Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Jenis Seafood yang Sebaiknya Tidak Dimakan Mentah, Ini Alasannya

7 Jenis Seafood yang Sebaiknya Tidak Dimakan Mentah, Ini Alasannya
ilustrasi seafood (magnific.com/magnific)
  • Kerang, tiram, udang, kepiting, lobster, cumi-cumi, dan scallop sebaiknya tidak disantap mentah atau setengah matang karena berisiko membawa mikroorganisme berbahaya.
  • Beberapa ikan juga tidak selalu aman dimakan mentah; jenis, kualitas, penanganan, dan penyimpanan perlu diperhatikan karena ada risiko parasit serta kontaminasi.
  • Memasak seafood hingga matang merata, terutama bagian dalam yang tebal, serta menjaga penyimpanan dan kebersihan membantu menurunkan risiko gangguan kesehatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Seafood mentah memang menggoda, apalagi kalau disajikan sebagai sushi, sashimi, atau menu segar lainnya. Namun, gak semua seafood aman langsung disantap tanpa dimasak karena beberapa jenis bisa membawa bakteri, virus, parasit, atau zat berbahaya yang berisiko mengganggu kesehatan. Risiko tersebut bisa makin besar kalau seafood ditangani atau disimpan dengan cara yang kurang tepat, lho.

Masak seafood sampai matang jadi salah satu cara sederhana untuk mengurangi risiko kontaminasi, terutama pada jenis seafood tertentu. Sayangnya, masih banyak yang belum tahu seafood apa saja yang sebaiknya gak dimakan mentah dan kenapa hal itu perlu diperhatikan. Nah, sebelum ikut-ikutan menyantap seafood mentah, yuk kenali 7 jenis seafood yang sebaiknya dimasak sampai matang!

  1. 1. Kerang dan tiram sebaiknya dimasak hingga matang

    ilustrasi kerang dan tiram
    ilustrasi kerang dan tiram (pixabay.com/menglei)

    Makanan laut seperti kerang dan tiram sering kali disajikan dalam kondisi mentah, terutama dalam hidangan seafood yang mengandalkan rasa segar. Padahal, jenis kerang-kerangan dapat terpapar bakteri seperti Vibrio dan patogen lain dari lingkungan perairan, lho. Jika dimakan mentah atau kurang matang, mikroorganisme ini dapat masuk ke dalam tubuh.

    Bahaya yang dapat ditimbulkan bukan hanya masalah gangguan pencernaan, tetapi juga dapat menyebabkan infeksi serius pada orang tertentu. Oleh karena itu, memasak kerang dan tiram hingga matang adalah langkah yang lebih aman untuk mengurangi risiko paparan kuman. Bagi penggemar seafood mentah, informasi ini sebaiknya tidak diabaikan begitu saja.

  2. 2. Udang jangan asal disantap setengah matang

    ilustrasi udang segar
    ilustrasi udang segar (freepik.com/devmaryna)

    Udang yang masih sedikit transparan dan kenyal memang tampak sangat menarik, terutama kalau dimasak sebentar agar teksturnya tetap juicy. Namun, udang mentah bisa membawa berbagai mikroorganisme penyebab penyakit sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi dalam kondisi mentah atau kurang matang. Proses memasak yang tepat sangat membantu menurunkan risiko tersebut.

    Yang harus diperhatikan bukan hanya kesegaran udang, tetapi juga metode penyimpanannya sejak dibeli hingga saat dimasak. Udang harus disimpan dengan benar dan dimasak hingga dagingnya menjadi lebih buram serta matang merata. Jadi, jangan terburu-buru untuk mengangkatnya hanya karena khawatir teksturnya terlalu matang, ya.

  3. 3. Kepiting juga lebih aman disantap setelah matang

    ilustrasi kepiting
    ilustrasi kepiting (magnific.com/jcomp)

    Daging kepiting yang manis memang bikin susah berhenti makan, tetapi seafood satu ini sebaiknya gak disantap dalam kondisi mentah. Kepiting memiliki kemungkinan terpapar bakteri dari habitatnya dan dapat mengandung mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit. Terutama kalau kepiting hanya dimasak dalam waktu singkat, bagian dalamnya mungkin belum sepenuhnya matang.

    Memasak hingga sempurna tidak berarti dagingnya harus menjadi kering atau kehilangan cita rasanya, kok. Yang terpenting adalah temperatur yang cukup agar bagian daging yang tebal matang merata sebelum disajikan. Dengan cara ini, kita dapat memastikan keamanan yang lebih baik ketimbang hanya mengandalkan tampilan luar saja.

