Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
10 Makanan Pendamping Indonesia Terbaik Versi TasteAtlas 2026
Potret sambal matah khas Bali (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Makanan pendamping menjadi bagian penting dalam menu sehari-hari masyarakat Indonesia. Hidangan seperti tempe goreng, sambal, kerupuk, hingga perkedel kerap dipilih sebagai pelengkap nasi dan lauk utama untuk memperkaya rasa serta tekstur. Setiap daerah pun memiliki makanan pendamping khas dengan cita rasa yang beragam.

Baru-baru ini, TasteAtlas merilis daftar makanan pendamping terbaik di Indonesia 2026. Di dalamnya terdapat beragam hidangan yang cukup familiar dan sering kita konsumsi sehari-hari. Bahkan, beberapa di antaranya mungkin hampir selalu ada di meja makan rumahmu.

Lantas, apa saja makanan pendamping Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut? Simak informasinya berikut ini, ya!

1. Perkedel

Potret perkedel kentang (commons.wikimedia.org/Midori)

Perkedel merupakan salah satu gorengan khas Indonesia yang dibuat dari kentang halus. Ada pula perkedel yang dibuat dari daging cincang, jagung yang dihaluskan, atau ikan cincang. Sebelum digoreng, bahan utama biasanya dicampur dengan daun bawang dan merica yang dicincang halus. Selanjutnya, celupkan ke dalam telur kocok. Perkedel biasanya disajikan sebagai lauk pelengkap sup atau soto ayam.

2. Tempe mendoan

Potret tempe mendoan (vecteezy.com/Suretianto)

Tempe mendoan merupakan makanan asal Purwokerto, Jawa Tengah. Dibuat dari irisan tempe yang tipis, lalu dicelupkan ke dalam adonan yang dibumbui ketumbar bubuk, irisan daun bawang, dan bawang putih sebelum digoreng.

Olahan tempe ini hanya digoreng sebentar, sehingga menghasilkan lapisan luar yang renyah. Sedangkan, bagian dalam tempe tetap. Tempe mendoan paling cocok disajikan dengan kecap pedas. Biasanya dinikmati sebagai camilan atau lauk.

3. Nasi kuning

Potret sajian nasi kuning (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Hidangan tradisional Indonesia ini terdiri dari nasi yang dimasak dengan santan. Biasanya dibumbui dengan kunyit, serai, dan daun jeruk. Meskipun menjadi bahan utama, nasi kuning juga dilengkapi berbagai lauk pauk dan pelengkap khas, seperti ayam goreng, perkedel kentang, telur dadar iris, teri goreng, udang, atau tempe goreng. Makin nikmat dilengkapi sambal, serundeng, dan kerupuk udang.

4. Sambal merah

Potret sambal (freepik.com/KamranAydinov)

Sambal merah biasanya dibuat dengan bahan dasar cabai merah keriting, bawang merah, dan bawang putih. Sambal ini secara tradisional diolah menggunakan ulekan, hingga menghasilkan tekstur yang kental dengan rasa pedas dan gurih yang kuat.

Ternyata, sambal merah juga sudah dikenal hingga mancanegara. Biasanya disajikan sebagai pelengkap berbagai hidangan, mulai dari daging, seafood, sayuran, nasi, bubur, dan beragam jenis menu lainnya.

5. Tempe goreng

Potret tempe goreng (vecteezy.com/ baguswahyu)

Olahan tempe lainnya adalah tempe goreng dengan rasa gurih, aroma rempah yang harum, serta tekstur renyah di luar dan lembut di dalam. Tempe goreng sering disajikan dalam masakan Jawa dan Sunda.

Untuk membuatnya, tempe dipotong-potong, lalu direndam dalam bumbu yang dicampur tepung. Bumbu yang digunakan terdiri dari bawang putih, bawang merah, ketumbar, kunyit, dan garam. Beberapa resep juga menambahkan daun jeruk untuk memberikan aroma yang lebih harum.

Setelah dibumbui, tempe digoreng dalam minyak panas hingga berwarna keemasan dan renyah. Tempe goreng bisa dinikmati dengan berbagai cara. Kamu bisa menyantapnya sebagai camilan bersama sambal, lauk pendamping nasi uduk atau nasi campur, hingga pelengkap berbagai hidangan.

6. Sambal matah

Potret sambal matah (vecteezy.com/srattha)

Sambal matah terbuat dari campuran bawang merah, serai, dan cabai yang diiris tipis. Bahan-bahan tersebut kemudian dicampur minyak kelapa atau minyak sayur panas, serta perasan jeruk limau. Sambal ini memiliki rasa yang segar, pedas, dan sedikit asam.

Sambal ini sangat populer dalam masakan Indonesia, terutama di Bali dan Lombok. Berbeda dengan sambal yang dimasak, sambal matah dibuat tanpa proses pemanasan. Dengan begitu, rasa dan aroma khas dari bahan-bahan segarnya tetap terasa.

