- Neurofibromatosis tipe 1 (NF1): Sindrom ini memengaruhi perkembangan sistem saraf dan dapat meningkatkan risiko terbentuknya tumor pada otak maupun sumsum tulang belakang.
- Neurofibromatosis tipe 2 (NF2): Sering menyebabkan terbentuknya tumor jinak yang disebut schwannoma pada saraf kranial. Pasien juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami tumor otak lainnya.
- Sindrom Von Hippel-Lindau (VHL): Kelainan genetik ini memengaruhi pembentukan pembuluh darah dan dapat meningkatkan risiko tumor pada otak, mata, sumsum tulang belakang, serta beberapa organ lain seperti ginjal dan pankreas.
- Sindrom Li-Fraumeni: Penderita sindrom ini memiliki risiko lebih tinggi mengalami berbagai jenis kanker sejak usia muda, termasuk tumor otak.
- Tuberous Sclerosis Complex (TSC): Kelainan ini dapat menyebabkan pertumbuhan tumor jinak di berbagai organ tubuh, termasuk otak.
- Sindrom Turcot: Sindrom Turcot merupakan kelainan genetik langka yang berkaitan dengan meningkatnya risiko tumor pada sistem saraf pusat serta kanker usus besar.
- Sindrom Gorlin: Dikenal juga sebagai basal cell nevus syndrome, kondisi ini meningkatkan risiko berbagai jenis tumor, termasuk tumor otak dan sumsum tulang belakang.
Apakah Tumor Otak Bisa Diturunkan dalam Keluarga?

- Sebagian besar tumor otak tidak bersifat keturunan, dengan kurang dari 5 persen kasus yang terkait faktor genetik; mayoritas muncul secara spontan tanpa penyebab genetik jelas.
- Beberapa sindrom genetik langka seperti NF1, NF2, VHL, Li-Fraumeni, dan TSC dapat meningkatkan risiko tumor otak meski hanya menyumbang sebagian kecil dari total kasus.
- Konseling dan pemeriksaan genetik disarankan bila ada riwayat keluarga dengan tumor otak atau kanker pada usia muda untuk menilai kemungkinan kelainan genetik yang diwariskan.
Mendengar diagnosis tumor otak bukanlah hal menyenangkan. Pasien atau anggota keluarga lainnya mungkin kemudian bertanya-tanya apakah tumor otak bisa diturunkan kepada anak atau anggota keluarga lainnya?
Kabar baiknya, sebagian besar kasus tumor otak bukanlah penyakit keturunan. Meski begitu, faktor genetik tetap dapat berperan dalam sejumlah kecil kasus. Jadi, penting untuk memahami perbedaan antara tumor otak yang muncul karena faktor keturunan dan yang terjadi secara spontan.
Table of Content
1. Apakah tumor otak diturunkan dari orangtua
Secara umum, tumor otak tidak diwariskan secara langsung dari orang tua kepada anak. Artinya, seseorang tidak otomatis akan mengalami tumor otak hanya karena ayah, ibu, atau saudaranya pernah mengidap penyakit tersebut.
Namun, memiliki anggota keluarga dekat yang pernah mengalami tumor otak memang bisa sedikit meningkatkan risiko dibanding orang yang tidak memiliki riwayat keluarga. Kendati demikian, peningkatan risikonya tetap tergolong rendah.
Menurut ahli dari USC Brain Tumor Center, diperkirakan bahwa kurang dari 5 persen tumor otak primer berkaitan dengan faktor keturunan. Sebagian besar kasus terjadi secara sporadis, yaitu muncul tanpa penyebab genetik yang jelas.
2. Mengapa faktor genetik tetap berpengaruh
Walaupun tumor otak itu sendiri tidak diwariskan, dalam beberapa kasus seseorang dapat mewarisi mutasi gen tertentu yang membuatnya lebih rentan mengalami berbagai jenis kanker, termasuk tumor otak.
Kondisi ini biasanya berkaitan dengan sindrom genetik langka yang diwariskan dalam keluarga. Sindrom tersebut jauh lebih jarang dibandingkan kasus tumor otak yang muncul secara spontan.
3. Sindrom genetik yang dapat meningkatkan risiko tumor otak

