Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Airbnb Experience: Mengenal Kekayaan dan Keragaman Indonesia melalui Rasa
Potret Chef Arnold Poernomo dan Chef Reynold Poernomo (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)
  • Data Airbnb menempatkan Food & Drink sebagai pengalaman terpopuler ketiga di Indonesia; lebih dari 90 persen pemesanan kuliner terjadi di Bali, dengan ulasan rata-rata 4,94 dari 5.
  • Wisatawan semakin mencari pengalaman kuliner autentik dan dekat dengan warga lokal, seperti berbelanja di pasar, belajar resep keluarga, memasak bersama, serta menginap di akomodasi berfasilitas dapur.
  • Airbnb berkolaborasi dengan Chef Arnold dan Reynold Poernomo lewat jamuan serta buku resep untuk mengenalkan bahan lokal dan budaya Indonesia melalui penyajian yang tetap menjaga identitas rasa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Liburan kini tak lagi hanya soal mengunjungi destinasi populer atau berburu tempat-tempat yang Instagramable semata. Semakin banyak wisatawan yang memilih mengenal suatu daerah melalui makanan, mulai dari berbelanja di pasar tradisional, memasak bersama warga lokal, hingga menikmati hidangan yang sarat akan cerita budaya.

Pergeseran tren ini juga tercermin dalam data terbaru Airbnb yang menunjukkan wisata kuliner menjadi salah satu pengalaman (experience) yang paling diminati wisatawan di Indonesia. Untuk merasakan langsung seperti apa pengalaman tersebut, IDN Times mengikuti media trip Airbnb di Ubud, Bali, pada 28–31 Juli 2026.

Selama empat hari, Airbnb mengajak media merasakan berbagai pengalaman kuliner bersama komunitas lokal, termasuk makan malam bersama Chef Arnold Poernomo dan Chef Reynold Poernomo, belajar mengenai bahan pangan Indonesia, hingga mengikuti aktivitas yang memperlihatkan bagaimana makanan dapat menjadi pintu masuk untuk memahami budaya dan kehidupan masyarakat setempat.

1. Wisatawan semakin mencari pengalaman kuliner yang autentik

Potret menu yang sedang disiapkan Chef Arnold Poernomo (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)

Menurut data Airbnb, kategori Food & Drink kini menjadi kategori pengalaman terpopuler ketiga di Indonesia setelah Nature & Outdoors serta History & Culture. Menariknya, lebih dari 90 persen pemesanan Airbnb Experiences bertema kuliner di Indonesia berlangsung di Bali.

Tak hanya jumlah pemesanannya yang tinggi, pengalaman kuliner di Indonesia juga mendapat respons sangat positif dari wisatawan. Rata-rata pengalaman tersebut memperoleh nilai 4,94 dari 5. Kata-kata seperti authentic, traditional, hands-on, local, dan family menjadi istilah yang paling sering muncul dalam ulasan para tamu.

Hal ini menunjukkan bahwa wisatawan kini mencari pengalaman yang lebih personal dan dekat dengan kehidupan masyarakat lokal, bukan sekadar menikmati makanan di restoran. Minat tersebut juga terlihat dari meningkatnya pencarian akomodasi Airbnb yang memiliki fasilitas dapur.

Dalam setahun terakhir, pencarian Airbnb dengan amenitas dapur di Indonesia meningkat lebih dari 20 persen. Angka ini mengindikasikan semakin banyak wisatawan ingin membawa pengalaman kuliner ke tempat mereka menginap dengan memasak sendiri menggunakan bahan-bahan lokal yang ditemukan selama perjalanan.

Country Head Airbnb untuk Asia Tenggara dan India, Amanpreet Bajaj, mengatakan makanan kini menjadi salah satu cara paling bermakna bagi wisatawan untuk terhubung dengan destinasi yang mereka kunjungi.

"Traveler saat ini semakin mencari pengalaman yang membantu mereka terhubung lebih dalam dengan tempat yang dikunjungi, dan makanan menjadi salah satu cara paling bermakna untuk melakukannya," kata Amanpreet dalam kepada awak media, Rabu (29/6/2026).

Dia mencontohkan seperti berbelanja di pasar tradisional, mempelajari resep keluarga, hingga memasak bersama di Airbnb. Semua momen tersebut menciptakan kenangan yang bertahan lama, sekaligus mendukung komunitas lokal. Menurut dia, melalui Airbnb Experiences, wisatawan diajak mengenal Indonesia dengan cara yang lebih personal, imersif, sekaligus dekat dengan budaya lokal.

