Cara terbaik adalah melihat kembali pola makan dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Jika kamu rutin mengonsumsi sayuran hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sumber magnesium lainnya, kemungkinan besar kebutuhan harian sudah terpenuhi.
Namun, jika memiliki gejala tertentu, penyakit yang memengaruhi penyerapan nutrisi, atau menggunakan obat-obatan tertentu, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi dianjurkan dibanding menebak-nebak sendiri. Dengan begitu, keputusan untuk menggunakan suplemen benar-benar berdasarkan kebutuhan, bukan cuma ikut-ikutan orang.
Jadi, tidak semua orang perlu suplemen magnesium. Strategi terbaik tetap utamakan makanan bergizi terlebih dahulu, dan gunakan suplemen hanya ketika memang diperlukan. Dengan cara itu, tubuh mendapatkan manfaat magnesium tanpa harus menghadapi risiko efek samping akibat konsumsi yang berlebihan.
Referensi
Cedars Sinai. Diakses pada Juni 2026. "Should You Take a Magnesium Supplement?"
Harvard Health Publishing. Diakses pada Juni 2026. "What You Should Know About Magnesium."
Health Direct. Diakses pada Juni 2026. "Magnesium and Your Health."
Mayo Clinic. Diakses pada Juni 2026. "Types of Magnesium Supplements: Best Use and Benefits for Your Health."
UCLA Health. Diakses pada Juni 2026. "Here’s What To Know about Magnesium Benefits."