Comscore Tracker

9 Manfaat Paprika bagi Kesehatan Tubuh, Kamu Doyan Nggak?

Bisa meningkatkan pembakaran lemak!

Paprika (Capsicum annuum L.) adalah salah satu jenis sayuran dan bumbu masak paling populer digunakan di berbagai masakan karena rasa dan warnanya. Bagian buah tanaman yang berwarna hijau, kuning, merah, atau ungu sering digunakan sebagai campuran salad. Manfaat kesehatan yang ditawarkan pun tak main-main, lo!

Mudah didapat dan diolah dalam menu makan sehari-hari, berikut ini adalah beberapa manfaat paprika untuk kesehatan tubuh kita. 

Kandungan gizi paprika

9 Manfaat Paprika bagi Kesehatan Tubuh, Kamu Doyan Nggak?ilustrasi paprika merah (unsplash.com/Theo Crazzolara)

Dilansir FoodData Cental, paprika mengandung berbagai mikronutrien dan senyawa bermanfaat. Sebanyak satu sendok makan (6,8 gram) paprika mengandung:

  • Kalori: 19
  • Protein: kurang dari 1 gram
  • Lemak: kurang dari 1 gram
  • Karbohidrat: 4 gram
  • Serat: 2 gram
  • Vitamin A: 19 persen dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian
  • Vitamin E: 13 persen dari AKG harian
  • Vitamin B6: 9 persen dari AKG harian
  • Zat besi: 8 persen dari AKG harian

Paprika juga mengandung beberapa antioksidan, yang bisa membantu melawan kerusakan akibat radikal bebas. 

Radikal bebas diketahui berhubungan dengan penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan kanker. Maka dari itu, mengonsumsinya dapat membantu mencegah penyakit-penyakit tersebut.

Antioksidan utama paprika termasuk ke dalam keluarga karotenoid, meliputi beta-karoten, kapsaisin atau capsaicin, zeaksantin, dan lutein.

Nah, dari berbagai kandungan gizi paprika, berikut ini adalah beragam manfaat kesehatan yang bakal kamu dapat bila mengonsumsinya secara rutin.

1. Mendukung kesehatan mata

9 Manfaat Paprika bagi Kesehatan Tubuh, Kamu Doyan Nggak?ilustrasi membaca buku (unsplash.com/Dan Dumitriu)

Paprika mengandung beberapa nutrisi yang dapat mendukung kesehatan mata, termasuk vitamin E, beta-karoten, lutein, dan zeaksantin, menurut laporan dalam jurnal Clinical Interventions in Aging tahun 2013.

Beberapa penelitian telah menghubungkan asupan tinggi beberapa nutrisi tersebut dengan penurunan risiko degenerasi makula atau age-related macular degeneration (AMD) dan katarak.

Spesifiknya, lutein dan zeaksantin, yang mana bekerja sebagai antioksidan, mungkin dapat membantu mencegah kerusakan pada mata, menurut studi dalam jurnal Nutrients tahun 2013.

Menurut sebuah studi dalam jurnal Archives of Ophthalmology tahun 2008 terhadap 1.800 perempuan, mereka yang memiliki tingkat asupan lutein dan zeaksantin paling tinggi kemungkinannya lebih rendah 32 persen untuk mengembangkan katarak dibanding mereka yang tingkat asupannya lebih rendah.

Studi lainnya dalam jurnal Archives of Ophthalmology tahun 2007 pada 4.519 orang dewasa juga mencatat bahwa asupan lutein dan zeaksantin yang lebih tinggi dikaitkan dengan penurunan risiko AMD.

2. Mampu mengurangi peradangan

9 Manfaat Paprika bagi Kesehatan Tubuh, Kamu Doyan Nggak?ilustrasi peradangan di kulit (pexels.com/AnnaNekrashevich)

Dilansir Healthline, beberapa varietas paprika, khususnya yang pedas, mengandung kapsaisin. Lewat berbagai penelitian, berbagai senyawa ini disebut-sebut mengikat reseptor pada sel saraf untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit.

Maka dari itu, berdasarkan beberapa studi pula, bahwa paprika mungkin dapat membantu melawan beberapa jenis peradangan atau inflamasi dan kondisi autoimun, termasuk artritis, kerusakan saraf, dan masalah pencernaan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa krim topikal (oles) yang mengandung kapsaisin membantu mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh artritis dan kerusakan saraf, tetapi penelitian tentang tablet kapsaisin lebih terbatas.