2. Kuliner bukan sekadar makanan, tetapi cara memahami Indonesia

Potret Chef Arnold menyiapkan menu kepada media (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)

Untuk merayakan meningkatnya minat terhadap wisata kuliner, Airbnb menggelar Culture & Culinary Trail Luncheon di Ubud bersama Chef Arnold Poernomo dan Chef Reynold Poernomo. Dalam jamuan tersebut, kedua chef menyajikan hidangan yang terinspirasi dari berbagai daerah di Indonesia menggunakan bahan-bahan lokal sebagai karakter utama setiap menu.

Bagi Chef Arnold, makanan merupakan cara terbaik untuk memperkenalkan Indonesia kepada wisatawan mancanegara. Menurut dia, memperkenalkan kuliner Indonesia bukan berarti mengurangi karakter asli rempah-rempah, agar sesuai dengan selera internasional.

"Untuk saya, saya tidak akan pernah mengurangi karakter rempah, rasa pedas, ataupun autentisitas bumbu Indonesia. Yang saya ubah adalah cara penyajiannya," kata Arnold kepada IDN Times, Rabu (29/6/2026).

Ia mencontohkan menu Jimbaran Squid yang memadukan bumbu khas Jimbaran dengan teknik penyajian yang lebih modern, sehingga tampil lebih familier bagi wisatawan asing, tetapi tetap mempertahankan cita rasa Bali yang kuat. Menurut Arnold, pendekatan seperti ini menjadi cara efektif untuk menjembatani wisatawan internasional dengan kekayaan rasa Indonesia.

"Mungkin secara visual tidak terlalu tradisional, tetapi rasa rempahnya tetap harus kuat. Mereka harus tahu seperti inilah cita rasa Indonesia yang sebenarnya," tuturnya.

Potret menu appetizer Chef Arnold Poernomo (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)

Ia juga sengaja tidak hanya menghadirkan cita rasa Bali dalam satu rangkaian menu. Hidangan seperti Steak Jawa dibuat untuk memperlihatkan bahwa kuliner Indonesia memiliki keragaman yang jauh lebih luas.

"Saya tidak mau orang mengira makanan Indonesia hanya Bali. Saya ingin mereka juga merasakan Jawa. Dari makanan yang segar, pedas, dan smoky, lalu bertransisi ke rasa khas Jawa yang lebih manis dan kaya rempah. Indonesia terlalu besar untuk diwakili satu hidangan saja, jadi kita memperkenalkannya sedikit demi sedikit," kata Arnold.

Baginya, berbagai bahan lokal Indonesia juga dapat diolah dengan teknik modern tanpa kehilangan identitasnya. Bahan seperti kluwek, misalnya, tidak selalu harus hadir dalam rawon, tetapi dapat diolah menjadi elemen baru yang tetap mempertahankan karakter rasanya.

Saat mencoba hidangan Chef Arnold dan Chef Reynold, penulis sangat terkesan, karena overall rasanya begitu medok dan tetap seimbang. Menu Jimbaran Squid bahkan cenderung pedas, sesuai dengan selera Indonesia yang mayoritas kuat makan makanan pedas.

Untuk Steak Jawa, kami merasa sajian ini dapat dikatakan sebagai comfort food. Ditambah lagi menu ini disajikan dengan nasi uduk yang aromatik. Langsung ludes dalam sekejap!

Tak ketinggalan sajian pencuci mulut dari Chef Reynold yang begitu kompleks, baik dari rasa dan teksturnya. Masing-masing komponennya punya karakter tersendiri tapi tidak overpower satu sama lainnya, bahkan bisa melebur jadi satu di mulut. Sedap!!

3. Menjembatani cita rasa lokal dengan lidah internasional

Potret Chef Arnold Poernomo dan Chef Reynold Poernomo (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)

Pandangan serupa juga disampaikan Chef Reynold Poernomo. Menurut dia, Bali menjadi pintu gerbang utama bagi banyak wisatawan internasional untuk mengenal Indonesia, sehingga kuliner Bali seringkali menjadi representasi pertama yang mereka temui.

"Bali adalah destinasi wisata yang sangat besar dan mudah diakses wisatawan dari berbagai negara. Banyak orang mengenal Indonesia pertama kali melalui Bali," katanya, Rabu (29/6/2026).

Reynold menilai memperkenalkan makanan tradisional kepada wisatawan asing harus tetap berakar pada resep asli, bukan mengubahnya secara berlebihan hanya untuk menyesuaikan selera pasar.

