6 Trik Menyimpan Santan agar Tahan Lebih dari Sehari, Panaskan Dulu!

Santan menjadi bahan cair yang paling sering digunakan untuk membuat tumisan, sayur berkuah, hingga gulai. Biasanya, penggunaan santan dalam masakan hanya diperlukan sedikit dan jika ada sisanya, maka hanya akan dibuang sia-sia.
Meski umur simpan santan umumnya terbilang pendek, tapi ada trik yang dapat kamu gunakan agar membuat santan dapat bertahan lama, bahkan sampai lebih dari sehari. Simak lima trik mudahnya di bawah ini, yuk!
1. Gunakan tangan yang bersih untuk memeras santan

Jika kamu suka memeras santan sendiri di rumah, selalu pastikan untuk mencuci tanganmu terlebih dahulu. Sebab, tangan bisa membawa bakteri masuk ke makanan dan dapat mempercepat proses pembusukan santan.
Setelah kelapa parut direndam dengan air panas dan dibiarkan beberapa saat, selanjutnya lakukan pengadukan dan peras airnya berulang-ulang dengan tangan. Untuk hasil yang maksimal, kamu bisa menyaring santannya kembali agar tak ada partikel yang bercampur.
2. Selalu panaskan santan terlebih dahulu

Santan yang telah diperas bisa langsung dipakai untuk memasak. Namun, jika dirasa terlalu banyak untuk satu masakanmu, maka jangan langsung dibuang. Kamu bisa simpan dan gunakan kembali sewaktu-waktu, lho.
Maka dari itu, setelah diperas harus dipanaskan menggunakan api kecil hingga muncul letupan-letupan kecil dipinggir panci. Santannya harus sambil diaduk-aduk supaya tidak pecah dan cita rasanya maksimal.
3. Beri sedikit garam

Umumnya, santan memiliki umur simpan yang pendek dan akan mudah sekali basi. Tapi, saat kamu memanaskannya terlebih dahulu dengan diberi sedikit garam, maka santan yang kamu simpan bisa bertahan lebih lama, lho.
Garam berfungsi sebagai bahan pengawet pada santan. Penggunaan garam ini juga dapat mencegah perkembangbiakan mikroba yang dapat mempercepat pembusukan santan. Jadi, berikan sedikit garam dalam santanmu, ya.
4. Simpan dalam wadah yang bersih dan kedap udara

Simpan santan ke dalam stoples atau botol kaca yang tertutup rapat dan kedap udara. Cara ini lebih praktis dan memudahkan kamu untuk dapat melihat kualitas santan dengan hanya melihatnya saja.
Jika kamu ingin menggunakannya dalam masakan, maka kocoklah terlebih dahulu sebelum digunakan. Jangan biarkan santan terbuka pada suhu ruang. Saat selesai memakainya, maka segera rapatkan tutupnya kembali.
5. Simpan santan di dalam lemari es

Lemari es menjadi tempat yang paling aman untuk menyimpan santan agar dapat bertahan lebih lama. Setelah didinginkan di suhu ruangan, segera simpan santan dalam kulkas dengan wadah tertutup.
Pendinginan dapat membantu memperlambat potensi pertumbuhan bakteri dan meningkatkan umur simpan santan. Bahkan, suhu dinginnya akan menjaga kesegaran santan lebih lama.
6. Periksa kembali santan sebelum digunakan

Memeriksa kualitas santan sebelum digunakan sangat penting. Jika ada tanda-tanda kerusakan seperti warna yang berubah, bau yang tidak sedap, atau terbentuk lapisan yang aneh, sebaiknya jangan menggunakan santan tersebut.
Kamu bisa memberikan label tanggal penyimpanan untuk mengingatkanmu. Ini bisa menjadi ide yang bagus untuk mengetahui berapa lama santan telah disimpan. Apalagi, saat kamu terlalu sibuk untuk menggunakannya.
Santan menjadi tambahan yang bagus untuk banyak hidangan. Bahkan, santan sering dipakai untuk membuat roti dan kreasi minuman juga, lho. Rasa gurihnya akan menambah kesempurnaan rasa makananmu.
Meski terkenal dengan sebagai bahan yang mudah basi, namun sebenarnya santan dapat bertahan lebih dari sehari jika kamu dapat menyimpannya dengan cara tepat. Hal ini tidaklah sulit diakukan. Semoga enam trik di atas bisa membuat santanmu lebih awet. Selamat mencoba!



