Beberapa kelainan genetik yang diketahui dapat meningkatkan risiko tumor otak antara lain:
Perlu diketahui bahwa seluruh sindrom genetik tersebut hanya menyumbang sebagian kecil dari seluruh kasus tumor otak.
4. Perbedaan tumor otak primer dan metastatik
Saat membahas faktor keturunan, penting juga memahami jenis tumor otak yang dialami seseorang.
Tumor otak primer adalah tumor yang berasal dari jaringan otak atau struktur di sekitarnya. Jenis inilah yang dalam kasus yang sangat jarang dapat berkaitan dengan faktor genetik.
Sementara itu, tumor otak metastatik terjadi ketika sel kanker dari organ lain, seperti paru-paru atau payudara, menyebar ke otak. Jenis ini jauh lebih sering ditemukan dibanding tumor otak primer dan bukan merupakan penyakit keturunan.
5. Faktor risiko tumor otak yang telah diketahui
Hingga saat ini, ada beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami tumor otak, antara lain:
- Memiliki anggota keluarga dekat yang pernah mengalami tumor otak.
- Pernah terpapar radiasi pengion, misalnya akibat terapi radiasi pada kepala.
- Usia yang makin lanjut.
- Kelebihan berat badan atau obesitas, yang dikaitkan dengan peningkatan risiko meningioma.
- Memiliki sindrom genetik tertentu, seperti NF1, NF2, atau Li-Fraumeni.
Meski demikian, banyak orang yang mengalami tumor otak tidak memiliki satu pun faktor risiko tersebut. Sebaliknya, tidak semua orang yang memiliki faktor risiko akan mengalami tumor otak.
6. Kapan perlu melakukan konseling genetik

Jika dalam satu keluarga ada beberapa anggota yang mengidap tumor otak atau berbagai jenis kanker pada usia muda, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan lebih lanjut. Konseling genetik bisa membantu menilai apakah ada kelainan genetik yang diwariskan dalam keluarga.
Jika diperlukan, dokter juga dapat merekomendasikan pemeriksaan genetik untuk mengetahui tingkat risiko secara lebih akurat.
Jadi, apakah tumor otak bisa diturunkan? Umumnya tidak. Sebagian besar tumor otak terjadi secara spontan dan tidak diwariskan dari orang tua kepada anak. Hanya sebagian kecil kasus yang berkaitan dengan sindrom genetik langka yang meningkatkan kerentanan terhadap tumor otak.
Jika kamu memiliki riwayat keluarga dengan tumor otak atau kanker tertentu dan merasa khawatir, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Mereka dapat membantu menilai risiko berdasarkan riwayat kesehatan keluarga dan menentukan apakah pemeriksaan lanjutan diperlukan.
Referensi
Canadian Cancer Society. Diakses pada Juni 2026. "Risk Factors for Brain and Spinal Cord Tumours."
Moffitt Cancer Center. Diakses pada Juni 2026. "Brain Cancer Causes and Risk Factors."
Medical University of South Carolina. Diakses pada Juni 2026. "Genetic Conditions Related to Brain Tumors."
USC Brain Tumor Center. Diakses pada Juni 2026. "Is Brain Tumor Risk Inherited?
Roswell Park Comprehensive Cancer Center. Diakses pada Juni 2026. "Does Brain Cancer Run in Families?
![[QUIZ] Seberapa Jeli Matamu Menebak Pemain Piala Dunia 2026?](https://image.idntimes.com/post/20260618/upload_3dcbed17ce3d325b8c798cc86fa5c273_194ec8d9-8cfa-4f74-9a58-c41e6eb809d6.jpg)

