"Yang terpenting adalah tetap berpegang pada sumbernya dan mengedukasi tamu mengenai makanan tersebut. Kita tidak perlu mengubahnya sampai kehilangan identitas hanya karena ingin mengikuti selera semua orang," tuturnya.

Reynold menceritakan tumbuh di Australia dengan lingkungan yang multikultural, sehingga terbiasa menggabungkan berbagai teknik memasak. Pengalaman tersebut membentuk pendekatannya saat mengembangkan hidangan Indonesia.

Ia mencoba menjembatani lidah internasional menggunakan sesuatu yang sudah mereka kenal. Misalnya melalui churros dengan pandan custard. Tujuannya bukan mengubah kuliner Indonesia, tetapi memperkenalkan bahan-bahan Indonesia melalui format yang lebih familier. Pendekatan seperti itu, kata dia, membuat wisatawan lebih mudah menerima cita rasa baru sebelum kemudian mengeksplorasi kuliner Indonesia yang lebih kompleks

4. Mengangkat bahan lokal sebagai tokoh utama

Potret menu dessert Chef Reynold Poernomo (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)

Kolaborasi Airbnb bersama Chef Arnold dan Reynold juga melahirkan sebuah buku resep eksklusif yang mengajak wisatawan memasak sendiri selama menginap di Airbnb. Seluruh resep dirancang menggunakan bahan yang mudah ditemukan di pasar tradisional Indonesia, sehingga wisatawan dapat membawa pengalaman tersebut pulang ke rumah.

Chef Arnold menghadirkan Steak Jawa dengan kluwek sebagai bintang utama, bahan fermentasi khas Nusantara yang memberikan rasa earthy mendalam. Ia juga menciptakan Jimbaran Squid yang mengangkat kecap manis sebagai identitas penting kuliner Indonesia.

Sementara itu, Chef Reynold menghadirkan Churros with Pandan Custard, memadukan dessert bergaya Barat dengan aroma khas daun pandan yang telah lama menjadi bagian dari tradisi kuliner Asia Tenggara.

Di balik setiap resep tersebut, peneliti kuliner Nusa Gastronomy, Mei Batubara, turut memperkenalkan kisah serta nilai budaya dari setiap bahan lokal yang digunakan. Masakan Indonesia, kata Mei, dibangun dari lapisan rempah, tanaman aromatik, dan teknik memasak yang menyimpan sejarah panjang.

Melalui kolaborasi ini, Airbnb ingin menunjukkan bahwa memasak bukan hanya soal menghasilkan makanan, tetapi juga menjadi cara memahami budaya dan asal-usul sebuah daerah.

"Kolaborasi dengan Airbnb ini bukan hanya tentang resep yang kami bagikan, tetapi juga memberi alasan bagi orang-orang untuk meluangkan waktu di dapur dan menciptakan hidangan yang merayakan budaya lokal. Hal yang kami sukai dari memasak di penginapan Airbnb adalah semua orang akhirnya berkumpul di dapur bersama, bukan hanya orang yang bertugas memasak," kata Chef Reynold.

Chef Arnold menambahkan bahwa hidangan rumahan bisa meninggalkan kesan yang sama kuatnya dengan makan di restoran.

"Melalui memasak dan makan bersama di Airbnb, wisatawan tidak hanya merasakan cita rasa Indonesia, tetapi juga membangun koneksi, berbagi cerita, dan menciptakan kenangan di sekitar meja makan. Pengalaman itu bisa mereka bawa pulang ke rumah," kata Chef Arnold.

5. Rekomendasi pengalaman di Ubud

Potret peserta media trip Airbnb (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)

Sejalan dengan tren tersebut, Chef Arnold dan Reynold merekomendasikan beberapa Airbnb Experiences yang dapat menjadi pilihan saat berlibur di Bali. Di antaranya seperti menikmati 15-course tasting menu di Room4Dessert bersama Chef Will Goldfarb, belajar memasak makanan Bali menggunakan hasil panen organik di Ubud, hingga mengikuti pengalaman konservasi kunang-kunang di Desa Taro yang dipadukan dengan makan malam khas Bali.

Seluruh pengalaman tersebut menunjukkan bahwa wisata kuliner tidak lagi berhenti di atas piring. Wisatawan diajak mengenal petani, chef, pengrajin, hingga masyarakat lokal yang menjadi bagian dari perjalanan sebuah hidangan.

Di tengah tren wisata yang terus berkembang, pengalaman semacam ini menjadi cara baru menikmati Bali. Bukan hanya melalui tempat-tempat yang dikunjungi, tetapi juga lewat orang-orang yang ditemui, bahan-bahan yang diolah, serta cerita yang tersaji di setiap meja makan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article