Tentu saja. Kalau tujuanmu adalah mempersiapkan tubuh sebelum olahraga, prioritaskan pemanasan dinamis yang melibatkan gerakan-gerakan sesuai aktivitas yang akan dilakukan.
Sementara itu, peregangan statis bisa digunakan untuk membantu meningkatkan fleksibilitas dan rentang gerak, terutama ketika memang ada kebutuhan untuk melakukannya.
Hindari menjadikan stretching sebagai satu-satunya pelindung dari cedera. Tubuh membutuhkan kekuatan, kontrol gerak, pemanasan yang tepat, serta peningkatan beban latihan yang dilakukan secara bertahap.
Jadi, tidak sepenuhnya benar bahwa stretching bisa mencegah cedera. Stretching saja tidak terbukti mampu menurunkan risiko cedera olahraga secara keseluruhan, meskipun bisa bermanfaat pada fleksibilitas dan mungkin mengurangi risiko cedera otot tertentu.
Jika ingin berolahraga dengan lebih aman, kombinasikan pemanasan dinamis, latihan kekuatan, teknik yang baik, dan peningkatan intensitas secara bertahap. Dengan pendekatan tersebut, stretching menjadi bagian dari rutinitas olahraga yang lebih lengkap.
Referensi
Dr. Antti. Diakses pada Agustus 2026. "Does Stretching Reduce Injury? What the Evidence Actually Shows."
FitCraft. Diakses pada Agustus 2026. "Static vs Dynamic Stretching: Which Prevents Injuries?"
Takeuchi, K., Nakamura, M., Fukaya, T., Nakao, G., & Mizuno, T. (2024). "Stretching intervention can prevent muscle injuries: A systematic review and meta-analysis." Sport Sciences for Health, 20(4), 1119–1129. https://doi.org/10.1007/s11332-024-01213-9.
Lauersen, J. B., Bertelsen, D. M., & Andersen, L. B. (2014). "The effectiveness of exercise interventions to prevent sports injuries: A systematic review and meta-analysis of randomised controlled trials." British Journal of Sports Medicine, 48(11), 871–877. https://doi.org/10.1136/bjsports-2013-092538.
Science Insight. Diakses pada Agustus 2026. "Does Flexibility Prevent Injury? What the Research Shows."
Science Insight. Diakses pada Agustus 2026. "How Does Stretching Prevent Injury and When It Works."