  4. 4. Lobster perlu dimasak hingga dagingnya matang

    ilustrasi lobster
    ilustrasi lobster (pixabay.com/mschwander)

    Lobster sering kali dikaitkan dengan hidangan kelas atas yang sebaiknya diolah dengan tepat. Namun, lobster tetap termasuk makanan laut yang perlu dimasak secara baik karena bisa mengandung bakteri atau parasit dari sumber airnya. Menikmatinya dalam keadaan mentah atau setengah matang tentu meningkatkan risiko terpapar mikroorganisme tersebut.

    Saat memasak lobster, pastikan bahwa bagian daging yang paling tebal telah matang dan tidak lagi mentah. Metode memasak seperti merebus, mengukus, atau memanggang bisa menjadi pilihan yang baik asalkan panasnya cukup. Jadi, kita tetap bisa menikmati lobster yang lezat tanpa mengabaikan aspek keamanannya, lho.

  5. 5. Ikan tertentu gak selalu aman dimakan mentah

    ilustrasi ikan tenggiri
    ilustrasi ikan tenggiri (freepik.com/topntp26)

    Ikan sering kali menjadi komponen utama dalam sushi dan sashimi, tetapi itu tidak berarti semuanya dapat langsung disantap tanpa dimasak. Beberapa jenis ikan tertentu bisa mengandung parasit atau terpapar mikroorganisme yang berisiko bagi kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan jenis, kualitas, penanganan, dan proses penyimpanannya sebelum menikmati ikan mentah.

    Ikan yang ditujukan untuk dimakan mentah umumnya melalui penanganan khusus untuk mengurangi risiko parasit dan kontaminasi. Kalau asal mengambil ikan segar dari pasar dan mengolahnya menjadi sashimi, risikonya jelas berbeda. Jadi, kalau kamu merasa ragu tentang keamanan ikan tersebut, memasaknya sampai matang adalah pilihan yang lebih aman.

  6. 6. Cumi-cumi sebaiknya jangan dimakan setengah matang

    ilustrasi cumi-cumi
    ilustrasi cumi-cumi (freepik.com/topntp26)

    Cumi-cumi memiliki tekstur yang unik sehingga banyak orang memasaknya dengan cepat agar tetap empuk. Namun kalau diangkat terlalu cepat, bagian tengahnya bisa saja belum matang sempurna dan masih mengandung mikroorganisme yang berbahaya. Oleh karena itu, cumi-cumi harus diproses dengan cara dan waktu yang tepat agar matang dengan merata.

    Menariknya, memasak cumi-cumi terlalu singkat atau terlalu lama bisa mengakibatkan teksturnya menjadi kurang nikmat. Jadi, kuncinya adalah memastikan bagian dalamnya matang dengan baik tanpa membuatnya kering dan keras. Dengan begitu, kamu dapat menikmati cumi-cumi yang lembut dan juga lebih aman untuk disantap.

  7. 7. Kerang scallop juga perlu diperhatikan saat dimasak

    ilustrasi kerang scallop
    ilustrasi kerang scallop (pixabay.com/MonicaVolpin)

    Scallop sering muncul dalam menu restoran dengan bagian tengah yang sengaja dibuat sedikit mentah untuk mempertahankan teksturnya. Meski terlihat menggugah selera, scallop mentah atau kurang matang tetap memiliki risiko kontaminasi yang perlu diperhatikan. Seafood ini sebaiknya berasal dari sumber yang aman dan ditangani dengan baik sebelum dikonsumsi.

    Kalau ingin lebih aman, scallop bisa dimasak sampai bagian dalamnya matang dengan tetap memperhatikan waktu pengolahannya. Jangan hanya mengandalkan bagian luarnya yang sudah kecokelatan karena bagian tengah belum tentu matang sempurna. Nah, sedikit lebih sabar saat memasak bisa membuat sajian seafood tetap enak sekaligus lebih aman.

    Jadi, gak semua seafood aman disantap mentah karena beberapa jenis bisa membawa bakteri, virus, atau parasit yang berisiko mengganggu kesehatan. Memasaknya sampai matang dan memperhatikan cara penyimpanan serta kebersihannya bisa membantu membuat seafood lebih aman untuk dinikmati. Nah, mulai sekarang jangan cuma tergoda tampilannya yang segar, pastikan juga cara mengolahnya sudah tepat, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More