ilustrasi korban karhutla (pexels.com/Recep Tayyip Çelik)
Masih dari laman WHO, materi partikulat (PM) adalah ancaman utama bagi kesehatan ketika terjadi kebakaran hutan atau karhutla. Materi partikulat ini didefinisikan seperti campuran padatan kecil atau tetesan cairan yang meliputi asap, jelaga, kotoran, dan debu yang ditemukan di udara. Di mana ini mencakup dua rentang ukuran spesifik yaitu PM10 (berukuran 10 mikron atau lebih kecil) dan PM2.5 (berukuran 2,5 mikron atau lebih kecil).
Materi partikulat inilah yang dikaitkan sebagai dampak buruk asap kebakaran. WHO juga menyebutkan, bahwa materi partikulat telah lama dikaitkan dengan risiko kematian dini akibat kebakaran. Selain itu, partikel asap ini juga bisa menyebabkan dan memperburuk penyakit paru-paru, jantung, otak (sistem saraf), kulit, usus, ginjal, mata, hidung, dan hati.
Jadi, benarkah asap karhutla berbahaya bagi jantung? Jawabannya ada iya benar. Laman Plastic Pollution Coallition menjelaskan, partikel debu tak hanya bisa masuk ke paru-paru saat terhirup, akan tetapi juga bisa masuk ke aliran darah yang berpotensi memicu penyakit jantung, stroke, serta kesehatan mental. Seperti yang disinggung sebelumnya, partikel asap memiliki ukuran yang sangat halus —jauh kebih kecil daripada lebar rambut manusia, setitik debu, atau pun pasir pantai yang halus. Partikel-partikel ini bisa masuk ke dalam tubuh ketika terhirup, yang kemudian memengaruhi kesehatan jantung.
Dalam jurnal Frontiers in Cardiovascular Medicine tahun 2023 dijelaskan, paparan jangka pendek asap karhutla pada saluran paru-paru menyebabkan peradangan sistemik, stres oksidatif, dan perubahan keseimbangan sistem saraf otonom. Di mana kesemuanya ini dapat secara bersamaan mengakibatkan trombosis vaskular dan aritmia ventrikel. Jalur utama mekanisme ini terjadi ketika proses migrasinya partikulat asap dari paru-paru ke sistem sirkulasi darah.
Secara umum, dampak asap karhutla terhadap jantung adalah menyebabkan beberapa penyakit seperti infark miokard akut, henti jantung, gagal jantung, rawat inap akibat penyakit jantung lainnya, bahkan kematian.