Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jus Berubah Warna Setelah Diblender, Aman atau Perlu Dibuang?

2 min read
Jus Berubah Warna Setelah Diblender, Aman atau Perlu Dibuang?
ilustrasi jus yang sudah berubah warna (pexels.com/Gundula Vogel)
  • Jus buah yang berubah cokelat tidak otomatis rusak; salah satu penyebab umumnya adalah reaksi enzimatis setelah buah dipotong atau diblender dan terkena udara.

  • Warna saja tidak bisa memastikan jus aman. Kuman penyebab penyakit bisa ada tanpa mengubah tampilan atau aroma.

  • Keamanan jus juga bergantung pada kebersihan saat membuatnya, proses pasteurisasi, dan cara penyimpanannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Segelas jus apel yang baru dibuat bisa tampak cerah, lalu berubah kecokelatan setelah beberapa menit. Perubahan ini sering membuat orang ragu apakah jus tersebut sudah rusak atau belum. Warna cokelat saja belum cukup untuk menjawabnya.

Pada buah tertentu, termasuk apel, perubahan warna terjadi karena reaksi alami antara enzim dalam buah dan oksigen di udara setelah buah dipotong atau dihancurkan. Proses yang disebut oksidasi ini memang membuat jus menjadi lebih gelap, tetapi tidak berarti jus sudah basi atau terkontaminasi.

  1. Warna bukan penentu keamanan

    Jus yang berubah cokelat belum tentu berbahaya dan sebaliknya, jus yang masih tampak segar juga belum tentu aman.

    Buah dan sayuran mentah dapat membawa bakteri yang masuk ke dalam jus, terutama jika jus tidak dipasteurisasi. Risiko ini lebih tinggi pada ibu hamil, anak kecil, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah.

    Karena itu, jangan mengandalkan warna saja. Jika jus berjamur, berbau tidak biasa, atau tampak rusak, sebaiknya dibuang. Namun, tidak adanya perubahan warna atau bau juga tidak menjamin jus bebas dari kuman.

  2. Cara membuat dan menyimpan jus dengan aman

    Ilustrasi proses membuat jus, menggambarkan kegiatan menyiapkan minuman buah segar untuk dikonsumsi sehari-hari.
    ilustrasi membuat jus (pexels.com/Mikhail Nilov)

    Sebelum membuat jus, cuci tangan dan bersihkan buah atau sayuran di bawah air mengalir, termasuk yang akan dikupas. Pastikan alat dan wadah yang digunakan juga bersih.

    Jika jus tidak langsung diminum, simpan di kulkas dengan suhu 4 derajat Celcius atau lebih rendah. Aturan sederhananya, jangan biarkan jus berada di suhu ruang lebih dari dua jam. Jika cuaca sangat panas, batasnya sekitar satu jam.

  3. Jadi, kapan jus harus dibuang?

    Jika jus baru dibuat dan berubah cokelat setelah terkena udara, kemungkinan besar itu hanya akibat oksidasi. Namun, jika jus terlalu lama berada di luar kulkas, riwayat penyimpanannya tidak jelas, atau muncul tanda-tanda seperti jamur dan bau yang tidak biasa, lebih aman untuk membuangnya.

    Intinya, warna cokelat saja tidak cukup untuk menentukan apakah jus masih aman atau tidak.

    Referensi

    Andrew Tilley et al., “Enzymatic Browning: The Role of Substrates in Polyphenol Oxidase Mediated Browning,” Current Research in Food Science 7 (2023): 100623, https://doi.org/10.1016/j.crfs.2023.100623.

    Shin-Young Park et al., “Enzymatic Browning Reaction of Apple Juices Prepared Using a Blender and a Low-Speed Masticating Household Juicer,” Bioscience, Biotechnology, and Biochemistry 82, no. 11 (2018): 2000–2006, https://doi.org/10.1080/09168451.2018.1497943.

    U.S. Food and Drug Administration, “What You Need to Know About Juice Safety,” diakses 1 November 2026.

    U.S. Food and Drug Administration, “Are You Storing Food Safely?,” diakses 1 November 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More