Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sejarah Soto Betawi, Sup Terbaik Ketiga Di Dunia Versi TasteAtlas
ilustrasi sejarah soto betawi (unsplash.com/id/@jeraind)
  • TasteAtlas menempatkan soto betawi sebagai sup terbaik ketiga dunia, menyoroti kuliner Jakarta ini sebagai comfort food berkuah gurih dengan daging empuk.
  • Soto betawi diperkirakan populer di Jakarta sejak 1950-an, lahir dari akulturasi Batavia; namanya pertama kali dipopulerkan Lie Bowen Bo di THR Lokasari.
  • Ciri utamanya ialah kuah pekat dan creamy berbahan santan, berisi daging atau jeroan sapi, serta lazim disantap dengan nasi atau ketupat dan pelengkap segar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Baru-baru ini, TasteAtlas mengunggah 50 sup terbaik di dunia versi mereka. Siapa sangka, dalam tiga teratas ada soto betawi yang kerap kita temukan sebagai comfort food. Makanan berkuah nan gurih lengkap dengan potongan dagingnya yang empuk ini memang gak heran kalau sukses bikin siapa pun langsung jatuh cinta pada suapan pertama.

Namun, kelezatan yang kita nikmati saat ini sebenarnya menyimpan perjalanan sejarah yang panjang, lho. Resep legendaris ini lahir dari akulturasi budaya yang kaya di kawasan Batavia pada masa lampau. Penasaran bagaimana sejarah soto betawi sampai akhirnya tercipta dan diakui dunia?

1. Asal-usul Soto Betawi

ilustrasi soto sapi (unsplash.com/@javaistan)

Gak banyak yang tahu bahwa sejarah soto betawi sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu. Sajian ini diperkirakan mulai populer di Jakarta sekitar 1950-an, meski pada saat itu nama “soto betawi” belum digaungkan dan lebih sering disebut dengan nama penjualnya, seperti Soto Pak “X”.

Kemunculan soto betawi juga berkaitan erat dengan akulturasi budaya yang terjadi di Batavia, yang kini dikenal sebagai Jakarta. Dulu, masyarakat setempat mengolah daging dan jeroan sapi dengan sentuhan Timur Tengah melalui penggunaan rempah dan jeroan, serta sentuhan Belanda yang terlihat dari penggunaan susu dalam kuahnya. Perpaduan berbagai pengaruh tersebut kemudian melahirkan karakter rasa Soto Betawi yang gurih, kaya, dan khas.

Dilansir Lembaga Kebudayaan Betawi, nama soto betawi pertama kali dipopulerkan oleh Lie Bowen Bo. Saat itu, ia menjajakan sotonya di THR Lokasari, kawasan yang sebelumnya dikenal dengan nama Taman Prinsen. Sayangnya, pada 1991, usaha Lie terpaksa tutup. Namun, menariknya, justru semakin hari penjaja dengan nama soto betawi kian masif dan bertahan hingga sekarang.

2. Apa Itu soto betawi?

ilustrasi soto daging (pexels.com/id-id/@apriadi)

Sebenarnya, apa itu soto betawi dan kenapa bisa begitu populer? Soto betawi merupakan kuliner khas Jakarta yang berkuah seperti soto pada umumnya. Namun, yang membedakannya dengan soto di daerah lain adalah kuahnya berwarna pekat dan creamy karena menggunakan santan sebagai salah satu bahan utamanya.

Isiannya cukup beragam, mulai dari kentang goreng, daging sapi, hingga jeroan, seperti hati, mata sapi, hingga torpedo, yang bikin satu mangkuknya terasa kaya dan kaya tekstur. Dalam proses pembuatannya, daging dan jeroan biasanya direbus secara terpisah hingga matang, lalu dipotong menjadi bagian-bagian kecil sebelum dimasukkan ke dalam kuah.

Sementara itu, bumbu yang digunakan terbilang beragam, seperti bawang merah, bawang putih, jahe, cabai, cengkih, jintan, merica, dan garam, yang dihaluskan lalu ditumis bersama daun salam dan serai hingga harum dan dicampurkan dengan kaldu sapi dan isian soto, sebelum santan ditambahkan untuk menghasilkan kuah yang gurih, creamy, dan kaya rasa.

3. Lauk dan pelengkap soto betawi

ilustrasi sejarah soto betawi (unsplash.com/id/@jeraind)

Biasanya, semangkuk soto betawi disantap dengan nasi putih meski gak sedikit juga tempat atau restoran yang menjajakannya bersama ketupat. Saat disajikan, soto betawi akan dilengkapi dengan tomat, daun bawang, seledri, serta taburan bawang goreng yang menambah aroma dan tekstur. Tentu saja, sebagai makanan Indonesia, rasanya kurang lengkap tanpa sambal yang umumnya bertekstur agak cair tetapi tetap memberikan sensasi pedas yang nampol.

Buat kamu yang ingin menambahkan rasa segar, acar bisa menjadi pendamping yang pas untuk soto betawi. Acar ini dapat dibuat dari irisan bawang merah, wortel, dan cabai yang memberikan sentuhan asam, segar, sekaligus sedikit renyah di sela-sela kuah yang gurih. Selain itu, ada pula emping yang kerap disantap bersama soto betawi karena rasa gurih dengan sedikit sentuhan pahitnya memberikan kontras menarik pada kuah yang creamy.

Satu pelengkap lain yang hampir selalu cocok menemani berbagai jenis soto adalah jeruk nipis. Perasan jeruk nipis dapat membantu memberikan rasa segar sekaligus membuat kuah soto betawi yang gurih terasa lebih ringan di lidah. Tambahkan secukupnya sebelum disantap, lalu padukan dengan sambal dan pelengkap lainnya untuk mendapatkan semangkuk soto betawi dengan rasa yang lebih kompleks.

Dari semangkuk makanan berkuah gurih yang mungkin kerap jadi menu makan siangmu selama ini, ternyata ada perjalanan panjang sejarah soto betawi yang belum banyak diketahui, ya. Bukan cuma rasanya yang kaya, tapi makna yang terkandung di baliknya menambah rasa bangga akan kekayaan kuliner khas Indonesia yang kian mendunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article