gambar pembalut wanita (magnific.com/Magnific)
Pada dasarnya darah menstruasi memang bisa berbau, dan itu merupakan sesuatu yang normal. Ini karena darah menstruasi mengandung zat besi yang membantu membawa oksigen dalam tubuh. Ketika darah akhirnya keluar, darah tersebut akan terpapar udara, membuat zat besi terutama dan menghasilkan bau logam. Meski begitu, bau darah menstruasi bisa cukup bervariasi setiap bulan. Dilansir oleh Very Well Health, perubahan ini disebabkan oleh beberapa kemungkinan.
Pertama, darah bercampur dengan bakteri alami yang ada di vagina, keringat, dan cairan keputihan yang menyebabkan bau. Kedua, perubahan bau juga bisa disebabkan oleh perubahan hormon selama siklus menstruasi. Ketiga, menggunakan tampon atau pembalut terlalu lama juga bisa membuat bau darah menstruasi jadi semakin menyengat. Ini karena semakin lama darah terpapar dengan udara, maka akan semakin banyak juga bakteri yang menguraikannya.
Mengganti pembalut dengan yang baru merupakan pekerjaan sederhana. Namun hal ini sangat penting untuk menjaga kesehatan area kewanitaan kita. Gak hanya mencegah bau, mengganti pembalut dengan yang bersih juga menghindarkan kita dari paparan risiko infeksi hingga penyakit berbahaya.
Referensi
“Bacterial Vaginosis (BV).” Cleveland Clinic. Diakses Oktober 2026.
“Pad Rash: Causes, Symptoms, and Treatment.” Medical News Today. Diakses Oktober 2026.
“Why Does My Period Smell So Bad?” Saalt. Diakses Oktober 2026.
“Why Does My Period Smell So Bad?” Verywell Health. Diakses Oktober 2026.
“Does Period Blood Smell? What’s Happening and How to Manage It.” Nua Woman. Diakses Oktober 2026.