10 Makanan Khas Timur Tengah sebagai Menu Buka Puasa

Bulan Ramadan selalu identik dengan hidangan khas Timur Tengah yang menggugah selera. Banyak orang menyukai makanan ini, karena rasanya enak dan gurih, serta ada keunikan tersendiri dari rempah-rempahnya. Makanan ini mudah ditemukan di berbagai tempat di Indonesia, sehingga lambat laun lidah orang lokal pun bisa menerimanya.
Di negara-negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Turki, momen berbuka puasa biasanya diawali dengan kurma dan minuman hangat, lalu dilanjutkan makanan berat dan berbumbu. Kombinasi nasi, daging, roti, serta sup menjadi menu yang umum disajikan.
Kalau kamu ingin mencoba suasana buka puasa ala Timur Tengah, berikut beberapa rekomendasi makanan khas Timur Tengah yang populer dan cocok disantap saat azan Magrib berkumandang. Simak sampai habis, ya!
1. Nasi kebuli

Rekomendasi makanan khas Timur Tengah untuk buka puasa yang pertama adalah nasi kebuli. Makanan ini cukup akrab dengan lidah orang Indonesia dan bisa ditemukan di berbagai tempat.
Nasi kebuli terbuat dari beras basmati yang diolah dengan santan atau susu, kaldu daging kambing, dan rempah-rempah khas Timur Tengah. Rasanya cenderung gurih dengan sentuhan smoky.
Pendamping nasi kebuli terdiri dari potongan daging kambing atau ayam yang empuk, kismis, dan taburan bawang goreng. Beberapa versi juga menambahkan acar, supaya urasanya lebih segar dan seimbang.
2. Nasi mandhi

Nasi mandhi memiliki warna yang khas, yakni kuning cenderung pucat. Bahkan, ada yang putih. Rasanya cenderung gurih dengan aroma rempah-rempah kuat dan aroma asap yang khas.
Makanan ini terbuat dari beras basmati yang dimasak bersama kaldu daging (domba atau ayam) dan rempah-rempah, lalu disajikan dengan daging kambing atau ayam. Untuk daging kambing atau ayamnya diolah di dalam tandoor (semacam lubang seperti oven terbuka berbentuk silinder) hingga empuk. Sambal dan saus tomat segar menjadi pendamping untuk menyeimbangkan rasa.
3. Nasi kabsah

Nasi khas Timur Tengah lainnya yang cocok untuk menu buka puasa adalah nasi kabsah. Sekilas, makanan ini mirip nasi mandhi. Perbedaanya terletak pada rempah-rempah yang digunakan, yakni tidak sekuat nasi mandhi.
Selain itu, teknik pembuatan nasi kabsah juga unik, yaitu semua bahan (nasi, daging, dan rempah-rempah) dimasukkan ke dalam satu panci dan ditekan. Untuk penyajiannya, nasi kabsah disantap bersama dengan syurba (sup) dan salata (salad).
4. Shawarma

Shawarma memiliki rasa gurih dengan sentuhan rempah yang kuat. Dagingnya juicy dan sedikit smoky, karena dipanggang perlahan pada alat pemanggang vertikal dan berukuran besar.
Satu wrap shawarma biasanya terdiri dari irisan daging ayam atau sapi, sayuran segar (selada dan tomat), serta saus bawang putih atau tahini. Semua isian dibungkus dengan roti pita yang lembut. Menu ini praktis dan cocok jadi pilihan buka puasa.
5. Kebab

Kebab berbeda dengan shawarma. Makanan ini punya banyak ragam, tergantung negara asalnya. Secara umum, kebab terbuat dari daging sapi atau domba yang dibumbui, lalu dipotong dadu atau digiling, ditusuk, dan dibakar di atas arang atau wajan datar seperti sate.
Makanan ini memiliki rasa yang gurih dan kaya rempah, dengan tekstur daging yang lembut. Aroma panggangannya menggoda, apalagi saat masih hangat. Biasanya, kebab disajikan dengan flat bread (tanpa dibungkus), potongan tomat, bawang bombai, dan saus yogurt. Tak jarang juga disantap bersama nasi atau kentang.
6. Falafel

Falafel punya rasa gurih dengan aroma kacang dan rempah yang khas. Teksturnya renyah di luar dan lembut di dalam, sehingga cocok jadi takjil berbuka puasa.
Makanan ini terbuat dari kacang arab (chickpeas) yang dihaluskan bersama bawang putih, daun ketumbar, dan jintan, lalu digoreng hingga kecokelatan. Biasanya, falafel disajikan dengan saus tahini atau yoghurt.
7. Sup lentil

Sup lentil sering jadi menu pembuka (appetizer) di banyak negara Timur Tengah, karena membantu tubuh beradaptasi setelah seharian berpuasa. Sensasi hangatnya juga memberikan rasa nyaman di perut.
Sup ini terbuat dari kacang lentil yang dimasak bersama bawang bombai, wortel, seledri, kaldu, jintan, dan lada hitam. Rasanya cenderung gurih dengan tekstur yang sangat lembut. Sekali coba, kamu pasti ketagihan!
8. Hummus

Hummus memiliki rasa yang gurih dengan sentuhan asam, serta tekstur yang sangat creamy. Makanan ini terbuat dari kacang arab yang dihaluskan bersama tahini (pasta wijen), minyak zaitun, bawang putih, dan air perasan lemon.
HUmmus kerap disajikan sebagai cocolan roti pita atau flat bread lainnya. Menu ini cocok sebagai hidangan pembuka sebelum menyantap makanan utama.
9. Baklava

Belum lengkap menyantap makanan berat tapi tidak ditutup dengan dessert manis. Salah satunya baklava yang punya cita rasa manis legit dengan aroma kacang yang khas. Tekstur makanan ini renyah dengan beberapa lapisan yang unik dan terbuat dari phyllo pastry (filo dough).
Biasanya, isian baklava berupa kacang pistachio, kacang tanah, walnut atau kenari yang dicincang halus, lalu dipanggang atau disangrai. dan disiram dengan sirup gula atau madu. Sekali gigit pasti pengin cobain lagi, deh!
10. Kunafa

Dessert khas Timur Tengah lainnya adalah kunafa. Makanan ini populer saat Ramadan karena rasanya manis, memberikan kesan, "mewah" dan cocok disantap bersama teh hangat setelah berbuka.
Baklava terbuat dari adonan tipis bernama kataifi yang dicampur keju atau krim, lalu dipanggang dan disiram sirup gula beraroma mawar. Rasanya perpaduan manis dan gurih dengan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam. Tak jarang, baklava juga disajikan hangat dengan lelehan keju.
Nah, itu dia rekomendasi makanan khas Timur Tengah sebagai inspirasi menu buka puasa. Kamu mau coba yang mana dulu, nih?


















