Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Resep Abon Ayam untuk Bekal Haji, Awet Tahan Lama

Resep Abon Ayam untuk Bekal Haji, Awet Tahan Lama
Potret abon ayam (pexels.com/Izza Niskala)

Saat hendak berangkat haji, ada banyak persiapan yang perlu dilakukan. Salah satunya menyiapkan bekal makanan dan lauk yang tahan lama. Di tengah padatnya rangkaian ibadah di Tanah Suci, memiliki stok lauk kering yang praktis bisa menjadi penyelamat saat kamu rindu masakan khas Indonesia.

Abon ayam menjadi salah satu jenis lauk yang bisa kamu bawa untuk berhaji. Selain teksturnya yang ringan dan tidak memakan banyak ruang di koper, makanan ini memiliki masa simpan yang sangat panjang, tanpa perlu disimpan di dalam lemari es.

Perpaduan serat daging ayam yang halus dengan bumbu rempah yang meresap sempurna menjadikannya teman setia nasi hangat atau bahkan roti. Kamu pun bisa membuat abon sendiri di rumah dengan panduan resep di bawah ini.

Ada beberapa teknik khusus yang harus diperhatikan, agar hasil abon kering sempurna dan tidak mudah tengik. Langsung saja simak resep abon ayam yang awet untuk bekal haji di bawah ini, ya!

Resep Abon Ayam yang Awet untuk Bekal Haji
Indonesia Cuisine,
4.6/5
Prep Time

15 Minutes

Cook Time

90 Minutes

Portion

5-10 Portion

Bahan Abon Ayam yang Awet

  • 2 kg dada ayam segar
  • 1 liter santan kental
  • 2 batang serai, memarkan
  • 4 lembar daun salam
  • 4-5 lembar daun jeruk
  • 2 sendok makan gula merah, sisir halus
  • 2 sendok teh garam
  • 1 sendok teh kaldu bubuk
  • minyak goreng secukupnya
  • Bumbu halus;
  • 30 butir bawang merah
  • 13 siung bawang putih
  • 8 butir kemiri
  • 2 jempol lengkuas
  • 4 ruas jari kunyit
  • 4 ruas jari jahe
  • 6 butir kemiri
  • 1 sendok makan ketumbar
  • 1 sendok teh jintan
  • 1 sendok teh merica butiran
  • air secukupnya

Cara Membuat

1. Rebus dada ayam.

Siapkan panci. Rebus dada ayam sampai empuk dan matang. Angkat dan tiriskan.

2. Suwir-suwir dada ayam.

Jika sudah dingin, suwir-suwir ayam sampai kecil-kecil atau tipis. Sisihkan.

3. Tumis bumbu halus.

Siapkan wajan dan panaskan minyak goreng secukupnya. Tumis bumbu halus, serai, daun jeruk, dan daun salam sampai harum dan matang.

4. Tambahkan garam dan bumbu lainnya.

Bumbui dengan garam, gula merah, dan kaldu bubuk. Aduk kembali sampai merata dan warna bumbunya jadi kecokelatan.

5. Tambahkan santan.

Tuang santan perlahan, lalu aduk sampai tercampur merata dengan bumbunya. Tunggu sampai mendidih.

6. Masak ayam dengan bumbu.

Masukkan daging ayam yang sudah disuwir-suwir. Aduk merata, lalu masak sampai bumbu meresap, santan menyusut, dan teksturnya agak kering. Koreksi rasanya dan matikan api.

7. Goreng ayam sampai kecokelatan.

Siapkan wajan. Panaskan minyak agak banyak. Goreng ayam dengan minyak panas sampai warnanya kecokelatan. Angkat sembari diperas.

8. Pres ayam sampai minyak turun.

Jika ayam sudah dingin, masukkan ke dalam alat pres abon. Tekan dan peras sampai minyaknya keluar atau turun semua, serta teksturnya kering. Ulangi langkah ini sampai semua abon kering.

9. Simpan abon.

Masukkan abon ke dalam stoples atau plastik vakum untuk divakum dan disimpan di kulkas, agar lebih tahan lama.

10. Penyajian.

Abon ayam siap dibawa untuk stok lauk selama berhaji.

Tips Membuat

  1. Pastikan daging ayam yang digunakan untuk membuat abon ini dalam keadaan bagus, segar, aromanya khas ayam yang baru disembelih, tidak ada lebam di permukaannya, dagingnya kenyal, serta tidak berlendir.
  2. Jika ingin ada sensasi pedasnya, tambahkan cabai rawit merah atau cabai merah keriting ke dalam masakan ini sesuai selera.
  3. Gunakan api kecil saat ayam sudah dimasukkan ke dalam campuran bumbu dan santan. Tujuannya agar abon tidak mudah gosong dan nantinya matangnya merata.

Demikian resep abon ayam yang awet tahan lama sebagai bekal haji. Rindu masakan khas Indonesia bakal terobati selama di Tanah Suci. Selamat menunaikan ibadah haji!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu
Follow Us

Latest in Food

See More

7 Kesalahan Memasak yang Bikin Boros Gas, Harus Dihindari!

18 Apr 2026, 13:20 WIBFood