Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Alasan Populer Orang Mulai Lari Menurut Survei
ilustrasi komunitas lari (magnific.com/freepik)
  • Survei terhadap ribuan pelari menunjukkan bahwa kesehatan fisik bukan satu-satunya alasan orang mulai lari.

  • Kesehatan mental, koneksi sosial, pencapaian pribadi, dan rasa memiliki komunitas menjadi motivasi yang semakin dominan.

  • Penelitian menunjukkan bahwa alasan seseorang mulai lari dapat berubah seiring waktu, dari tujuan eksternal menjadi kepuasan intrinsik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Alasan yang membuat seseorang mulai berlari ternyata tidak cuma mau berat badan turun. Bisa lebih kompleks, ternyata. Ada yang sedang berusaha keluar dari masa sulit dalam hidup, ada yang cuma mau bergerak lebih banyak setelah terlalu lama duduk di depan kompute, ada yang mau menaklukkan tantangan, dan alasan lainnya.

Survei dan penelitian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa lari telah berkembang menjadi lebih dari sekadar olahraga. Bagi banyak orang, lari adalah cara untuk menjaga kesehatan mental, membangun hubungan sosial, bahkan menemukan kembali rasa percaya diri.

Berikut ini beberapa alasan populer seseorang mulai lari, mungkin kamu bisa relate dengan salah satu atau beberapa atau di antaranya.

1. Ingin hidup lebih sehat

Alasan paling klasik, tetapi tetap menjadi salah satu motivasi terbesar.

Menurut laporan Year in Sport Trend Report dari Strava yang melibatkan 6.990 responden aktif dari berbagai negara, kesehatan masih menjadi salah satu alasan utama orang berolahraga, termasuk berlari. Namun, motivasi kesehatan sering kali tidak berdiri sendiri dan biasanya disertai alasan lain seperti kesehatan mental atau pencapaian pribadi.

Hal ini sejalan dengan banyak penelitian yang menunjukkan bahwa lari secara rutin dapat membantu:

  • Menurunkan risiko penyakit jantung.

  • Mengontrol tekanan darah.

  • Membantu menjaga berat badan.

  • Meningkatkan kebugaran kardiorespirasi.

  • Menurunkan risiko kematian dini.

Sebuah tinjauan besar menemukan bahwa pelari memiliki risiko kematian akibat semua penyebab yang lebih rendah dibanding mereka yang tidak berlari.

2. Mengurangi stres dan menjaga kesehatan mental

Bagi banyak pelari, manfaat terbesar lari dirasakan di pikiran. Laporan dan survei pelari dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pengelolaan stres menjadi salah satu alasan yang paling sering disebut saat seseorang memulai kebiasaan berlari.

Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas lari berkaitan dengan peningkatan suasana hati, penurunan gejala kecemasan, dan kesejahteraan psikologis yang lebih baik.

Banyak pelari menggambarkan momen berlari sebagai waktu untuk:

  • Menenangkan pikiran.

  • Melepaskan tekanan pekerjaan.

  • Mengurangi kecemasan.

  • Mendapatkan ruang untuk diri sendiri.

Tak heran jika sejumlah orang mulai berlari justru ketika sedang menghadapi masa sulit dalam hidup.

3. Menurunkan berat badan atau memperbaiki bentuk tubuh

ilustrasi lari pagi (pexels.com/Gustavo Fring)

Motivasi ini masih sangat umum, terutama pada pelari pemula.

Lari termasuk aktivitas dengan pengeluaran energi yang relatif tinggi dibanding banyak olahraga lain. Karena itu, banyak orang memilih lari ketika ingin mengurangi berat badan atau meningkatkan komposisi tubuh.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa motivasi yang didasari penampilan sering kali tidak bertahan lama jika tidak diikuti alasan yang lebih dalam.

Seiring waktu, banyak pelari melaporkan fokus mereka bergeser dari angka timbangan menjadi bagaimana tubuh terasa lebih kuat, lebih sehat, dan lebih bugar.

4. Mencari tantangan dan pencapaian pribadi

Ada rasa puas saat kamu berhasil menyelesaikan jarak yang sebelumnya terasa mustahil. Awalnya mungkin cuma lari 1 kilometer nonstop, lalu berkembang menjadi 5K, 10K, half marathon, maraton, hingga ultramaraton.

Penelitian tentang motivasi pelari rekreasional menunjukkan bahwa pencapaian pribadi merupakan salah satu faktor kuat dalam mempertahankan kebiasaan berlari.

Tidak sedikit orang yang memulai lari karena ingin membuktikan sesuatu kepada diri sendiri, bukan kepada orang lain. Menyelesaikan target yang sulit sering kali memberikan rasa kompetensi dan kepercayaan diri yang lebih besar.

5. Mencari koneksi sosial

Salah satu temuan menarik dari survei Strava adalah bahwa alasan nomor satu orang berolahraga bersama orang lain adalah koneksi sosial. Lebih dari setengah responden mengatakan bahwa teman atau anggota keluarga yang aktif berolahraga menjadi sumber motivasi terbesar mereka.

Fenomena ini mungkin menjelaskan mengapa komunitas lari berkembang pesat di berbagai kota.

