Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tips Menumis Daging Sapi agar Tidak Berair, Hasilnya Juicy
ilustrasi menumis daging sapi (pexels.com/Laura oliveira)
  • Lapisi daging sapi dengan marinasi berbumbu, maizena, dan sedikit minyak setelah proses pengempukan untuk mengunci jus, menjaga kelembutan, serta mengurangi keluarnya air.
  • Panaskan wok atau wajan antilengket terlebih dahulu, lalu tumis dengan api besar agar air cepat menguap, daging kecokelatan, dan sari daging tetap terkunci.
  • Jangan menumpuk atau langsung mengaduk daging di wajan; ratakan dalam satu lapisan, diamkan hingga satu sisi berubah warna, lalu masak bertahap bila perlu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Daging sapi yang empuk tidak mesti dimasak dalam waktu yang panjang sampai seharian. Soalnya lauk ini bisa matang merata dengan proses menumis yang lebih ringkas dan singkat. Kendati demikian, proses menumis daging tidak bisa dilakukan sembarangan. Soalnya kalau asal-asalan malah bisa bikin daging berair.

Kandungan air ini akan mengurangi daya serap daging terhadap bumbu, menghilangkan warna kecokelatan yang menggugah selera, bahkan membuat teksturnya menjadi rentan alot. Untuk mencegah hal itu terjadi, di bawah ini telah dirangkum lima tips menumis daging sapi agar tidak berair. Catat sampai beres agar bisa dipraktikkan di rumah.

1. Tambahkan tepung maizena dan minyak sebagai pelapis pelindung daging

ilustrasi marinasi daging (pixabay.com/Usman Yousaf)

Biasanya daging yang dipakai untuk menumis tidak jauh dari tenderloin, sirloin, atau jenis daging yang biasa dimasak menjadi steak. Bahan-bahan ini terkenal cepat matang dan memiliki sensasi lembut. Di samping itu, daging sapi kerap dimarinasi pakai soda kue untuk membuatnya cepat empuk, lalu dibilas agar tidak pahit.

Setelah proses tadi, kamu bisa marinasi daging dengan bumbu beserta tambahan maizena dan sedikit minyak. Ini merupakan teknik yang berguna dalam mengunci jus daging supaya tetap juicy dan lembut. Dengan demikian, tumis daging sapi tidak gampang berair.

2. Pastikan wajan sudah dalam kondisi panas

ilustrasi wajan di atas kompor (pexels.com/Annushka Ahuja)

Suhu wajan bisa membantu mengurangi potensi tumis daging berair. Makanya, alat masak perlu dipanaskan selama beberapa saat sebelum daging sapi dimasukkan. Gunakan wok atau wajan antilengket supaya panasnya merata dan daging tidak menempel.

Panas permukaan wajan yang mengenai potongan daging akan membuat air menguap, tapi sari-sarinya terkunci di dalam. Makanya tumisan bisa juicy dan empuk. Sebaliknya, kalau kamu memasukkan daging ke wajan dingin, malah akan membuat air gagal menguap dan cenderung berkumpul, menyebabkan daging seperti sedang direbus.

3. Tumis daging pakai api besar agar airnya menguap dan warnanya eksotis

ilustrasi wajan di atas kompor (pexels.com/cottonbro)

Suhu api yang digunakan sewaktu menumis daging sebaiknya diatur pada api besar. Jangan takut daging akan gosong, justru api besar membantu mengunci cairan supaya tidak menguap berlebihan dan menyebabkan daging alot.

Soalnya, panas efektif membuat pori daging tertutup sehingga tidak banyak air yang keluar dari daging. Hasilnya, daging jadi kecokelatan dan memiliki aroma asap yang menggugah selera. Meski begitu, agar tahapan ini hasilnya maksimal, pastikan jenis wajan yang kamu gunakan tidak terlalu tipis, ya!

4. Hindari menumpuk daging karena bisa berair dan tidak matang merata

ilustrasi memasak daging (pixabay.com/Hanna)

Kalau kamu merasa sudah melakukan langkah-langkah di atas, tapi daging masih mengeluarkan banyak air seperti direbus, bisa jadi karena kamu menumpuk daging dalam wajan. Perlakuan ini membuat cairan daging berkumpul karena gagal menguap sepenuhnya dan berisiko membuat suhu wajan turun drastis.

Dengan demikian, tidak heran kalau akhirnya masakan jadi berair dan kamu tidak mendapatkan permukaan daging yang kecokelatan. Untuk menghindari hal ini, usahakan daging diratakan sampai tidak ada yang bertumpuk. Kalau ada bahan yang bersisa, kamu bisa menumis di tahap kedua agar semua daging memiliki kematangan merata.

5. Tunggu daging beberapa saat tanpa diaduk agar terkaramelisasi dan air menguap

ilustrasi memasak daging (vecteezy.com/Seksan Wangjaisuk)

Tips lain supaya daging sapi tidak berair sewaktu ditumis adalah membiarkan adonan selama beberapa saat setelah daging masuk wajan panas. Jangan langsung diganggu atau diaduk supaya airnya bisa menguap dulu.

Tunggu selama beberapa detik atau sampai satu sisinya berubah warna. Berikutnya, baru kamu bisa balik daging sesuai kebutuhan agar semua bagian memiliki penampilan kecokelatan yang menarik, matang sempurna, dan hasilnya menggugah selera.

Menumis daging sapi agar tidak berair bisa dimulai dari pemilihan bahan marinasi yang tepat sampai memasak pada suhu yang cukup panas. Selain mendapatkan daging yang terkaramelisasi, cara-cara di atas dapat membantu memperoleh daging yang juicy dan empuk, lho!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article