serta pengolahan secara manual. Harganya berada di kisaran US$400–700 per kilogram, atau sekitar Rp7,1 juta-Rp12,4 juta per kilogram.

  5. 5. A5 Kobe Beef, Jepang

    A5 Kobe beef berasal dari sapi Tajima-gyu di Prefektur Hyogo, Jepang. Daging ini harus memenuhi standar dan proses sertifikasi yang ketat sebelum dapat disebut Kobe beef. Dengan kualitas marbling yang tinggi dan produksi terbatas, harganya mencapai US$500–1.000 per kilogram, atau sekitar Rp8,92 juta–17,84 juta per kilogram.

  6. 6. Matsutake mushroom, Jepang

    Potret matsutake mushroom
    Potret matsutake mushroom (pexels.com/ Change C.C)

    Matsutake merupakan jamur liar yang sangat dihargai dalam kuliner Jepang. Jamur ini sulit dibudidayakan secara konsisten sehingga sebagian besar diperoleh dari hutan pinus. Musim panennya juga singkat, sekitar September hingga November saja. Harganya mencapai US$500–2.000 per kilogram, atau sekitar Rp8,9 juta-Rp35,6 juta per kilogram.

  7. 7. Aceto balsamico tradizionale di modena DOP extra vecchio, Italia

    Berbeda dari cuka balsamik biasa, aceto balsamico tradizionale di modena DOP extra vecchio harus melalui proses pematangan minimal 25 tahun. Produksinya terbatas dan mengikuti standar DOP yang ketat. Harga bahan ini mencapai US$1.000–2.000 per liter, atau sekitar Rp17,8 juta-Rp35,6 juta per liter.

  8. 8. White truffle alba, Italia

    White truffle alba atau Tuber magnatum termasuk bahan pangan paling langka dalam daftar ini. Truffle tersebut tumbuh secara liar dan belum dapat dibudidayakan secara konsisten. Musim panennya juga sangat singkat, yakni sekitar Oktober hingga Desember. Harganya berkisar US$3.000–7.000 per kilogram, atau sekitar Rp53,5 juta-Rp124,9 juta per kilogram.

  9. 9. Edible bird’s nest, Indonesia

    Potret sarang burung walet
    Potret sarang burung walet (pixabay.com/user1499577305)

    Edible bird’s nest atau sarang burung walet merupakan salah satu bahan pangan premium yang banyak dikonsumsi di Asia. Sarang yang terbentuk dari air liur burung walet tersebut harus dikumpulkan dan dibersihkan secara manual. Harganya berada di kisaran US$2.000–10.000 per kilogram, setara dengan sekitar Rp35,6 juta-Rp178,4 juta per kilogram.

  10. 10. Saffron, Iran

    Saffron dikenal sebagai salah satu rempah termahal di dunia. Rempah ini berasal dari kepala putik bunga Crocus sativus. Setiap bunga hanya menghasilkan tiga helai kepala putik, sehingga seluruh proses pemanenannya dilakukan secara manual.

    Untuk menghasilkan sekitar satu kilogram saffron, dibutuhkan kurang lebih 150 ribu tangkai bunga. Tak heran jika harganya mencapai US$3.000–10.000 per kilogram, atau sekitar Rp53,5 juta-Rp178,4 juta per kilogram.

  11. 11. Beluga caviar, Kazakhstan

    Beluga caviar berasal dari telur ikan beluga sturgeon atau huso huso. Ikan ini membutuhkan waktu sekitar 15–20 tahun atau lebih untuk mencapai kematangan sebelum dapat menghasilkan telur. Karena siklus produksinya panjang dan pasokannya terbatas, harganya mencapai US$7.000–12.000 per kilogram, atau sekitar Rp124,9 juta-Rp214,1 juta per kilogram.

  12. 12. Almas caviar, Iran

    Potret caviar
    Potret caviar (pixabay.com/MiWeb)

    Di posisi paling mahal, ada almas caviar yang berasal dari telur beluga sturgeon albino. Produksinya sangat terbatas dan ikan yang digunakan membutuhkan waktu sekitar 20–25 tahun atau lebih untuk mencapai kematangan.

    Harganya mencapai US$20 ribu–35 ribu per kilogram, atau sekitar Rp356,8 juta-Rp624,5 juta per kilogram. TasteAtlas juga menyoroti Almas caviar sebagai salah satu caviar dengan harga tertinggi di dunia.

    Demikian deretan bahan makanan termahal di dunia 2026 versi TasteAtlas. Dari daftar tersebut, terlihat bahwa harga bahan makanan tidak hanya ditentukan oleh cita rasa, tetapi juga proses produksi hingga waktu yang panjang sebelum dapat dipanen. Makanan mana yang paling membuatmu tergiur?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More