Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Kesalahan yang Membuat Hasil Masakan Air Fryer Tidak Renyah

7 Kesalahan yang Membuat Hasil Masakan Air Fryer Tidak Renyah
ilustrasi memasak dengan air fryer (pexels.com/FOX ^.ᆽ.^= ∫)
Intinya Sih
  • Hasil masakan air fryer yang kurang renyah sering disebabkan oleh kesalahan penggunaan, bukan karena alatnya bermasalah.

  • Tujuh kesalahan umum meliputi keranjang terlalu penuh, tidak preheating, kebanyakan minyak, tidak membalik makanan, bahan masih basah, suhu rendah, dan salah memilih jenis makanan.

  • Dengan memperbaiki kebiasaan memasak seperti mengatur suhu dan jumlah makanan, pengguna bisa mendapatkan hasil lebih garing dan matang merata dari air fryer.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Air fryer menjadi salah satu peralatan dapur favorit karena mampu menghasilkan makanan yang terasa seperti digoreng dengan penggunaan minyak yang jauh lebih sedikit. Alat ini banyak digunakan untuk memasak berbagai jenis makanan, mulai dari kentang goreng, ayam krispi, nugget, hingga aneka camilan beku. Praktis dan lebih sehat, tidak heran jika popularitas air fryer terus meningkat di banyak rumah tangga.

Namun, tidak sedikit juga yang merasa kecewa karena hasil masakan dari air fryer justru lembek, pucat, atau tidak serenyah yang diharapkan. Padahal, penyebabnya sering kali bukan pada alatnya, melainkan cara penggunaannya. Beberapa kebiasaan yang terlihat sepele ternyata bisa membuat udara panas di dalam air fryer tidak bekerja secara optimal. Kalau hasil masakanmu sering kurang renyah, mungkin salah satu kesalahan berikut ini masih sering dilakukan.

1. Keranjang air fryer terlalu penuh

ilustrasi air fryer
ilustrasi air fryer (magnific.com/freepik)

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah memasukkan terlalu banyak makanan sekaligus. Memang terlihat lebih praktis, tetapi justru membuat hasil akhirnya tidak maksimal. Air fryer bekerja dengan cara mengalirkan udara panas mengelilingi makanan. Ketika keranjang terlalu penuh, udara tidak bisa bersirkulasi dengan baik sehingga bagian makanan saling menutupi. Akibatnya, beberapa bagian matang lebih cepat sementara bagian lainnya masih lembek.

Kalau ingin hasil lebih garing, susun makanan dalam satu lapisan dan beri sedikit jarak antar potongan agar udara panas bisa mengalir dengan baik. Meskipun harus memasak dalam beberapa batch, cara ini membantu semua sisi makanan matang lebih merata. Hasil akhirnya pun akan jauh lebih renyah dibandingkan jika keranjang diisi terlalu penuh.

2. Tidak memanaskan air fryer terlebih dahulu

ilustrasi air fryer
ilustrasi air fryer (magnific.com/freepik)

Banyak orang langsung memasukkan makanan begitu air fryer dinyalakan. Padahal, beberapa jenis makanan akan lebih renyah jika alat sudah mencapai suhu yang diinginkan. Proses preheating biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 3–5 menit. Dengan suhu yang sudah stabil sejak awal, permukaan makanan akan langsung mulai mengering dan membentuk tekstur renyah. Terutama untuk kentang goreng, ayam tepung, atau makanan beku, langkah sederhana ini cukup berpengaruh pada hasil akhir.

3. Terlalu banyak menggunakan minyak

ilustrasi minyak sayur
ilustrasi minyak sayur (vecteezy.com/Artoniumw)

Karena ingin hasilnya lebih mirip gorengan, sebagian orang justru menyiram makanan dengan minyak dalam jumlah banyak. Padahal, air fryer hanya membutuhkan sedikit minyak, bahkan beberapa makanan tidak memerlukannya sama sekali. Minyak yang berlebihan justru membuat permukaan makanan menjadi basah sehingga sulit membentuk lapisan renyah. Kalau memang ingin menggunakan minyak, cukup semprotkan tipis-tipis menggunakan spray oil agar permukaan makanan terlapisi secara merata.

4. Tidak membalik makanan saat proses memasak

ilustrasi memasak dengan air fryer
ilustrasi memasak dengan air fryer (pexels.com/FOX ^.ᆽ.^= ∫)

Udara panas memang berputar di dalam air fryer, tetapi bukan berarti semua sisi makanan akan matang secara merata tanpa bantuan. Untuk makanan yang cukup tebal, sebaiknya balik atau kocok keranjang di pertengahan waktu memasak. Cara ini membantu semua sisi terkena panas secara merata sehingga warna dan kerenyahannya lebih konsisten. Langkah sederhana ini sering diabaikan, padahal hasilnya bisa sangat berbeda.

5. Makanan masih terlalu basah

ilustrasi memasak dengan air fryer (vecteezy.com/JOYI CHANG)
ilustrasi memasak dengan air fryer (vecteezy.com/JOYI CHANG)

Air adalah musuh utama tekstur renyah. Jika bahan makanan masih basah karena baru dicuci atau baru dicairkan dari freezer, permukaannya akan lebih sulit mengering. Sebelum dimasukkan ke dalam air fryer, tepuk bahan makanan menggunakan tisu dapur hingga benar-benar kering. Cara ini membantu udara panas langsung bekerja pada permukaan makanan, bukan menguapkan air terlebih dahulu. Semakin sedikit kelembapan di permukaan, biasanya semakin mudah terbentuk tekstur yang garing.

6. Suhu memasak terlalu rendah

ilustrasi memasak dengan air fryer
ilustrasi memasak dengan air fryer (pexels.com/14th ng10)

Ada anggapan bahwa suhu rendah akan membuat makanan matang lebih merata. Padahal, untuk menghasilkan bagian luar yang renyah, suhu juga harus cukup tinggi. Jika suhu terlalu rendah, makanan memang matang merata, tetapi bagian luarnya jadi pucat dan lembek. Sebaliknya, suhu yang sesuai akan mempercepat proses pencokelatan sehingga makanan terasa lebih krispi. Tentu saja setiap jenis makanan memiliki suhu ideal yang berbeda. Karena itu, selalu sesuaikan pengaturan suhu dengan resep atau petunjuk pada kemasan makanan beku.

7. Salah memilih jenis makanan

ilustrasi air fryer (pixabay.com/Katarzyna Javaheri-Szpak)
ilustrasi air fryer (pixabay.com/Katarzyna Javaheri-Szpak)

Tidak semua makanan cocok dimasak menggunakan air fryer. Beberapa adonan yang sangat encer, misalnya adonan gorengan basah, sulit menghasilkan tekstur renyah karena tidak mendapat cukup penyangga saat proses memasak. Air fryer lebih cocok digunakan untuk makanan yang sudah memiliki lapisan tepung, menggunakan bread crumbs, atau memiliki permukaan yang relatif kering. Untuk adonan cair, metode menggoreng dengan minyak masih memberikan hasil yang lebih baik.

Dengan sedikit penyesuaian saat memasak, air fryer mampu menghasilkan makanan yang lebih garing di luar tapi tetap lembut di bagian dalam. Jadi, sebelum mengira alatmu bermasalah, coba periksa kembali kebiasaan memasak yang selama ini dilakukan. Bisa jadi, perubahan kecil justru memberikan hasil yang jauh lebih memuaskan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira

Related Articles

See More