Potret Chef Arnold menyiapkan menu kepada media (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)
Untuk merayakan meningkatnya minat terhadap wisata kuliner, Airbnb menggelar Culture & Culinary Trail Luncheon di Ubud bersama Chef Arnold Poernomo dan Chef Reynold Poernomo. Dalam jamuan tersebut, kedua chef menyajikan hidangan yang terinspirasi dari berbagai daerah di Indonesia menggunakan bahan-bahan lokal sebagai karakter utama setiap menu.
Bagi Chef Arnold, makanan merupakan cara terbaik untuk memperkenalkan Indonesia kepada wisatawan mancanegara. Menurut dia, memperkenalkan kuliner Indonesia bukan berarti mengurangi karakter asli rempah-rempah, agar sesuai dengan selera internasional.
"Untuk saya, saya tidak akan pernah mengurangi karakter rempah, rasa pedas, ataupun autentisitas bumbu Indonesia. Yang saya ubah adalah cara penyajiannya," kata Arnold kepada IDN Times, Rabu (29/6/2026).
Ia mencontohkan menu Jimbaran Squid yang memadukan bumbu khas Jimbaran dengan teknik penyajian yang lebih modern, sehingga tampil lebih familier bagi wisatawan asing, tetapi tetap mempertahankan cita rasa Bali yang kuat. Menurut Arnold, pendekatan seperti ini menjadi cara efektif untuk menjembatani wisatawan internasional dengan kekayaan rasa Indonesia.
"Mungkin secara visual tidak terlalu tradisional, tetapi rasa rempahnya tetap harus kuat. Mereka harus tahu seperti inilah cita rasa Indonesia yang sebenarnya," tuturnya.
Potret menu appetizer Chef Arnold Poernomo (IDN Times/Fina Wahibatun Nisa)
Ia juga sengaja tidak hanya menghadirkan cita rasa Bali dalam satu rangkaian menu. Hidangan seperti Steak Jawa dibuat untuk memperlihatkan bahwa kuliner Indonesia memiliki keragaman yang jauh lebih luas.
"Saya tidak mau orang mengira makanan Indonesia hanya Bali. Saya ingin mereka juga merasakan Jawa. Dari makanan yang segar, pedas, dan smoky, lalu bertransisi ke rasa khas Jawa yang lebih manis dan kaya rempah. Indonesia terlalu besar untuk diwakili satu hidangan saja, jadi kita memperkenalkannya sedikit demi sedikit," kata Arnold.
Baginya, berbagai bahan lokal Indonesia juga dapat diolah dengan teknik modern tanpa kehilangan identitasnya. Bahan seperti kluwek, misalnya, tidak selalu harus hadir dalam rawon, tetapi dapat diolah menjadi elemen baru yang tetap mempertahankan karakter rasanya.
Saat mencoba hidangan Chef Arnold dan Chef Reynold, penulis sangat terkesan, karena overall rasanya begitu medok dan tetap seimbang. Menu Jimbaran Squid bahkan cenderung pedas, sesuai dengan selera Indonesia yang mayoritas kuat makan makanan pedas.
Untuk Steak Jawa, kami merasa sajian ini dapat dikatakan sebagai comfort food. Ditambah lagi menu ini disajikan dengan nasi uduk yang aromatik. Langsung ludes dalam sekejap!
Tak ketinggalan sajian pencuci mulut dari Chef Reynold yang begitu kompleks, baik dari rasa dan teksturnya. Masing-masing komponennya punya karakter tersendiri tapi tidak overpower satu sama lainnya, bahkan bisa melebur jadi satu di mulut. Sedap!!