Banyak orang datang untuk berolahraga, tetapi bertahan karena menemukan teman baru, dukungan sosial, rasa memiliki dalam komunitas, serta lingkungan yang positif.

Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan klub lari bahkan menjadi salah satu tren besar dalam dunia lari global.

6. Ingin memperbaiki kesehatan setelah usia bertambah

ilustrasi berlari bersama teman (pexels.com/Brett Sayles)

Motivasi seseorang untuk berlari sering berubah seiring bertambahnya usia.

Pada usia yang lebih muda, performa dan penampilan mungkin menjadi fokus utama. Namun, pada usia yang lebih matang, banyak orang mulai berlari karena ingin:

  • Menjaga kesehatan jantung.

  • Mengontrol gula darah.

  • Mengurangi risiko penyakit kronis.

  • Tetap aktif dan mandiri.

Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas aerobik rutin, termasuk lari, berkaitan dengan penuaan yang lebih sehat dan penurunan risiko berbagai penyakit kronis.

7. Terinspirasi oleh orang lain

Dalam dunia lari, pengaruh media sosial tidak selalu negatif. Menurut survei Strava, banyak orang termotivasi oleh aktivitas teman atau keluarga yang mereka lihat secara online. Melihat orang lain mencapai target tertentu dapat memicu dorongan untuk mulai bergerak.

Efek ini sering terlihat ketika seseorang melihat:

  • Teman menyelesaikan race.

  • Rekan kerja mulai rutin berlari.

  • Pasangan menjalani gaya hidup lebih aktif.

Motivasi tersebut dapat menjadi titik awal sebelum akhirnya berkembang menjadi kebiasaan yang lebih kuat.

Alasan orang tetap berlari sering berbeda dengan alasan mereka memulai

Penelitian tentang motivasi olahraga menunjukkan bahwa banyak orang memulai karena alasan eksternal, seperti ingin kurus atau mengikuti tren. Namun, mereka yang berhasil mempertahankan kebiasaan berlari dalam jangka panjang biasanya menemukan motivasi intrinsik, seperti:

  • Menikmati proses berlari.

  • Merasa lebih bahagia setelah berolahraga.

  • Menikmati kebersamaan dengan komunitas.

  • Menyukai tantangan pribadi.

Dengan kata lain, alasan yang membuat seseorang mulai berlari belum tentu menjadi alasan yang membuatnya bertahan.

Survei terhadap ribuan pelari menunjukkan bahwa kesehatan fisik, kesehatan mental, penurunan berat badan, pencapaian pribadi, dan koneksi sosial merupakan beberapa alasan yang paling sering muncul ketika ditanya mengapa orang mulai berlari dan mempertahankannya. Namun, yang menarik adalah banyak pelari akhirnya menemukan manfaat lain yang berbeda dengan alasan mereka mulai lari.

Ada yang awalnya ingin menurunkan berat badan lalu menemukan komunitas baru. Ada yang mulai karena stres lalu jatuh cinta pada prosesnya, dan ada juga yang iseng mencoba lalu akhirnya menjadikan lari sebagai bagian penting dari hidupnya.

Mungkin itulah salah satu alasan kenapa lari terus berkembang, karena setiap orang memulai langkah dengan ceritanya masing-masing dan menemukan sesesuatu yang lebih besar daripada sekadar rutin berolahraga.

Referensi

Strava. "Year in Sport Trend Report 2024." Diakses Juni 2026.

Strava. “Year in Sport Trend Report: Insights on the World of Exercise.” 2024. Diakses Juni 2026.

Running USA. "2025 Global Runner Survey Findings. Colorado Springs: Running USA, 2025." Diakses Juni 2026.

Duck-Chul Lee et al., “Leisure-Time Running Reduces All-Cause and Cardiovascular Mortality Risk,” Journal of the American College of Cardiology 64, no. 5 (July 28, 2014): 472–81, https://doi.org/10.1016/j.jacc.2014.04.058.

Zeljko Pedisic et al., “Is Running Associated With a Lower Risk of All-cause, Cardiovascular and Cancer Mortality, and Is the More the Better? A Systematic Review and Meta-analysis,” British Journal of Sports Medicine 54, no. 15 (November 4, 2019): 898–905, https://doi.org/10.1136/bjsports-2018-100493.

Freya Oswald et al., “A Scoping Review of the Relationship Between Running and Mental Health,” International Journal of Environmental Research and Public Health 17, no. 21 (November 1, 2020): 8059, https://doi.org/10.3390/ijerph17218059.

Runner’s World. “How to Start Running: Maintain Motivation.” Diakses Juni 2026.

Runner’s World. “Strava Just Released Its 2023 Year in Sport Report.” Diakses Juni 2026.

Outside Online. “Runners Are Racing More than Ever.” Diakses Juni 2026.

Dorothea Gute, Stephan Schlögl, and Aleksander Groth, “Keep on Running! An Analysis of Running Tracking Application Features and Their Potential Impact on Recreational Runner’s Intrinsic Motivation,” in Lecture Notes in Computer Science, 2022, 359–73, https://doi.org/10.1007/978-3-031-05412-9_25.

Editorial Team

Related Article