ilustrasi chocolate muffin low sugar (pixabay.com/congerdesign)
Banyak orang percaya bahwa satu-satunya cara untuk mengatasi sugar craving adalah berhenti mengonsumsi gula sama sekali. Namun, pembatasan yang terlalu ketat justru menyebabkan keinginan untuk makanan manis meningkat pada sebagian orang. Kuncinya adalah menjaga pola makan yang seimbang sambil tetap menikmati makanan favorit dalam porsi yang masuk akal.
Contohnya, kamu masih bisa menikmati sepotong cokelat setelah menyantap makanan, bukan saat perut kosong. Cara ini membantu mengurangi keinginan yang berlebih sekaligus membuat pola makan terasa lebih realistis. Dengan kebiasaan yang terus dijalankan, sugar craving akan lebih mudah dikendalikan tanpa perlu merasa tersiksa.
Sugar craving adalah kondisi yang umum terjadi dan bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola makan, kurang tidur, stres, hingga kebiasaan mengonsumsi gula berlebihan. Kabar baiknya, keinginan makan manis ini bisa dikendalikan dengan menerapkan pola hidup yang lebih seimbang tanpa harus menghindari gula sepenuhnya. Jadi, mulai sekarang coba lebih peka mendengarkan sinyal tubuh, ya, supaya kamu bisa menikmati makanan manis dengan lebih bijak.
Referensi:
“Food Cue Reactivity and Craving Predict Eating and Weight Gain: A Meta-Analytic Review.” Obesity Reviews (PubMed Central). Diakses Juli 2026.
“Does an Increased Intake of Added Sugar Affect Appetite in Overweight or Obese Adults, When Compared with Lower Intakes? A Systematic Review of the Literature.” Nutrition Reviews. Diakses Juli 2026.
“Asupan Gula dan Efek Psikologis Pada Tubuh Manusia (Sugar Intake and the Psychological Effect in Human Body).” AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora. Diakses Juli 2026.
“Penggunaan Aplikasi Pemesanan Makanan Online dengan Kebiasaan Konsumsi Pangan Sumber Gula, Garam, dan Lemak pada Mahasiswa IPB University.” Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik. Diakses Juli 2026.
“Faktor Risiko Gizi Lebih Pada Dewasa Muda: Konsumsi Minuman Manis dan Perilaku Sedentari.” Jurnal Riset Gizi. Diakses Juli 2026.