ilustrasi seseorang berolahraga menggunakan treadmill (pexels.com/Instituto Alpha Fitness)
Kalau memilih treadmill sebagai bagian dari latihan maraton, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan supaya hasilnya tetap optimal. Berikut tips-tips dari para ahli yang bisa kamu terapkan:
Banyak yang bilang harus naikkan incline treadmill ke 1 persen supaya terasa seperti lari outdoor. Namun, menurut para pelatih, hal ini sebenarnya hanya berdampak besar buat pelari elit. Jadi, kalau kamu pelari pemula atau menengah, tidak usah terlalu pusing, pakai setting yang nyaman saja, ya.
Sesuaikan speed treadmill dengan jenis latihanmu, apakah itu lari santai atau interval. Cek juga detak jantung dan level effort supaya tetap berada pada zona latihan yang tepat. Mengingat treadmill tidak bisa ganti kecepatan secepat lari di luar, kamu bisa memanfaatkan ini untuk melatih konsistensi pace.
Meski sudah semangat lari, jangan skip pemanasan, ya. Lari ringan 5—10 menit pada awal bisa bantu menurunkan risiko cedera dan membuat performa lebih stabil.
Latihan di treadmill tetap harus mengikuti jadwal dan pola latihan maraton. Selain itu, perhatikan juga postur tubuh, jangan pegang railing, fokus sama langkah kaki, dan jaga posisi kepala serta dada agar tetap tegak, ya.