Biasanya disajikan sebagai pelengkap ayam atau daging bakar, seafood, hingga berbagai hidangan nasi. Rasanya yang segar dan pedas membuat makanan yang dinikmati dengan sambal matah terasa begitu menggoyang lidah.

7. Kerupuk

Potret kerupuk bawang (pixabay.com/cegoh)

Kerupuk menjadi salah satu makanan yang banyak dijumpai di negara-negara Asia. Biasanya kerupuk dibuat dari bahan dasar tepung tapioka atau tepung lainnya yang dicampur bahan tambahan sebagai pemberi rasa. Indonesia menjadi salah satu negara yang paling dikenal dengan beragam jenis kerupuknya.

Kerupuk biasanya disajikan sebagai pelengkap berbagai hidangan, terutama nasi dan lauk-pauk. Banyak juga yang menikmatinya sebagai camilan. Kerupuk biasanya dijual dalam kemasan siap makan di toko dan supermarket, atau dijual oleh pedagang kaki lima.

8. Sambal tomat

Potret sambal tomat (commons.wikimedia.org/Windi Utari)

Sambal tomat merupakan salah satu jenis sambal khas Indonesia yang menggunakan tomat dan cabai sebagai bahan utamanya. Tomat memberikan rasa asam dan sedikit manis yang membuat rasa pedas cabai menjadi lebih seimbang. Teksturnya bisa halus atau sedikit kasar, tergantung cara mengolah bahan-bahannya.

Bahan dasar sambal tomat biasanya terdiri dari cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan tomat matang. Beberapa resep juga menambahkan terasi untuk memberikan rasa gurih yang lebih kuat. Ditambah garam, gula, dan perasan jeruk nipis, supaya rasanya semakin seimbang.

Bahan-bahan tersebut biasanya diulek atau dihaluskan, kemudian dimasak dengan sedikit minyak, agar rasanya semakin keluar dan bumbunya menyatu. Ada pula sambal tomat yang disajikan langsung tanpa dimasak. Sambal ini cocok dijadikan pelengkap berbagai hidangan, seperti ikan bakar, ayam, nasi, hingga aneka sayuran.

9. Kerupuk udang

Potret kerupuk udang (commons.wikimedia.org/Alfiyah Rizzy Afdiquni)

Kerupuk udang terbuat dari campuran udang yang dihaluskan, tepung tapioka, bawang putih, dan berbagai bumbu. Adonan tersebut kemudian dijemur hingga kering sebelum digoreng hingga mengembang. Teksturnya ringan dan renyah.

Kerupuk ini biasanya berbentuk bulat, sedikit melengkung, dan berwarna putih kekuningan setelah digoreng. Biasanya disajikan sebagai pelengkap berbagai hidangan Indonesia, seperti nasi goreng, soto, dan sayur asem.

Kerupuk udang juga bisa langsung dinikmati sebagai camilan. Selain itu, kerupuk udang biasanya dihancurkan dan dicampur dengan bawang putih goreng untuk membuat koya, taburan gurih yang menjadi ciri khas soto khas Lamongan.

Secara tradisional, kerupuk udang diproduksi pabrik rumahan. Kerupuk yang masih mentah dijemur terlebih dahulu sebelum digoreng. Saat ini, kerupuk udang juga mudah ditemukan dalam bentuk mentah yang siap digoreng maupun yang sudah matang. Kamu bisa mendapatkannya di pasar tradisional, supermarket, dan toko bahan makanan Asia di berbagai negara.

10. Nasi timbel

Potret nasi timbel (commons.wikimedia.org/Astari28)

Nasi timbel khas Sunda berupa nasi dibungkus saat masih panas dan dipadatkan dengan cara digulung menggunakan daun pisang. Selain menjaga nasi tetap hangat, cara ini juga membuat nasi memiliki aroma khas daun pisang yang harum.

Nasi yang digunakan umumnya berupa nasi putih. Ada juga yang menggunakan nasi merah. Nasi timbel biasanya disajikan bersama berbagai lauk, seperti ayam goreng atau bakar, tahu, tempe, ikan asin, hingga bebek goreng.

Sebagai pelengkap, nasi timbel biasanya disajikan dengan sambal terasi yang pedas. Ditambah lalapan berupa sayuran segar, seperti mentimun, tomat, kol, kacang panjang, dan daun kemangi.

Rasa segar dari lalapan berpadu dengan sambal yang pedas dan lauk goreng yang gurih. Beberapa tempat makan juga menyajikan nasi timbel bersama sayur asem yang memiliki rasa segar dan sedikit asam.

Demikian 10 makanan pendamping Indonesia terbaik versi TasteAtlas 2026. Tampak sederhana, makanan-makanan tersebut justru jadi menu paling menggugah selera. Dari daftar makanan pendamping di atas, mana yang paling sering kamu santap sehari-hari? Tulis di kolom komentar, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article