Dalam sebuah penelitian terhadap 376 orang dewasa dengan penyakit gastrointestinal, suplemen kapsaisin membantu mencegah peradangan dan kerusakan lambung, menurut laporan dalam jurnal Progress in Drug Research tahun 2004. 

Studi lain pada tikus dalam Journal of Neuroinflammation tahun 2018 menemukan bahwa penggunaan suplemen kapsaisin selama 10 hari mengurangi peradangan yang terkait dengan kondisi saraf autoimun.

Meski demikian, studi secara spesifik tentang paprika masih dibutuhkan.

Baca Juga: Apa yang Terjadi saat Kita Makan Pedas Tiap Hari? Ini Gambarannya!

3. Mengurangi nafsu makan

9 Manfaat Paprika bagi Kesehatan Tubuh, Kamu Doyan Nggak?ilustrasi makan dengan lahap (pexels.com/TimSamuel)

Dilansir Nourish by WebMD, kapsaisin dalam paprika mungkin punya sifat antiobesitas dan penekan nafsu makan. Penelitian telah menunjukkan bahwa kapsaisin meningkatkan metabolisme lemak, terutama oksidasi lemak perut.

Kapsaisin juga dikatakan dapat mengurangi nafsu makan dan asupan kalori ketika dimasukkan ke dalam bagian dari pola makan sehat bergizi seimbang.

Senyawa lain dalam paprika yang disebut xanthophylls juga menunjukkan kemampuan untuk mengurangi lemak perut indeks massa tubuh.

4. Mengatasi masalah sendi

9 Manfaat Paprika bagi Kesehatan Tubuh, Kamu Doyan Nggak?ilustrasi nyeri sendi lutut (IDN Times/Mardya Shakti)

Beberapa orang menghindari keluarga sayuran nightshade, seperti tomat, terung, dan paprika, karena takut memperburuk gejala radang sendi. Namun, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung mitos tersebut.

Sebaliknya, paprika mungkin dapat membantu melindungi tulang rawan dan tulang berkat kandungan vitamin C, menurut Arthritis Foundation. 

Setengah cangkir paprika merah memberi tubuh persediaan harian penuh dari 75 miligram dan 90 miligram vitamin C yang direkomendasikan untuk perempuan dan laki-laki.

5. Gigi dan mulut yang lebih sehat

9 Manfaat Paprika bagi Kesehatan Tubuh, Kamu Doyan Nggak?ilustrasi merawat gigi sehat (pexels.com/SoraShimazaki)

Paprika, seperti apel dan sayuran serta buah-buahan renyah lainnya, adalah "sikat gigi" alami. Alasannya, pertama, teksturnya yang renyah dan berserat membantu menghilangkan partikel makanan dan bakteri. Kedua, paprika mengandung air yang merangsang aliran air liur.

Air liur sangat penting untuk kesehatan gigi karena mengurangi efek merusak dari asam dan enzim yang menyerang gigi, menurut College of Dentistry University of Illinois Chicago, Amerika Serikat. Air liur juga mengandung beberapa kalsium fosfat, yang mengembalikan mineral ke permukaan gigi yang rusak oleh asam bakteri.

Baca Juga: Kenapa Perutmu Mulas setelah Makan Makanan Pedas? Berikut 10 Faktanya

6. Bisa membantu mencegah depresi

9 Manfaat Paprika bagi Kesehatan Tubuh, Kamu Doyan Nggak?ilustrasi gejala depresi (pexels.com/PolinaZimmerman)

Para peneliti mulai mengidentifikasi makanan yang merupakan sumber nutrisi terbaik yang telah dibuktikan oleh sains untuk mendorong pemulihan dari gangguan depresi.

Meninjau literatur ilmiah, mereka memasukkan makanan yang mengandung jumlah tertinggi nutrisi peningkat suasana hati berikut: folat, zat besi, asam lemak omega-3 rantai panjang (EPA dan DHA), magnesium, kalium, selenium, tiamina, vitamin A, vitamin B6, vitamin B12, vitamin C, dan zink.

