ilustrasi bersepeda (pexels.com/Willians Huerta)
Kalau tujuanmu hanya bergerak lebih aktif dan menjaga kebugaran, bersepeda sudah menjadi pilihan yang baik karena termasuk olahraga rendah benturan dan relatif ramah sendi. Namun, kalau kamu mau otot lebih kuat dan seimbang, jangan cuma mengandalkan gowes dengan pola yang sama setiap hari.
Untuk melatih paha depan, sesi dengan resistansi sedang sampai tinggi bisa membantu. Untuk lebih melibatkan bokong dan hamstring, coba variasikan dengan tanjakan ringan, berdiri sesekali, atau fokus pada kayuhan yang halus, bukan hanya menekan pedal. Namun, naikkan intensitas bertahap agar lutut, pinggul, dan punggung tidak kaget.
Lengkapi juga dengan latihan kekuatan di luar sepeda. Squat, lunges, hip hinge, Romanian deadlift, glute bridge, calf raise, plank, dead bug, dan side plank dapat membantu memperkuat otot yang menunjang kayuhan. Ini penting karena bersepeda banyak bergerak dalam pola berulang ke depan-belakang, sementara tubuh juga butuh kekuatan samping, stabilitas, dan rentang gerak yang baik.
Perhatikan juga posisi sepeda. Sadel yang terlalu rendah bisa membuat paha depan dan lutut bekerja terlalu berat. Sadel terlalu tinggi dapat membuat pinggul bergoyang dan betis atau hamstring terasa tertarik. Patokan sederhananya, saat pedal berada di bawah, lutut masih sedikit menekuk, bukan terkunci lurus.
Jika muncul nyeri tajam, kebas, nyeri lutut yang menetap, nyeri punggung bawah, atau kesemutan di tangan, jangan hanya menaikkan resistansi dan memaksa lanjut. Turunkan intensitas, cek posisi sepeda, dan pertimbangkan evaluasi dengan fisioterapis atau bike fitter jika keluhan berulang.
Referensi
da Silva, J. C. L., A. Tarassova, K. Ekblom, S. Andersson, M. Rönquist, and A. Arndt. “Quadriceps and Hamstring Muscle Activity during Cycling as Measured with Intramuscular Electromyography.” European Journal of Applied Physiology 116, no. 9 (2016): 1807–1817.
Hug, François, and Sylvain Dorel. “Electromyographic Analysis of Pedaling: A Review.” Journal of Electromyography and Kinesiology 19, no. 2 (2009): 182–198.
Ericson, M. O. “Muscular Activity during Ergometer Cycling.” Scandinavian Journal of Rehabilitation Medicine 17, no. 2 (1985): 53–61.
Pouliquen, Camille, Guillaume Nicolas, Benoit Bideau, and Nicolas Bideau. “Impact of Power Output on Muscle Activation and 3D Kinematics during an Incremental Test to Exhaustion in Professional Cyclists.” Frontiers in Sports and Active Living 2 (2021): 516911.
Bijker, K. E., A. de Groot, and A. P. Hollander. “Differences in Leg Muscle Activity during Running and Cycling in Humans.” European Journal of Applied Physiology 87 (2002): 556–561.
Harvard T.H. Chan School of Public Health. “Bicycling.” The Nutrition Source. Diakses Juni 2026.
Arthritis Foundation. “The Benefits of Stationary Biking.” Diakses Juni 2026.
Chavarrias, María, Juan Carlos Carlos-Vivas, Borja Collado-Mateo, and José Pérez-Gómez. “Health Benefits of Indoor Cycling: A Systematic Review.” Medicina 55, no. 8 (2019): 452.
Mohr, T. M., D. B. Allison, and J. A. Patterson. “Electromyographic Analysis of the Lower Extremity during Pedaling.” Journal of Orthopaedic & Sports Physical Therapy 2, no. 4 (1981): 163–168.