Sumber tanaman terkaya dari nutrisi antidepresi yang disebutkan di atas meliputi sayuran hijau, selada, sayuran silangan, dan paprika, menurut laporan tahun 2018 di World Journal of Psychiatry. 

7. Menjaga dan meningkatkan metabolisme

9 Manfaat Paprika bagi Kesehatan Tubuh, Kamu Doyan Nggak?ilustrasi lemak di perut (pexels.com/KarolinaGrabowska)

Senyawa dalam paprika hijau dapat meningkatkan tingkat metabolisme dan meningkatkan pembakaran lemak, menurut sebuah studi terhadap hewan pengerat dalam jurnal Nutrition Research.

Dihydrocapsiate adalah zat yang mirip dengan kapsaisin, yang ditemukan dalam cabai dan dikenal karena sifat termogeniknya. Dalam studi selama 12 minggu, para peneliti memberikan dihydrocapsiate secara oral kepada tikus dengan diet tinggi lemak, dan menemukan bahwa suplemen tersebut mengurangi berat badan dan penambahan lemak, meningkatkan metabolisme glukosa, dan meningkatkan mikrobioma usus tikus.

Sebuah studi terhadap manusia dalam The American Journal of Nutrition menyimpulkan bahwa dihydrocapsiate hanya memiliki efek termogenik kecil 50 kalori per hari, yang berada dalam kisaran variabilitas tingkat metabolisme istirahat. Kapsaisin, salah satu bahan kimia alami dalam paprika merah, terbukti memiliki efek pada rasa kenyang atau asupan energi, mengurangi berat badan, massa lemak, dan lingkar pinggang.

8. Mengurangi rasa nyeri karena sindrom iritasi usus besar

9 Manfaat Paprika bagi Kesehatan Tubuh, Kamu Doyan Nggak?ilustrasi sindrom iritasi usus besar atau IBS (scientificanimations.com)

Sindrom iritasi usus besar atau irritable bowel syndrome (IBS) adalah gangguan kronis pada usus besar yang sering menyebabkan kram, sakit perut, kembung, sembelit, dan diare.

Stres dan jenis makanan tertentu, terutama susu dan kol, serta sayuran lainnya dapat memicu stres. Paprika merah mungkin menawarkan beberapa kelegaan seperti studi pendahuluan yang diterbitkan dalam Digestive Diseases and Sciences tahun 2011.

Para peneliti menemukan bahwa kapsaisin dalam paprika merah, ketika diberikan dalam bentuk bubuk dalam kapsul berlapis yang larut dalam usus besar, secara signifikan lebih efektif daripada plasebo dalam mengurangi gejala sakit perut dan kembung pada IBS.

9. Meningkatkan kesehatan jantung

9 Manfaat Paprika bagi Kesehatan Tubuh, Kamu Doyan Nggak?ilustrasi kesehatan jantung (diabetes.co.uk)

Studi dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry tahun 2002 menunjukkan bahwa kapsaisin adalah antioksidan kuat yang dapat melindungi terhadap stres oksidatif dari serangan radikal bebas yang memainkan peran penting dalam perkembangan penyakit kardiovaskular.

Para peneliti ingin menentukan efek suplementasi komponen ini dalam paprika pada sindrom metabolik, sekelompok kondisi yang berhubungan dengan jantung termasuk obesitas perut, resistansi insulin, tekanan darah tinggi, dan profil kolesterol yang buruk.

Dalam sebuah analisis dari 12 studi yang diterbitkan di jurnal Scientific Reports tahun 2020, para peneliti tidak menemukan peningkatan yang signifikan dalam kadar glukosa atau hipertensi, tetapi secara signifikan mengurangi low-density lipoprotein (LDL) alias kolesterol jahat.

Dahsyat, ya, manfaat paprika untuk kesehatan kita? Untuk mengoptimalkan manfaat yang didapat, variasikan paprika dengan makanan sehat lainnya agar kebutuhan nutrisi harian selalu terpenuhi. Selain itu, jangan lupa rutin olahraga, tidur cukup, dan kelola stres dengan baik.

Baca Juga: Kenapa Makan Pedas Bikin Kita Cegukan? Ini 7 Penjelasan Medisnya

Basri W Pakpahan Photo Verified Writer Basri W Pakpahan

Menulis untuk Memperbaiki Diri

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya